𝐇𝐈 𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 😍
𝐈 𝐇𝐎𝐏𝐄 𝐘𝐎𝐔 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐈𝐓 𝐆𝐔𝐘𝐒⚠︎ 𝐝𝐨𝐧'𝐭 𝐟𝐨𝐫𝐠𝐞𝐭 𝐭𝐨 𝐯𝐨𝐭𝐞, 𝐜𝐨𝐦𝐦𝐞𝐧𝐭 𝐚𝐧𝐝 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞.
- 𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠 シ︎
_____
Masih duduk di bangku sekolah, merasa bahagia dengan dunianya sendiri, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba tiba mendapat serangan di luar nalar ayah dan bunda mempertemukan dirinya dengan seseorang.
Dia sekarang ada tepat di depan matanya. Berpakaian formal tapi berantakan. Dua kancing atas kemejanya yang di biarkan terlepas, rambut yang tidak tertata rapih, lengan baju yang di gulung asal sampai siku, jelas tidak menggambarkan laki-laki baik. Dan lebih parahnya dia terlihat tenang seraya menikmati secangkir coffee.
Anin yang hidupnya merasa sangat terancam, berada di kondisi yang sedang genting seperti ini harus berhadapan dengan orang aneh. Bukannya menolak, orang itu malah meng-iyakan semua perkataan mereka.
"Bulan depan kami akan berangkat ke Amerika, jadi acara pernikahan kalian akan di percepat satu minggu lagi," ungkap Mahendra Dirga, melayangkan kalimat spontan yang membuat leher Anin tercekat.
"Yah? Kenapa di percepat?" protes Anin tak percaya.
"Ini demi kebaikan kalian berdua sayang, Ayah sama Bunda gak mau kamu sendirian di sini. Jadi biar Erlan bisa jagain kamu 24 jam!"
Anin menggeleng kecil, air mata menetes membasahi pipinya. "Anin gak mau, Yah..."
Jihan Sanaya, wanita paruh baya itu memberi usapan lembut pada tangan putrinya. "Turuti apa kata Ayah sayang, ini demi kebaikan kamu."
"Anin gak mau bun," lirih Anin menjatuhkan kepala di pundak Bundanya. Lantaran Jihan tidak bisa membela anaknya, karena bagaimana pun juga keputusan sang suami tidak bisa diganggu gugat.
"Kamu bagaimana, Erlan?" tanya Hendra menatap remaja lelaki yang sangat tampan dengan setelan kemeja yang tidak rapi, anak itu sebaya putrinya yang terpaut satu tahun.
"Saya siap om, apapun keputusannya saya siap menerima," ujar Erlan terdengar berwibawa tanpa berpikir panjang lagi.
Erlangga Pradhika. Lelaki perperawakan tinggi, kekar, yang saat ini bersanding bersamanya. Siapa sangka? Kapten basket yang terkenal dimana mana, terkesan cuek, malas berurusan dengan perempuan mana pun malah menerima perjodohan? Tidak salah?
Lantas para orang tua tersenyum puas akan jawabannya. Satu kali pertanyaan dapat di jawab segampang itu oleh Erlan.
"Kalo gitu biar saya yang urus semuanya dalam waktu dekat ini ya," ucap Hendra yang di angguki semua.
"Tapi Yah, apa gak kecepetan?" tanya Anin. Berharap bisa di undur agar dirinya bisa memikirkan lagi dengan matang matang, apalagi ini menyangkut masa depan mereka.
"Lebih cepat lebih baik Nin, kamu cukup nurut saja sama ayah."
Hendra itu di kenal sebagai pendiri perusahan besar di New York, dan di Indonesia Hendra hanya menyekolahkan putrinya saja meski menetap di Amerika. Sementara Arhan Arsenio, Papa dari Erlan terkenal pemilik resort hotel terbesar di Indonesia. Keduanya bergabung untuk memajukan kedua bisnis besar itu untuk anak anak sebagai warisan dimasa depan.
Di sela sela perbincangan ini, tatapan Erlan tak luput dari gadis cantik yang berada di hadapannya. Anin terlihat cantik mengenakan dress elegan. Di tambah polesan make up natural yang menambah kecantikan di wajah imutnya. Hal itu tentu membuat Erlan terkesima, ingin selalu menatapnya, dan ingin!

YOU ARE READING
ERLANGGA✔️
Teen Fiction‼️𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐁𝐀𝐂𝐀‼️ "Lo nyuruh gue buat berhenti ngerokok? Berarti bibir manis lo itu siap jadi pengganti rokok gue." "Satu hal lagi, gue gak suka penolakan." Namanya Erlangga Pradhika, manusia berpredikat tampan seantero SMA Ca...