Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kamu menghela napas karena sampe di koridor yang sepi ini bukannya jay ngobrol sama kamu tapi malah jadi adu tatap sama heeseung.
"ngapain lo disini? gue cuma ngajak y/n ya, jadi mending lo cabut aja!" jay akhirnya bersuara tapi sebelum ngobrol sama kamu, dia ngusir heeseung dulu.
"dih lo udah bukan pacar y/n lagi ya, jadi gak usah ngatur gue!" heeseung membela dirinya.
jay pasrah karena biasanya dia bisa ngatur orang seenaknya dengan embel-embel sebagai pacar kamu. sekarang dia bukan pacar kamu lagi, jadi dia gak bisa ngusir heeseung seenaknya. apalagi berduaan sama kamu, mustahil.
"udah jay, buruan mau ngomong apa?" tanyamu yang mulai capek sama kelakuan mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
jay nengok ke kamu. yang tadinya dia natap heeseung berapi-api, sekarang natap kamu dengan penuh keputusasaan.
tangan jay bergerak buat menggenggam kedua tanganmu. kamu langsung ngerasa digelitik, jujur kamu masih bingung juga dengan sikap jay. kenapa jay tiba-tiba skinship? padahal pas pacaran dia gak suka banget yang namanya disentuh.
"y/n, kasih tau aku kenapa kamu putusin aku? seinget aku, aku gak buat salah apa-apa seminggu kemaren. jadi kenapa kamu tiba-tiba putusin aku pas aku lagi gak berbuat aneh-aneh?" tanya jay.
dirinya memang masih bingung kenapa sang pujaan hatinya minta putus hubungan ketika dia baru akan mulai mencintai dengan tulus.
kamu menghela nafas, "kamu emang gak salah apa-apa, aku yang salah. aku dituntut buat milih. maaf jay, ini salahku. maaf bikin kamu ngerasa disakiti. tapi aku milih ini buat kita, aku gak mau kita kenapa-kenapa"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
jay bingung dengan alasanmu yang gak dia ngerti. "emang kita bakal kenapa? dan kenapa bisa ini salah kamu? kamu kenapa?" tanyanya.
kamu bingung harus menjawab apa, "kasih tau aja gih! dia berhak tau" heeseung berbisik di telingamu. kamu noleh ke heeseung, dan heeseung cuma ngangguk sebagai jawaban.
kamu menghela nafas sejenak, jay yang masih menunggu jawabanmu itu jadi nervous "ryujin ngancem aku, dia nyuruh aku milih teman atau pacar. kalo aku milih pacar, ryujin bakal bikin aku dan kamu kenapa-kenapa. tapi kita bakal aman kalo aku milih dia dan putusin kamu. kamu tau sendiri kan ryujin orangnya kaya apa, jadi aku terpaksa harus putusin kamu"
jay yang mendengar penjelasan dari kamu itu sukses terkejut. "kenapa kamu gak bilang ke aku lebih awal? aku bisa bikin ryujin gak macem-macem ke kamu, harusnya kamu cerita ke aku, aku pasti bakal berjuang buat kita dan kamu gak perlu berkorban kaya gini"
"gak bisa, ini urusan aku sama dia. kamu gak boleh ikutan, dan seharusnya kamu pun gak boleh tau fakta ini" kamu melepaskan tautan jay pada kedua tanganmu.
"tapi aku gak mau kita putus cuma gara-gara ini" sahut jay ketika tangannya dilepas olehmu.
"maaf jay, kita harus putus. lagian hubungan kita dari awal juga gak baik" kamu menanggapi dengan sabar. heeseung masih setia menjadi penonton.
"aku sayang kamu, beneran! aku gak bohong, dua hari yang lalu aku baru sadar kalo aku beneran sayang sama kamu. apa gak bisa kita jalin hubungan yang baik sekarang. aku yakin kamu juga sayang kan sama aku?" jay udah bodoamat bakalan diejek sama heeseung setelah ini. karena dia emang beneran gamau kehilangan kamu. nyari yang kaya kamu susah dan jay gak boleh kehilangan kesempatan ini.
kamu menggeleng kepala, berharap jay ngerti apa yang terjadi dan harus terjadi. kamu meninggalkan jay dan heeseung dari koridor yang sepi ini.
"kalo kamu gak sayang aku, kenapa kamu cium aku tadi malem? itu bikin aku tambah gak mau kehilangan kamu y/n!" jay gak teriak, tapi suaranya bisa kamu dengar dengan jelas oleh telingamu. heeseung yang masih berdiri didepan jay sukses melotot, tangannya mencegah jay buat ngejar kamu.
"bro, lo bilang apa tadi?"
"lo baru berangkat? tumben amat telat begini? heeseung mana? biasanya lo bareng dia"
kamu yang baru saja memasuki kelas langsung di serbu beberapa pertanyaan dari ryujin.
"satu-satu kali nanya nya!" kamu bingung dengan rentetan pertanyaan ryujin.
"yaudah gue nanya ini aja deh" sahut ryujin, pertanyaan sebelumnya memang gak terlalu penting sih buat dia.