Jam 05.45 Soobin sudah berada di dapur apartemen Yeonjun.
"Wah... Ternyata dikulkas nya kak Yeonjun banyak makanan nya" Monolog Soobin yang kagum saat melihat isi kulkas Yeonjun.
Soobin mengambil dua buah telur dari dalam kulkas dan menceplok nya di atas wajan.
"Kak Yeonjun suka nya telur setengah mateng atau yang mateng ya?" Ucap Soobin. Karna bingung Soobin pergi kembali ke kamar Yeonjun.
"Kak, kakak suka nya telur setengah mateng atau yang mateng?" Tanya Soobin sambil menggoyang goyangkan lengan Yeonjun.
"Hmm, setengah mateng" Jawab Yeonjun dengan suara serak nya.
"Hah?"
"Setengah mateng Soobin"
"Ohh, oke" Setelah itu Soobin langsung pergi kembali ke dapur untuk memasak kembali telur yang sudah dia ceplok tadi.
"Yah... Telur nya udah mateng"
Dengan cepat Soobin langsung mengangkat telur yang sudah dia ceplok.
Setelah itu Soobin kembali menceplok kan satu telur lagi ke wajan.
Setelah dirasa telur nya setengah matang Soobin langsung mengangkat nya.
Setelah mencuci tangan nya, Soobin langsung menata sarapan di meja makan.
"Nah.. Tinggal bangunin kak Yeonjun aja deh" Ucap nya lalu bergegas pergi ke kamar Yeonjun.
"Kak, bangun ayo sarapan" Ucap Soobin sambil menepuk lengan Yeonjun pelan.
"Hm... Cium dulu baru mau sarapan" Balas Yeonjun dengan suara serak nya sambil menunjuk pipi nya.
Cup
"Nah, kan udah dicium, jadi ayo bangun cuci muka sama gosok gigi abis itu sarapan" Ucap Soobin dan langsung berlalu pergi dari sana.
Dengan rasa malas Yeonjun bangun dari tidur nya dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Setelah selesai mencuci muka dan menggosok gigi, Yeonjun langsung pergi ke dapur untuk sarapan bersama Soobin.
"Wah kayak nya sarapan kali ini enak deh" Ucap Yeonjun saat melihat sarapan yang sudah disiapkan di meja makan.
Soobin yang mendengar nya pun hanya menanggapi nya dengan senyuman nya.
Setelah itu mereka pun memakan sarapan dengan tenang.
*****
Setelah selesai dengan sarapannya, Soobin langsung membereskan semua piring dan sendok makan yang sudah digunakan.
"Soobin, sini dulu deh" Panggil Yeonjun. Soobin yang merasa terpanggil pun mengalihkan pandangan nya pada Yeonjun.
"Iya sabar" Ucap Soobin lalu dengan segera dia mencuci tangan nya.
"Bisa tolong pasangin dasi nggak? Aku ga bisa nih, hehe" Ucap Yeonjun sambil menyodorkan dasi nya pada Soobin.
"Masa gini aja kakak ga bisa sih?" Tanya Soobin sambil mengambil dasi Yeonjun.
"Nggak, biasa aja aku nggak pake dasi, cuma hari ini aku harus pake dasi, katanya sih mau ada tamu penting yang datang ke perusahaan" Balas Yeonjun. Jadi Yeonjun itu penerus perusahaan papa nya. Dia resmi jadi CEO pas umur nya baru 18 tahun.
"Nah selesai" Ucap Soobin sambil membenarkan dasi Yeonjun dan kerah pakaian nya.
"Kalo gitu aku berangkat dulu ya, dadah!" Pamit Yeonjun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Problems that bring happiness || Yeonbin
FanfictionSoobin yakin jika dia bisa merawat anak tanpa memerlukan bantuan dari ayah sang anak melainkan bantuan dari sang sahabat. •Yeonjun Seme. •Soobin Uke. •bxb. •mpreg. •happy ending. Warning! Typo bertebaran!
