⌞006⌝

5.5K 874 31
                                        

˗ˏˋ꒰ 🍮 ꒱ 𝐘𝐎𝐔𝐑 𝐂𝐇𝐎𝐈𝐂𝐄

KERIBUTAN TERJADI LAGI DI DALAM TENDA, mereka bertiga memperebutkan makanan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

KERIBUTAN TERJADI LAGI DI DALAM TENDA, mereka bertiga memperebutkan makanan. Kamu mendengus kesal dan memutuskan mengajak Shizue (satu-satunya orang yang waras di dalam tenda) untuk mengelilingi desa, sekaligus memperkenalkannya ke beberapa Goblin.

Para Hobgoblin dan Goblinas terkadang menyapamu di dalam perjalanan. Kaijin bersama tiga saudara Dwarf masih sibuk mengawasi pembangunan. Para Goblin bekerja mengangkut kayu, menyusun batu, dan memasang tiang-tiang rumah sesuai arahan mereka. Dibanding beberapa hari yang lalu, desa ini sudah berubah jauh lebih berkembang.

Pandanganmu kemudian berhenti pada dua bangunan yang masih dalam proses pengerjaan. Rumah Rimuru hampir selesai, rumahku juga sepertinya sudah setengah jadi.

Rumahmu sengaja dibangun agak jauh dari rumah Rimuru yang berada tidak jauh dari gua tempat kalian pertama kali keluar. Meski begitu, para Goblin dan Dwarf tampak lebih memprioritaskan rumah kalian berdua dibanding bangunan lainnya.

Kalian benar-benar memanjakanku, ya! Padahal tinggal di tenda juga gak masalah.

Setelah puas mengelilingi desa, kau mengajak Shizue menuju tendamu. Meski dari luar masih tampak seperti tenda biasa, bagian dalamnya sudah direnovasi oleh para Dwarf sehingga terasa jauh lebih nyaman untuk ditempati.

Kau menyingkirkan kain penutup pintu lalu menoleh ke arahnya. "Shizue-san, silakan duduk! Aku akan mengambil buah dan minuman." Ucapmu sambil menunjuk meja rendah di tengah ruangan yang dikelilingi hamparan karpet tebal.

Shizue mengangguk kecil sebelum duduk dengan tenang.

Sementara itu, kau berjalan ke sudut tenda. Ada rak kayu sederhana yang di atasnya berisi berbagai benda. Tanganmu mengambil teko berisi teh hangat, dua cangkir, serta beberapa buah apel yang baru dipetik pagi tadi.

Kau berpikir tidak sopan jika hanya duduk dan berbicara begitu saja, pasti bosan bukan?

Kau kembali menghampiri meja, lalu meletakkan semuanya dengan hati-hati. Setelah itu, kau duduk berlutut di hadapan Shizue dengan meja kecil sebagai pembatas di antara kalian. Matamu menatapnya sambil tersenyum tipis, "maaf ya, cuma ada apel. Tidak apa-apa, kah?"

Shizue menggeleng pelan. "Tidak apa-apa."

"Syukurlah." Kau terkekeh kecil sebelum menuangkan teh ke dalam cangkirnya.

Suara air hangat yang memenuhi cangkir perlahan mengisi keheningan di dalam tenda. Aroma teh yang lembut mulai menyebar, menciptakan suasana yang terasa damai.

𝐘𝐎𝐔𝐑 𝐂𝐇𝐎𝐈𝐂𝐄: r. tempestCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang