"hari ini, aku akan menang." wonwoo berucap dengan penuh tekad, membuat jamie ikut mengangguk setuju.
"jerome wonwoo number eighteen, semoga kau menang!!"
pertandingan berlangsung 3 jam lagi. waktu yang cukup lama sebenarnya, tetapi nanti dua jam terakhir akan terpakai untuk briefing tim, pengulangan pembacaan strategi, pengecekan final terhadap kondisi mobil dan sambungan radio antar pit team dengan racer serta hal lainnya untuk menghindari kesalahan teknis, berdoa, dan pemasangan atribut pertandingan.
hal yang paling lama untuk dilakukan adalah poin terakhir. tiap pebalap harus mematuhi regulasi resmi dalam berpakaian, selain untuk alasan keamanan juga berguna untuk menampilkan logo para sponsor.
pebalap diharuskan memakai pakaian dalam anti api, penutup kepala bernama balaclava, jaket terusan yang juga tahan api, helm dengan banyak fitur diantaranya; earplug^[1], mouthpiece^[2], dan hans^[3].
pokoknya terlampau ribet dan banyak lapisannya!
sampai-sampai jamie merasa kepanasan hanya dengan melihat wonwoo memakai itu semua pada tubuhnya.
belum lagi adrenalin yang terpacu selama mobil melesat pada kecepatan 200 mph, keringat akan mengalir (sangat, sangat, sangat) deras.
bisa dibayangkan, betapa gerahnya di dalam balutan kain berbahan Nomex^[4] tersebut. tapi itu harga yang harus dibayar untuk keselamatan para pengemudi mobil balap.
"tidak, kali ini, aku harus menang," kata wonwoo menekankan kata 'harus'. "ada yang harus aku raih di garis finish," tambahnya.
"oke... apa itu? kita akan pergi ke tokyo disneysea?"
wonwoo menggeleng gemas. "apa pun hasilnya, aku akan tetap membawamu kesana, jamie."
"kalau begitu apa? trophy? points?"
"lebih penting."
"kau membuatku penasaran, wonwoo."
"nanti kau akan tau. sekarang, aku harus kumpul dengan tim ferrouge. bye, jamie."
"hmm... okay, bye bye. see you on the first podium, champion!"
***
setelah melintasi 53 lap pada sirkuit suzuka,
dengan waktu 1 menit 31 detik,
pebalap nomor 18 dari tim ferrouge berhasil mendapat 25 poin untuk japanese grand prix hari ini,
yang berarti,
jerome wonwoo menang!
ia menduduki podium peringkat satu!
semua tim constructor, radio, mekanis ferrouge sangat bergembira kala merayakan kemenangan si nomor 18 dan jerome wonwoo merasa keberhasilannya hari ini merupakan jalan terbuka untuk melakukan hal yang ingin diraihnya di garis finish.
usai acara penyemprotan sampanye di atas panggung, penyerahan piala serta pidato singkat dari para tiga besar, wonwoo dengan tergesa-gesa menapaki tangga untuk turun dari panggung tinggi tersebut.
ia menoleh ke sana kemari, matanya celingukan mencari keberadaan sosok wanita yang menyadari bahwa ia sedang dicari.
jamie mengangkat tangan kanannya untuk memberi kode pada wonwoo sedangkan satu tangannya lagi sibuk mengusap-ngusap matanya yang banjir air mata.
"hey. kau kenapa?"
"hiks- kau menang."
"iya, jamie. aku menang. kenapa malah menangis?"
"tidak tahu. hiks. hanya sangat, sangat bangga melihatmu di atas sana. kau keren..."
wonwoo menepuk-nepuk kepala jamie. "kau lucu."
jamie menyedot ingusnya lalu tertawa. "maaf, aku terlalu senang. pasti muka menangisku sangat jelek," bisiknya sambil melirik ke sekitar karena menemukan beberapa wartawan olahraga sedang menyorot mereka. "wonwoo, aku malu..."
wonwoo tertawa. "jamie. oh, jamie."
"wonwoo, jangan tertawa! huhu, air mataku tidak bisa berhenti. hiks."
"padahal aku belum mulai tapi kau sudah terlanjur nangis."
"apa. mulai apa-"
wonwoo merogoh kantongnya. "kau mau aku berlutut atau tidak?"
"wonwoo- jangan bilang-- kau tidak sedang bercanda kan-"
"tidak usah berlutut, ya? terlihat klise dan nanti kau tambah nangis."
"wonwoo!!! jangan buat ingusku tambah banyak!"
sebuah senyum manis terbit pada muka wonwoo, tangannya meraih tangan si perempuan, "jamie lilac kaymovendra-"
jamie membeku saat wonwoo menyebut nama panjangnya. ini serius, pikirnya. di depan para wartawan yang menyorot--ini serius!!! jamie sudah sangat histeris dalam hatinya.
"this financier monster is looking for a fiancée. will you walk with me 'till the finish line?"
jamie hanya bisa semakin tersengguk, tenggorokannya terasa tercekat, pandangannya buram karena air mata tetapi itu tidak menghalanginya untuk mengangguk dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
kedua manusia itu tersenyum saat mereka saling berpelukan. erat sekali.
melepas rengkuhannya, jamie mengerjap-ngerjapkan matanya sembari menyedot hidungnya lagi.
"setelah ini, video kau sedang menangis akan ada di youtube, jamie." wonwoo terkekeh rendah sehabis meledek jamie yang terlihat 'merah muda' setelah sesi menangisnya.
yang diledek mengerucutkan bibirnya. "aku menerimamu karena kau sudah berjanji akan membawaku ke disneysea, wonwoo. bagaimana aku bisa menolak."
"hEy!"
"jangan besar kepala."
"tidak apa-apa. aku akan besar kepala. hari ini aku merasa sangat diberkati."
_moiety.
[penjelasan]
Jadi, helm yang dipakai para pebalap dibuat khusus menurut ukuran dan bentuk kepala masing-masing. Selain bertujuan memberi kenyamanan dalam berkendara, juga supaya tidak copot atau kemasukan api kalau sampai terjadi kecelakaan.
Dalam helm mereka, terdapat padding, kaca khusus, dan:
[1] Earplug: bertujuan untuk melindungi pendengaran pengendara dari kerasnya mesin mobil. deru suara mesin yang melaju bisa sebesar suara pesawat jet yang sedang take off.
earplug juga berguna untuk menjadi sarana komunikasi tim radio di pit stop dengan pebalap
[2] Mouthpiece: lubang kecil pada helm supaya pebalap bisa minum tanpa harus membuka helmnya.
[3] HANS: Hand and Neck Support. Berguna dalam mengurangi pergerakan leher sehingga memperkecil kepegalan/rasa kebas dan mencegah dislokasi tulang leher dan tulang punggung kalau terjadi kecelakaan.
[4] Nomex: baju balap terdiri dari 4 lapisan Nomex, walaupun berlapis-lapis tapi terasa ringan (fyi, bahannya ini sebelas-dua belas sama baju astronot NASA). Nomex ini tahan api sampai 700-800°c dalam waktu 10 detik-an.
Trivia: 200 mph sama dengan 322 km/h. bisa dibayangkan betapa cepatnya mobil balap melaju. angka yang dipakai disini sesuai dengan kecepatan Lewis Hamilton dalam Japanese GP 2019. Waktunya dalam melintasi lap 5.8 km tersebut adalah 1 menit 30,983 detik. CEPET BANGET. BANGET. BANGET.
KAMU SEDANG MEMBACA
moiety • wonwoo
Fanfictionwelcome back to "nice weather, nice!" with our special guest, jerome wonwoo the racer! lowercase intended. written in english and bahasa. © robinwoo 2020
