Chapter 2

8 6 2
                                    

Hujan

-----

Pagi ini matahari bersembunyi dibalik awan yang mengeluarkan rintik hujan yang enggan untuk berhenti, padahal mereka sudah membasahi seisi kerajaan dari kemarin malam.

Hari ini akademi libur, tugas kami para penghuni asrama saat libur adalah membersihkan asrama dan membantu pekerjaan Madam Sol sebelum kami melakukan kegiatan kami masing-masing.

Setelah membersihkan kamar aku dan Liput turun kebawah untuk membersihkan ruang tamu. Karena ruang tamu cukup luas kami dibantu dua orang lainnya yaitu En dan Bi, debu dimeja dan lantai tidak cukup banyak jaring laba-laba dilangit-langit juga tidak ada karena Madam Sol membersihkannya setiap hari seolah hari ini tugas kami sedikit diringankan.

Madam Sol keluar dari tempat persediaan makanan sambil membawa sekotak besar bahan untuk membuat pai susu, aku menghampiri Madam Sol yang sedang sibuk mengeluarkan semua isi kotak.

"Kenapa banyak banget bahannya? Apa sekalian bikin buat disimpan?" Tanyaku

"Ada pesanan dari kerajaan, hari ini ada tamu penting mereka minta dibuatkan pai susu sebagai camilan" Jawab Madam Sol

Walaupun toko kue banyak tersebar dipenjuru kerajaan, tapi jika ada acara penting seperti ini Madam Sol yang selalu mendapat job membuat camilan. Jika acara besar baru kerajaan melibatkan beberapa toko kue terkenal.

Aku membantu Madam Sol membuat Pai susu selagi teman-teman yang lain membersihkan asrama. Dari jendela dapur terlihat Arani yang sedang berdiri diluar sambil memandangi bunga ditaman yang diguyur hujan, karena hujan hari ini dia tidak bisa berkebun.

Sekitar pukul sembilan pai susu yang aku dan Madam Sol buat sudah jadi dan acara bersih-bersih juga selesai, kami bersiap untuk sarapan.

"Tarry tolong antar pai susu ini ke toko Paman Koji" Madam Sol memberiku sekotak pai susu dan susu coklat hangat setelah aku selesai sarapan.

"Pai susu untuk kerajaan siapa yang antar?" Tanyaku melihat bungkusan besar diatas meja dapur

"Pihak kerajaan yang akan ambil nanti, ayo pergi sekarang keburu susu coklatnya dingin"

Aku pergi mengambil payung Liput juga ikut mengantar, karena hujan kami memutuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati hujan. Arani melihat kami keluar dari asrama setelah sarapan tadi dia langsung keluar melihat taman mungkin khawatir bunganya akan layu karena hujan takkunjung berhenti.

"Kalian mau kemana?" Tanya Arani, aku menunjukan totebag yang kupegang.

"Ke toko Paman Koji nganter pai susu, mau ikut?" Tawarku, dari pada dia berdiri disana seharian lebih baik aku ajak.

"Boleh, aku ambil payung dulu" Arani pergi kedalam mengambil payung dan jaket.

Hujan membuat semua orang enggan keluar ditambah ini hari libur semakin erat saja selimut dipeluk untuk menghangatkan tubuh. Toko Paman Koji jaraknya lumayan jauh dari asrama sekitar lima belas menit jika berjalan kaki, karena hujan dan jalan becek kami membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai kesana.

Toko Paman Koji letaknya terpencil dari toko lainnya, desain luar tokonya terlihat sangat jadul tapi toko ini tidak pernah sepi pengunjung karena ini adalah toko perkakas satu-satunya dan paling lengkap dikerajaan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 06, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Blue KingdomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang