Lost Of Love (Oneshoot)

889 12 3
                                    

Perlahan tapi pasti langkah kakinya semakin mendekat. Membuat Aku keluar dari lamunanku. Aku sangat tahu siapa yang mendekat tersebut. Ya pasti dia orangnya.

"Hayo, kamu liatin apa?" kejut orang itu. Suara itu sangat tidak asing lagi di telingaku, aku sangat mengenal suaranya dengan baik.

"Lagi mandangin langit." ujarku pada lelaki itu.

"Kamu ngapain duduk disini sendirian?" tanyanya lagi.

"Aku cuman lagi mikirin Dila." ucapku lagi sambil tersenyum simpul.

"Udah cukup mikirin Dila nya, kekelas aja yuk." ajak lelaki tersebut dengan lembutnya.

"Kamu duluan aja Al." ucapku seraya tersenyum hangat.

Lelaki itu adalah Aldi sahabat karibku sekaligus teman sebangku ku di kelas 12 IPA 6 itu. Aldi anaknya pintar dan sangat baik. Aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti dia.

Akhirnya Aldi pergi ke kelas, meninggalkanku duduk sendirian di bangku kosong yang terdapat di atap gedung sekolah tersebut. Dengan suasana hening ditambah hembusan angin sepoi-sepoi. Aku memandangi langit biru yang sangat luas serta dihiasi awan-awan putih itu.

*****

Robby Armando lelaki dengan perawakan tinggi, berkulit putih, serta berkacamata. Ia adalah salah satu siswa di SMA Internasional di Jakarta.

"Bentar lagi kita tamat nih." ucap Robby yang sedang minum sebotol air mineral.

"Iya, gak sampe setahun lagi kita sekolah." balas Aldi sambil melihat siswa yang berlalu lalang bermain basket.

"Hai semua." sapa seseorang pada mereka.

"Hai Dil." sapa Robby hangat.

"Boleh gabung?" tanyanya lagi.

"Ya gak apa kali gak usah izin dulu." celetuk Aldi.

Dila gadis ceria dan memiliki rambut yang panjang itu tidak menghiraukan perkataan Aldi tersebut.

"Kalian ngapain berdua disini?" tanya Dila lagi.

"Harusnya kami yang nanya, ngapain kamu kelapangan basket sendirian." celetuk Aldi lagi.

"Ehh.. emm, enggak apa." ujar Dila kikuk. Dila menatap ke Aldi dengan tatapan mengancam. Ingin rasanya Dila memukulnya.

"Duduk sini Dil, kita ngobrol dulu." ucap Robby bersahabat. Sikap Robby yang seperti ini yang membuat orang sangat senang berada di dekatnya. Perkataannya lembut sangat menenangkan.

"Makasih Rob." sambil tersenyum ceria khas Dila.

"Udah ya aku duluan ke kelas, aku belum buat PR nih." ucap Aldi pamit meninggalkan Robby dan Dila berdua di lapangan basket.

Pada akhirnya Robby dan Dila menghabiskan jam istirahat berdua dilapangan basket, untuk sekedar mengobrol santai sambil menonton siswa lagi bermain basket. Sampai akhirnya jam istirahat pun berakhir dan mereka pergi bersama menuju kelas.

Sejak awal masuk SMA Dila telah tertarik dengan Robby, awal pertemuan mereka adalah saat kelas 10. Dila tidak sengaja menabrak Robby di depan pintu ruang guru. Saat itu Robby sedang berjalan membawa tumpukan buku. Dan disaat yang bersamaan Dila berlari terburu-buru karena Ia telat mengumpulkan tugas dan *brakkk* Dila menabrak Robby membuat semua buku yang di pegang Robby terjatuh berserakan di lantai.

"Aduh.. maaf ya." ucap Dila sambil segera mengambil buku yang terjatuh itu.

"Iya gak apa, ini salahku juga kok jalan gak liat-liat lagi." ucap Robby lembut sambil tersenyum manis. Kata-kata yang keluar dari mulut Robby membuat siapa saja menjadi tenang terlebih lagi senyumnya yang sangat manis itu. Mungkin hal itulah yang membuat Dila jatuh cinta padanya. Sejak kejadian itu Dila dan Robby bersahabat baik sampai sekarang.

Lost Of Love (Oneshoot)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang