◖shameless-01

2.7K 455 51
                                        

Lagi-lagi mereka mengganggunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lagi-lagi mereka mengganggunya. Kebiasaan banget. Padahal, Jisoo lagi menikmati momen damai di dalam bathtub, tubuhnya terendam dalam air hangat yang nyaris membuatnya ingin bertapa selamanya di sini. Namun, ketenangan itu terpecah oleh gedoran pintu yang nyaris membuatnya berpikir ada orang kesurupan di luar sana.

Pagi-pagi begini? Serius?

Sebenarnya bukan cuma dia yang butuh berendam lama-lama di kamar mandi ini—mereka juga. Atau lebih tepatnya, kamar mandi ini lebih sering dimanfaatkannya dibanding shower yang selalu dikuasai dua teman paviliunnya.

Suara gedoran di luar pintu makin kencang, lebih intens, dan lebih memaksa. Salah satu dari mereka pasti sedang ngamuk karena belum mendapat respons. Jisoo mendesah, lalu terkekeh kecil.

“Baru juga jam tujuh,” gumamnya santai.

Suara dari luar segera menyahut, sama kencangnya dengan gedoran yang mereka buat. “Mau mati lo berendam lama-lama?! Buruan keluar! Gue mau kencing!” suara cewek, lantang dan tanpa basa-basi—Hwasa.

Belum sempat Jisoo membalas, suara lain menyusul. Cowok. Satu-satunya lawan jenis di rumah ini, Johnny.

“Jatah gue duluan. Gue mau BAB.”

“Tahu diri, dong! Gue yang duluan di sini!” Hwasa tentu tak mau kalah.

“Sandal gue udah di sini semalaman!” Johnny membalas dengan enteng, mengandalkan taktik klasiknya—menaruh sandal di depan pintu kamar mandi sejak malam sebelumnya, jaga-jaga agar bisa dapat giliran kedua setelah orang pertama selesai.

Tapi masalahnya, Hwasa mana pernah peduli soal itu?

“Nyawa gue duluan berdiri di sini!” Hwasa membalas sengit, lebih mengandalkan keberadaan fisik daripada benda yang sekadar menjadi simbol antrian.

Mereka berdua sama-sama ngotot. Nyaris setiap pagi begini.

Jisoo, yang akhirnya menyerah, bangkit dari bathtub. Ia menggeleng pelan, mengikuti drama kusir di luar sambil tertawa tertahan.

“Sandal gue duluan!” Johnny masih bertahan dengan argumennya.

Dibenaknya, Jisoo bisa membayangkan mereka berdua sedang saling berhadapan di depan pintu. Johnny—tinggi semampai seperti tiang listrik, ramping, dengan rambut gondrong berponi depan. Sementara Hwasa, dengan tubuhnya yang melengkung sempurna bak gitar Spanyol, berdiri menantang tanpa takut.

Pertempuran sengit dua manusia keras kepala baru saja dimulai. Dan pagi ini, lagi-lagi, Jisoo adalah penonton setia mereka.

Keduanya terus memperdebatkan siapa yang berhak masuk ke kamar mandi setelah orang pertama, yaitu dirinya. Jisoo, penghuni paviliun yang selalu bangun paling pagi, otomatis menjadi yang pertama menggunakan kamar mandi setiap hari. Dan keuntungannya? Ia bisa berlama-lama di dalam, bahkan terkadang menghabiskan setengah jam hanya untuk berendam di bathtub.

Shameless | taesoo [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang