Part 18

944 108 43
                                    

3 tahun berlalu, Apple benar-benar menepati janjinya dengan menjadi ibu yang baik untuk Fiat tanpa membedakan kasih sayang Fiat dan Fika. Apple benar-benar tulus menyayangi Fiat tanpa ada sandiwara di dalamnya, usia Fiat dan Fika juga sudah hampir 4 tahun, rumah tangga Krist terbilang sangat harmonis selama 5 tahun ini, tak jarang jika rumah tangganya terekspos di televisi, seorang pengusaha tampan dengan istri yang cantik dan memiliki dua anak yang lucu.

Masih tak ada cinta di hati keduanya, walau mereka terlihat harmonis di depan public sekalipun. Krist semakin gila bekerja dan Apple sibuk mengurus dua anak di rumahnya, Apple tak pernah menuntut apapun kepada Krist termasuk urusan ranjang, Apple mengerti jika Krist benar-benar tak menyukai wanita jadi untuk apa ia memaksa? Apple juga sudah tahu jika papa Fiat itu Singto, Krist sudah menceritakan semuanya.

Tidak, Apple benar-benar tak membenci Fiat, ia hanya membenci Singto yang sedikit egois memilih untuk pergi meninggalkan anaknya demi orang yang di cintainya itu, bukankah proses saat Fiat di buat mereka melakukannya bersama? Dalam artian tak ada paksaan untuk itu? Kenapa sekarang saat hasilnya sudah terlihat Singto memilih meninggalkannya? Apple juga tahu jika Krist sangat mencintai Singto, bahkan hingga sekarang.

Krist sekarang sedikit lebih baik pada Apple, tak seperti awal pernikahan mereka, Krist menjalankan tugasnya sebagai suami dengan baik walau ia tak bisa melakukan urusan ranjang. Krist juga tahu ayah kandung Fika, terkadang Apple mempertemukan Fika dengan Plustor. Mereka benar-benar berdamai dengan keadaan sekarang, Krist tak pernah cemburu jika Apple bertemu Plustor bahkan tak jarang jika Apple membawa Fiat juga. Entahlah Krist hanya merasa jika mereka semua mendapat keuntungan dari itu semua, Fiat membutuhkan figur seorang Ibu dan Apple bisa memberikan itu, jadi tak ada alasan untuk dia menceraikan Apple, Fiat bahkan sangat dekat dengan Apple.

Sebenarnya Apple berulang kali meminta cerai pada Krist, Apple ingin menikah dengan Plustor Ayah kandung Fika, hanya saja Krist sering mengulur waktu, bukan karna Krist mencintai Apple, Krist hanya tak mau Fiat sedih jika Apple tak tinggal bersama mereka lagi, padahal Apple sudah menjanjikan tetap akan menemui Fiat walau ia menikah dengan Plustor. Entahlah... Rumah tangganya benar-benar rumit sekarang.

Hari ini Krist sudah berjanji akan membawa anak dan istrinya pergi liburan ke pantai, Fiat dan Fika sudah bersiap begitu juga dengan Apple.

Apple dan Krist memang seperti saudara, tak seperti suami istri pada umumnya, Apple bahkan meminta ijin kepada Plustor akan pergi ke pantai bersama Krist dan Plustor memberi ijin untuk itu mungkin karna ia tahu dengan pasangan tak normal itu, jadi ia membebaskan kekasihnya pergi.

Di sepanjang jalan Apple sibuk menceritakan keseharian Fika dan Fiat saat Krist berkerja, bercerita tentang bagaimana aktifnya Fiat sekarang.

"Terima kasih." Ucap Krist.

"Untuk apa Phi?"

"Sudah menjaga Fiat dengan baik."

"Fiat sudah seperti anak kandung ku sendiri."

"Bagaimana dengan ku?"

"Phi juga seperti Phi untuk ku." Ucap Apple kemudian keduanya tertawa bersama.

Krist memang menganggap Apple adiknya bukan istrinya, mereka bahkan tidur di kamar terpisah.

"Apa phi tak ingin mencari pria lain?"

"Tidak."

"Kenapa? Phi belum melupakan dia?"

"Tidak juga, aku sudah cukup dengan ini."

"Bagaimana dengan ku?"

"Baiklah, aku akan menceraikan mu."

"Benarkah?" Ucap Apple girang.

"Iya." Ucap Krist sembari mengacak rambut Apple.

"Aku berjanji aku akan lebih sering menemui Fiat atau jika perlu Fiat ikut tinggal bersama ku saja, bagaimana?"

"Kita lihat nanti." Ucap Krist sembari menatap ke belakang, di belakang Fiat dan Fika sedang tertidur pulas.

Beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka tiba di pantai, Krist menggendong Fiat sedangkan Apple menggendong Fika, mereka berjalan menelusuri pasir pantai bersama dengan Fiat dan Fika yang berlari mendahului orang tua mereka.

"Jika Fiat terus mencari mu aku akan membiarkan Fiat ikut tinggal bersama mu nanti apa kamu tak keberatan?" Ucap Krist sembari menatap Fiat dan Fika yang tengah bermain pasir.

"Tentu saja tidak."

Apple berjalan menikmati suasana pantai dengan diikuti oleh Krist dari belakang begitu juga dengan Fiat dan Fika yang berlari mengejar daddy dan mommy mereka, tak jauh dari keluarga kecil itu, ada yang menatap dari kejauhan, Singto meneteskan air matanya melihat Krist yang tampak bahagia bersama dengan Apple dan kedua anak mereka.

Singto melihat Krist tengah bermain pasir dengan Fiat dan Fika sekarang, sedangkan Apple mengambil gambar mereka bertiga, bukankah mereka seperti keluarga bahagia? Singto juga sering melihat keluarga cemara itu dari televisi.

"Ayo pergi." Ucap Natt membuat Singto mengangguk.

"Sayang sepertinya Angel kelelahan, apa sebaiknya kita kembali ke penginapan." Ucap Namtarn.

"Singto, apa kamu tak masalah ku tinggal sendiri?"

"Tidak Phi, lagi pula bukankah aku memang sendiri ke sini tadi." Ucap Singto.

"Aku pergi dulu." Ucap Natt sembari menggandeng tangan Namtarn.

Singto tersenyum melihat kepergian Namtarn dan Natt, Singto duduk di sebuah gazebo tepi pantai, ia memang pergi sendiri tadi dan bertemu dengan Natt dan istrinya di tempat makan. Natt memang sudah menikah dengan dokter cantik yang menemaninya saat itu, psikiater yang membantunya keluar dari rasa trauma.

Setelah ia dan Singto pergi meninggalkan rumah itu, mereka memang tinggal bersama selama satu minggu, namun keduanya sudah tak merasakan cinta lagi seperti dulu, Singto sadar jika ia tak mencintai Natt lagi dan Natt juga mengakui jika ia mencintai dokter Namtarn jadi keduanya memutuskan untuk berpisah baik-baik.

Singto bahkan baru tersadar jika ia mencintai Krist namun semua terlambat, ia merasa malu jika meminta Krist untuk kembali padanya mengingat jika Krist memang sudah mempunyai istri, itu sebabnya Singto memilih menghilang dari kehidupan Krist.

Natt sudah menganggap Singto seperti adiknya dan komunikasi keduanya masih sangat lancar hanya saja mereka berbeda tempat tinggal sekarang, Namtarn juga tahu jika Singto mantan Natt namun Namtarn tak mempermasalahkan itu semua.

Singto sering merasakan rindu pada Fiat, Singto juga sering melihat Fiat di televisi, hanya itu yang bisa di lakukannya untuk menuntaskan rasa rindunya.

Fiat pasti tak akan mau menganggap dirinya papa jadi untuk apa dia hadir? Fiat bahkan sudah mempunyai mommy yang begitu cantik dan sayang padanya.

Singto menangis mengingat Fiat ia merindukan anaknya, tapi apakah dia pantas di sebut seorang papa? Singto mendengar suara anak kecil tertawa dan suara orang dewasa, ia melihat tak jauh darinya ada Krist dan Fiat yang tengah bermain kejar-kejaran namun ia tak melihat keberadaan Apple dan Fika. Singto menatap keduanya dari kejauhan menyaksikan betapa bahagianya Fiat dan Krist.

Seorang anak kecil perempuan mendekat ke arah Krist dan Fiat.

"Daddy, Fika lapar." Ucap Fika.

"Dimana mommy?" Tanya Krist.

"Di sana." Ucap Fika sembari menunjuk ke arah apple.

"Baiklah, ayo kita pergi mencari makanan." Ucap Krist sembari menggandeng tangan Fika dan Fiat menghampiri Apple.

Singto tersenyum menyaksikan semuanya kemudian memilih untuk pergi dari sana sebelum Krist melihat keberadaannya.















Tbc.

MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang