03

6.4K 840 174
                                        

Harusnya update pas ultah nya om in yeop tapi baru bisa update sekarang 😔 sorrwii



Sekarang sudah jam setengah 10 malam. Seojun sedang asyik menonton tv sendirian sambil makan beberapa snack yg dia beli di minimarket tadi sore.

Mungkin dua hari kedepan seojun akan jarang makan nasi.

Ibu nya mungkin akan marah saat tau anak nya tidak makan nasi dan lebih milih makan snack.

Ya mau bagaimana lagi, seojun tidak bisa memasak. Mau beli makanan pun seojun terlalu malas untuk mengantri.

Seojun itu mageran

Seojun berdiri lalu ke dapur untuk mengambil beberapa soda di kulkas.

Saat sedang minum soda tadi, handphonenya bergetar tanda telefon masuk.

Mata nya terbelalak saat melihat nama 'Suho' di layar

"Uhuk..uhukk.. hidung gue p-perih"

Seojun tersedak minuman nya saat membaca nama suho di layar hp nya

Tau aja gue lagi kangen sama dia -seojun

"Ap--"

"Buka pintu nya"

Seojun mengernyitkan keningnya

"Kenap--"

"Buka dulu kenapa sih" klik

Suho memutuskan telefon nya sepihak.

Seojun berjalan malas ke pintu utama, udah dibilang seojun itu mageran.

Ceklek

"Ngapain sih ho ma--"

Seojun berhenti bicara saat wajah Suho semakin dekat ke wajahnya.

"Gue bawa makanan. Lo pasti belom makan kan?" Tanya suho yg masih belum pindah dari posisinya

Mata nya menatap bibir seojun yg sedikit terbuka karena kaget

Tahan diri lo - suho

Seojun mengerjabkan matanya dan sedikit mundur

"Ah? I-iya. Masuk dulu ho" ucap seojun sedikit gugup.

Suho tersenyum tipis dan berjalan masuk ke dalam rumah seojun, meninggalkan seojun yg masih berusaha mengontrol detak jantungnya

Demi apapun tatapan Suho tadi hampir membuat seojun kehilangan kesadaran.

.
.
.
.
.

Suho hanya duduk diam sambil memperhatikan seojun yg sedang asyik mengunyah ayam goreng favoritnya.

Sesekali suho tersenyum tipis saat melihat pipi seojun yg penuh dengan makanan.

Kucing menggemaskan.

"Suho ndak mwauu??" Tanya seojun ke suho dengan tatapan polos dan pipi penuh

Suho menggeram rendah, menahan sesuatu yg membuatnya tidak nyaman.

Sungguh, apakah seojun tidak peka dengan tatapan mata suho yg tajam?

"Gak" jawab suho singkat.

Bisa bahaya jika dirinya kelepasan disini bersama seojun.

Seojun ngangguk² polos dan tersenyum lalu lanjut makan. Suasana hati nya saat ini sedang sangat baik karena suho yg tiba-tiba datang membawa makanan untuknya. Seojun baru ingat kalau dirinya hanya makan sereal tadi pagi dan makan snack dari minimarket.

10 menit kemudian seojun sudah selesai makan. Setelah minum dan merapikan bekas makan nya tadi, seojun bergabung duduk dengan suho di atas sofa.

Ya daritadi seojun duduk dilantai berhadapan dengan suho yg di sofa.

"Thanks ya ho. Tau aja gue belom makan" ucap seojun lalu memeluk suho dari samping.

Ini lah seojun jika suasana hati nya sedang baik. Berubah menjadi manja

Suho hanya diam sambil bermain game di ponselnya. Kemudian tangannya menarik seojun agar tiduran di paha nya.

Seojun terkejut dengan sikap tiba-tiba dari Suho.

"Ho, gue---" tangan suho menahan tubuh seojun saat laki-laki itu akan bangun

Suho menundukkan kepalanya dan menatap seojun dengan tatapan yg tak bisa diartikan

"Sshh, ada orang di depan rumah lo" bisik suho

Seojun membelalakkan matanya, saat dirinya hampir teriak wajah suho malah semakin mendekat.

"Be-beneran?" Tanya seojun takut²

Ya gimana gak takut, satpam yg jaga rumahnya lagi pulang kampung. Ibu dan adiknya masih dirumah saudara.

Kalau orang yg dimaksud Suho tadi adalah maling gimana? Kan biasanya maling bawa senjata tajam.

Seojun dirumah sendirian, mana dia gak bisa bela diri. Walaupun seojun memang terlihat seperti anak urakan, tapi seojun sebenernya gak bisa bela diri. Selama ini dia berantem ya asal mukul aja yg penting musuhnya bonyok.

Hmm sabar😌;

"Manis. Lo itu sebenernya manis" ucap Suho tanpa sadar. Mata nya masih masih betah mengagumi sosok yg ada di pangkuannya sekarang.

Kedua sudut bibirnya terangkat dan menatap seojun lembut.

"Lov--"

Srakk

Ucapan suho terhenti saat mendengar bunyi sesuatu yg agak keras dari luar rumah.

Seojun yg kesadarannya kembali, segera bangkit dari paha Suho.

Persetan dengan wajahnya yg hampir merah  gara-gara Suho tadi, sekarang seojun benar-benar takut.

"Ho, Itu suara apa?"

Seojun menatap takut pintu rumahnya.

Suho berdiri menatap was-was ke pintu rumah seojun. Dia harus mengecek sesuatu yg ada diluar sana.

"Mau kemana?" Seojun mencekal lengan Suho saat Suho hendak meninggalkan nya

Suho tersenyum lembut, tangannya mengusap kepala seojun

"Tunggu bentar, gue harus ngecek sumber suara tadi"

Seojun menggelengkan kepalanya takut, ia takut terjadi apa-apa pada Suho nya

"It's okay"

Seojun akhirnya mengangguk dan melepaskan tangan nya dari lengan Suho.

Sebentar seojun sepertinya lupa sesuatu.

Sekarang sudah jam setengah 11 malam, berarti setengah jam lagi dia harus pergi.

Seojun melihat ke suho yg sedang berada diluar rumahnya.

"Mampus, gue harus siap-siap tapi Suho masih disini"

Suho kembali masuk ke dalam dan menghampiri seojun

"Gue nginep lagi" ucap Suho

"LAGI??"

Seojun menutup mulutnya dan berdiri berhadapan dengan suho.

"Ho, mending lo pulang aja deh. Gue gapapa sendirian"

Suho hanya diam, lalu tangannya menarik tangan seojun menuju kamar seojun.

Otw bulan madu.g - author

Seojun tidak bisa melawan, ia terlalu takut jika Suho marah balik kepadanya saat tau apa yg akan seojun lakukan ketika Suho pergi dari rumahnya.



Tbc.

Q : kok seojun jadi lemah gitu?
A : ya namanya juga uke bucin

Jangan kaget kalo bahasa nya tak campur. Itu emang kebiasaan ku.

Maaf juga kalo makin gak jelas alurnya. Tiba-tiba gue bingung ini mau gue bawa kemana

WITHJUNGS
- Tara🍑

Always Be My Friend [Suho x Seojun] ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang