4 tahun telah berlalu, anak jay dan jungwon sudah masuk ke playgroup berbasis internasional dengan kualitas pengajar dan kurikulum yang terbaik
(check media di atas)
anak mereka juga sudah bisa mengendarai Lamborghini custom pemberian kakeknya saat ia masih berusia 1 bulan. kakeknya sangat membanggakan cucu pertamanya
mr. park sering meng-upload video cucunya di story wassapnya dengan caption lebih dari satu paragraf dan memakai banyak emoticon
06.15 AM
pagi ini seperti biasa, jungwon memasak bekal makan siang anak tunggalnya dan potongan buah untuk camilan sehat suaminya di kantor
"papa je!!! papa ju pelit tidak mau membuat lunch box mi instan" rengek seorang anak kecil bernama park yongju yang memiliki arti jaya / penguasa
"karena mi instan tidak baik buat kesehatan anak kecil" jay mengangkat yongju ke pangkuannya
"im not anak kecil anymore pa" yongju sering bergaul dengan kakeknya jadi bahasanya ikut ikutan random
"yaudah besok papa ju masakin mi instan buat lunch box yongju"
"yeaayyyy love you papa cantik" yongju mengedipkan matanya sebelah, dibalas dengan senyuman manis jungwon
"heh anak kecil gaboleh genit" jay langsung mendudukkan yongju ke kursi di sebelahnya. ia sedang dilanda api cemburu
jungwon paham dengan sikap suaminya yang terlalu posesif dan cemburuan ini "sama anak sendiri gaboleh gitu" ucapnya
"ck pokoknya ayang juju cuma punya jeje titik" balasnya dengan tegas
"papa je very very alay anjir" yongju menggelengkan kepalanya
jay dan jungwon terkejut "kamu tau kata 'anjir' darimana? from your school? atau kamu berteman dengan sembarang orang?" tanya jay menggebu gebu
"yongju diajarin grandpa, your father"
jay dan jungwon benar benar speechless, putra kecil mereka sudah tidak sepolos anak umur 4 tahun pada umumnya
08.20 PM
di malam hari setelah keluarga kecil ini makan malam di rumah, jay menyuruh yongju mandi dan tidur cepat dengan alasan besok sekolah
"good night papa je, good night papa ju" yongju mencium pipi jungwon
"papa gak di cium?" tanya jay ke anaknya
"gak dulu, pipinya papa je gak gemes kayak pipinya papa ju" yongju mencubit pipi gembul jungwon
"ck udah sana tidur kamu anak kecil"
"wleeee" yongju menjulurkan lidahnya, mengejek bapaknya sendiri
setelah yongju keluar dari kamar mereka jay segera menutup pintu kamar mereka, tidak lupa menguncinya "anak lo kenapasih??" tanyanya frustasi
"yongju kan hasl kecebong dari badan lo" balas jungwon terkekeh
jay sudah duduk kembali ke ranjang, ia memanyunkan bibirnya
"kenapa hm?" tanya jungwon sambil membelai pipi tirus suami tampannya
jay memejamkan matanya, menikmati sentuhan yang jungwon berikan
dengan mata terpejam, jari telunjuk jay menunjuk ke arah penisnya yang sudah tegang
tanpa banyak bicara jungwon menarik celana jay memperlihatkan gundukan di dalam celana dalam suami sangenya
ia mengelusnya sambil memainkan jarinya sensual lalu membuka celana dalam suaminya "ini yang mau disepong?" tanyanya lembut dan mulai mengulumnya perlahan sambil menjilatinya dengan nikmat
