- potret satu -

0 1 0
                                    

Mendung Berjalan disepanjang koridor sekolah nya, dia mencari keberadaan senja.

"SENJA" Panggilnya lantang

Senja pun menoleh ke belakang, dan saat dia menoleh dia sangat terkejut saat Mendung menamparnya dengan keras.

Plak

Suara tamparan keras itu berdengung di sepanjang koridor.

"sshh," Senja meringgis karna tamparan keras itu mengenai tepat pipinya dan membuat bibir nya sobek.

"Apaan si lo?" Tanya Senja.

"Lo, kan yang buat aura pingsan?" tuduh Mendung.

"gue?" tunjuk Senja pada dirinya sendiri.

"iya lo, gara-gara lo hadang gue tadi, Aura pingsan di lapangan karna kepanasan."

"salah gue, dimana nya?" ucap Senja nyalang.

Mata Senja memanas saat Mendung meninggalkan nya tanpa sepatah kata pun.

Senja terduduk di koridor, Dia meratapi nasib nya yang selalu sial. Belum lagi perlakuan orang tua dan kakak nya dirumah, Senja lelah.

"salah ya? Kalau gue minta mendung jadi prioritasin gue?" Senja menatap lantai koridor yang menampung air matanya, lalu dia memukul lantai sampai tangan nya berdarah.

...

Senja sudah tiba dirumah nya pukul 17.08, dan dia siap kena amukan sang ibu-Aurora.

"Dari mana aja kamu ? Jual badan?" ucap Aurora nyalang saat melihat kedatangan manusia yang paling dia benci sedunia.

"sekola, bun."

"Jangan panggil saya dengan sebutan itu!" perintah Aurora.

Senja menggenggam erat tali tas nya.

"i-iya" lantas Senja harus memanggilnya dengan sebutan apa?

"Kembali ke kamar mu, saya malas melihat muka mu itu." perintah Aurora.

Senja berjalan meninggalkan sang ibu sendiri di ruang keluarga.

"Salah lagi"

"Apa gue Harus mati dulu ya?"

Senja terduduk di depan pintu kamar nya.

Lalu dia membuka tas dan meraih 1 botol obat, mengambil 2 butir dan lalu dia meminum nya tanpa air.

Dia muak, dia hanya ingin bahagia tidak lebih. Tapi kenapa Tuhan tidak mau mengabulkan permintaan nya.

drrt drrt

Senja menoleh ke arah hp nya yang bergetar.

Lalu dia mengangkat panggilan itu.

"Halo? Senja." ya, itu suara Mendung.

"apa?" tanya Senja.

"bisa beliin bubur ga? Aura sakit. Kan gara gara lo."

"lemah, gitu aja sakit." ketus Senja.

"Lo, tau kan? Kalau aura itu fisiknya ga kuat kayak lo?" tanya Mendung menyindir.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 22, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Ketika Senja Memotret KuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang