Hari ini Jeno dan Haechan tidak bisa fokus bekerja seperti biasanya. Biasanya saat persiapan comeback mereka akan begitu semangat dan antusias lalu melakukan semuanya dengan semangat. Tapi hari ini Jeno dan Haechan mendadak tidak fokus karena berita yang beredar. Kini keduanya yakin bahwa yang dimaksud sang OP memang mereka berdua.
Haechan mungkin masih bisa bersandirwara dan mengendalikan dirinya agar tidak terlihat terlalu terpuruk di depan para member dan staf , tapi Jeno benar-benar menjadi sosok yang pendiam hari ini. Beberapa kali ia terlihat melamun dan terkejut saat ditegur oleh staf. Pikirannya benar-benar ruwet dan perasaannya tidak nyaman.
Istirahat makan siang Haechan membawa Jeno ke Cafe untuk membeli makanan dan minuman sembari menenangkan otaknya. Tidak peduli lagi pada pandangan para member dan staf, Haechan hanya membawa Jeno dan mereka pergi makan di cafe hanya berdua. Beruntung sepertinya tidak ada member yang curiga mereka membiarkan Jeno dan Haechan pergi berdua sementara member lain memilih memesan makanan dari luar dan dimakan di studio tempat pengambilan gambar tadi.
Haechan menghampiri ke tempat duduk Jeno dengan membawa makanan dan minuman yang dipesannya. Jeno tampak termenung dengan tatapan kosong, membuat Haechan tidak tega.
"Janga dipikirkan. Ayo makan dulu, " tegur Haechan dan duduk depan Jeno.
Jeno menatapnya sarat akan kecemasan. "Aku takut," ucap Jeno. Ia bahkan ingin menangis rasanya, tapi ditahan sebab ia sedang bekerja sekarang.
Haechan menghela napasnya. "Tidak perlu takut, ada aku disini. Kalau kau takut menghadapi itu, kau hanya perlu berada di sampingku dan menemani aku saat menghadapi itu nanti," tutur Haechan tulus.
Jeno semakin berkaca-kaca, tidak tega membuat Haechan merasa terbebani untuk menghadapi masalahnya sendirian. Seharusnya Jeno juga ikut menghadapinya kan? Tapi entah kenapa Jeno merasa begitu takut.
"Kau masih saja santai?" Tanya Jeno penasaran karena Haechan terlihat tidak panik seperti dirinya.
Haechan mendengkus pelan. "Mana ada aku santai, aku juga cemas sepertimu, tapi aku masih berusaha bersikap biasa saja." Jawab Haechan.
Ia memperhatikan sekitarnya untuk memastikan tidak ada yang memantau nya. Setelah merasa situasi aman Haechan pun memberanikan memegang tangan Jeno untuk menenangkan.
"Mulai sekarang kita akan lebih hati-hati. Jangan terlalu takut, ya, pikiranmu jadi kacau dan tidak fokus nanti kau sakit, sekarang kita sedang padat jadwal persiapan comeback, " tutur Haechan perhatian. Ia tidak ingin gara-gara masalah ini nanti malah membuat Jeno jadi terlalu memikirkan dan akhirnya jatuh sakit.
Jeno mencoba tenang dan menarik napasnya dalam kemudian di hembuskan pelan. "Aku akan berusaha, "
"Aku akan selalu memantau mu," kata Haechan.
"Tidak perlu, nanti malah orang orang semakin curiga. Untuk sementara kita jaga jarak dulu ya, " ujar Jeno kemudian.
Haechan terdiam. Sejujurnya ia tidak bisa, tapi melihat bagaimana kecemasan Jeno yang sangat takut hubungannya terbongkar akhirnya Haechan mengangguk pasrah.
"Baiklah. Tapi janji jaga kesehatan dan fokus ya, jangan terlalu di pikirkan. Pokoknya tenang saja, aku ada disini," senyum hangat Haechan terukir yang seketika membuat Jeno ternyuh dan percaya bahwa Haechan pasti bisa menemaninya menghadapi semuanya nanti.
"Terimakasih, "
Haechan mengangguk. "Sekarang makan dulu sebelum breaktime habis."
"Iya."
*****
"Jaemin," panggil Haechan begitu mereka sampai di dorm. Seluruh member sudah masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan Haechan menyempatkan untuk mengajak Jaemin bicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
behind the scenes // Hyuckno [Discontinue]
Fanfiction[Hyuckno story] Haechan dom! Jeno sub! yang mereka tau hanya nomin, markhyuck, jichen dan shipper yang nampak di layar, yang sebenarnya hanya pasangan buatan agensi. tapi siapa sangka dibalik itu ternyata ada yang benar-benar saling mencintai namun...
![behind the scenes // Hyuckno [Discontinue]](https://img.wattpad.com/cover/318102258-64-k17907.jpg)