Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Lilyana, 01 : Insivible Cha, 14 Februari 2023
WARNING
⚠
Rate M (17+)
Cerita ini merupakan karya fiksi yang tidak memiliki hubungan dengan penggambaran peristiwa, tokoh, dan lokasi yang sebenarnya.
Mohon maaf jika cerita ini memiliki banyak salah kepenulisan. Menggunakan alur cepat dan ringan, terdapat kata yang berulang-ulang.
Dilarang keras untuk menjiplak dan mencopy cerita dalam bentuk apa pun.
Jangan lupa vote dan komen
Selamat Membaca
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kepalsuan adalah temanku yang selalu menyelamatkan di setiap waktu.
❀✿❀✿❀
Suara langkah dari sepatu pantofel menggema, memecahkan keheningan rumah yang begitu luas. Dengan pelan, kaki jenjangnya menuruni anak tangga, jemarinya seputih susu, mengusap pegangan tangga kayu yang dingin. Mata bulat yang memiliki warna kecoklatan itu melihat wanita paruh baya yang sibuk di dapur.
Ketika matanya menyapu ruangan, terdapat pria paruh baya yang duduk dengan punggung tegak, sesekali menyesap kopi dari cangkir berwarna putih sambil asyik membedah isi koran pagi. Ketenangan itu entah kenapa menuntut si gadis untuk diam.
Saat mencapai anak tangga terakhir, gadis itu berdiri mematung, papanya menurunkan koran sedikit, menatapnya dari balik bingkai kacamata yang lumayan tebal. Tatapan penuh perhatian itu, rasanya begitu sesak ketika nama lain yang terdengar.
Gadis yang dipanggil Roselia itu menunduk sebentar, memandang seragam sampai ujung sepatu hitamnya, setelah menarik napas panjang, gadis itu kembali mendongak, membiarkan sudut bibirnya melengkung ke atas, juga berusaha menyipitkan mata.