Cahaya matahari mulai memasuki celah celah ruang kamar, menandakan pagi telah tiba.
Kaisar yang terusik karena cahaya yang masuk perlahan membuka matanya. Kaisar melihat kesamping dilihatnya Istrinya yang masih tertidur dengan wajah yang Damai, kaisar tersenyum kecil lalu merubah posisinya menghadap sang istri.
(Selamanya..) Batin kaisar masih menatap wangji lekat lekat.
Tak lama kemudian wangji pun perlahan membuka matanya ia sedikit terkejut karena kaisar sedang menatapnya tetapi wangji harus tetap tenang.
"Kaisar, ini sudah pagi apakah anda hanya akan menatap saya ?" Ujar wangji mulai risih.
"Ya sudah pagi, Zhan er pergi mandi aku akan meminta pelayan menyiapkan sarapan" Kaisar menjawab dengan senyuman dan masih menatap wangji.
Wangji mengangguk halus dan kemudian segera pergi untuk membasuh, ia merasa malu karena di tatap oleh kaisar begitu lama.
Setelah selesai dengan acara membasuh, dan makanan pun telah tersaji di meja, Kaisar dan Wangji Kemudian makan bersama.
Kaisar mengambil beberapa potong daging dengan sumpit dan meletakkannya di mangkuk sang Istri " Cobalah" pintanya dengan senyuman manis. Kaisar kemudian kembali mengambil beberapa hidangan dengan sumpit dan kembali meletakkannya di mangkuk sang istri.
"Makanlah lebih banyak, ini khusus dibuatkan oleh chef ibu kota"
Kaisar menatap wangji lembut sedangkan wangji masih terduduk diam sembari menunduk.
Melihat istrinya sebenarnya Wei wuxian takut bahwa istrinya tidak terbiasa dengan semua makanan yang di hidangkan.
Wei wuxian kemudian mengingat sesuatu " Zhan er kenapa aku melihatmu berbeda? Sebelum menikah kamu terlihat lebih teratur" tanya kaisar sembari meminum segelas air.
"Terikat peraturan, setelah menikah maksudku disini tidak ada peraturan. Keluarga ku menjujung tinggi peraturan. Sudah terbiasa sejak kecil" wangji menjelaskan dengan tatapan halus sulit di artikan.
Mendengar penuturan wangji Wei wuxian tiba tiba tersedak hebat.
"Astaga, peraturan hal mengerikan dan menahan orang. Aku benci peraturan, Lebih baik Membiarkan aku mati dari pada harus menaati peraturan" omel Wei wuxian bercanda.
Wangji menatap Wei wuxian tidak percaya (bukankah dia ini kaisar? Apakah menjadi kaisar tidak memiliki aturan?)
Ketika keduanya sedang makan, Jendral Xue Yang datang dan memberi hormat.
"Maaf menggangu waktu kalian, maaf kaisar tetapi anda harus pergi ke Camp pelatihan sekarang" Xue Yang mengatakan dengan serius.
Sementara sang kaisar sepertinya tidak memperdulikan keberadaan Xue Yang disana.
"Zhan er, kamu makanlah yang banyak. Setelah makan, aku akan meminta A-chu menemani mu berkeliling istana" Wei wuxian berujar sembari menggenggam tangan halus wangji.
Wangji menatapnya hanya dapat tersenyum kecil kemudian mengangguk.
Wei Wuxian segera bangkit dan pergi bersama Xue yang ke Camp pelatihan.
.
.
.
.
.
.
Setibanya Xue Yang dan Wei wuxian di camp pelatihan, semua prajurit atau pasukan yang tengah berlatih menghentikan aktivitasnya Dan membungkuk hormat kepada kaisar.

KAMU SEDANG MEMBACA
OUR STORY
FanficKisah atau perjalanan Cinta Raja kerajaan Wei (Wei Wuxian) yang harus menikah dengan putra keluarga Lan demi kepentingan pemerintahan. Cinta Sejati, Politik, Polemik, Kehormatan dan tanggung jawab akan tersaji dalam cerita ini... (Xianwang)