4 bersaudara yang hidup tanpa orang tua. Bertarung bersama melawan kerasnya hidup.
Hidup di lingkungan ilegal membuat hidup mereka terus-terusan dilanda masalah dan bahaya.
Timur, Barat, Selatan dan Utara.
Diantara mereka ber 4, Utara yang merupakan adik bungsu rupanya satu-satunya anak yang paling babal dan susah diatur.
Hidupnya hanya tentang arena balapan.
Berbeda dengan ketiga saudaranya yang selalu mengambil kerjaan ilegal dengan misi berbahaya demi mendapatkan uang untuk menghidupi kehidupan mereka bersama.
Semenjak kedua orangtua mereka meninggal karna insiden pembunuhan, kini hidup mereka bergantung pada pekerjaan ilegal untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing.
Mereka turut mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan uang puluhan bahkan ratusan juta sebagai imbalannya.
Utara tidak pernah turut dalam pengerjaan misi ilegal bersama dengan saudara-saudaranya karna menurutnya, balapan tentu lebih menantang dan seru.
Toh dia juga mendapat uang yang tak kalah banyak dengan upah mereka.
Namun disamping itu, alasan lain mengapa Utara tak ingin bergabung dengan saudaranya ialah karna ia tak ingin membebani pekerjaan mereka.
Utara sadar betul bahwa kehadirannya seringkali merepotkan ketiga saudaranya.
Bahkan kini Utara memilih untuk berhenti sekolah ketika ia masih sangat ingin mengenyam pendidikan didunia SMA.
Utara seringkali berkelahi dan berakhir mendapat surat panggilan orang tua/wali yang dimana tentu saja diantara ketiga kakaknya harus datang untuk menghadap guru Utara di sekolah.
Utara merasa semakin menjadi beban. Ia bahkan seringkali beradu mulut dengan kakak keduanya, yakni Barat.
Barat selalu mengeluhkan kenakalan adik bungsunya itu. Mengingat ia juga seorang wanita, rasa cerewet yang ia miliki juga tak kalah jauh dengan sosok figur seorang Ibu.
Namun, bagi Utara hal itu sangat menyebalkan.
Pertengkaran mereka seringkali menjadi serius dan berakhir dengan Timur dan Selatan yang akan menjadi penengah.
Timur selaku kakak tertua juga seringkali merasa kesal dengan tingkah Utara yang semakin hari menjadi semakin semena-mena.
Timur dan Selatan juga tak jarang ikut menegur mulai dari secara halus hingga pernah dengan bentakan keras. Dan hingga detik inipun hal itu masih kerap terjadi, sehingga membuat Utara semakin merasa terpojokkan ketika berada di rumah.
🐶❤️🐻⭐️
Timur pulang dengan raut wajah serius. Disana, Barat dan Selatan sedang duduk di sofa ruang tamu sembari menunggu kepulangan sang kakak tertua.
"Gimana Tim? udah lo deal tawarannya sama pak Salim?" Tanya Barat tiba-tiba.
Sebelum menjawab, Timur kini ikut duduk bersama dengan Selatan dan Barat di sofa itu.
"Upahnya 4 M-"
"WHATT?!" Potong Barat dengan suara lantangnya hingga membuat kedua saudaranya reflek menutup telinga.
"Denger dulu. Upahnya memang banyak, tapi kerjaannya juga bawa hidup dan mati. Kita butuh formasi yang bener-bener mateng"
Selatan menaikkan satu alisnya.
"Emang misinya apaan?" Selatan bertanya.
"Nganter sabu 1 truk ke Pangandaran, di Pantai Mandasari"
Barat dan Selatan membulatkan matanya sempurna.
