"kira-kira kenapa kakek mengumpulkan kita?" Tanya Suho begitu mereka memarkir mobil di rumah utama.
"entahlah, aku tidak tahu. Aku angkat telfon dari RS dulu, mas masuk saja duluan." Ucap Irene sesaat sebelum turun dari mobil lalu sedikit menjauh karena ada telfon emergency dari RS.
Suho dengan tangan yang sudah berkeringat memberanikan diri memasuki rumah utama yang langsung disambut oleh asisten rumah tangga.
Irene masuk ke rumah utama beberapa saat kemudian, saat dia ke ruang makan, disana hanya ada neneknya, Raina dan ibunya, sedangkan dia tidak melihat Adhiyaksa ataupun Suho.
"Kemana yang lainnya?" Tanyanya santai sambil melepas blazer miliknya dan meletakkannya sembarangan di sofa.
"Dek, di ambil! Kebiasaan naruhnya sembarangan."
Irene terlihat memajukan bibirnya sebagai bentuk protesnya saat ibunya mengingatkan dimana dia seharusnya meletakkan blazernya.
"Rene Rene, udah mau umur 33th masih aja kena omel perkara begituan." Goda Raina sambil tertawa kecil yang mendapat tatapan tajam dari Irene.
"Kakekmu, suamimu dan kakak iparmu sedang ada di ruang kerja ayahmu." Ucap nenek kemudian begitu Irene duduk di kursi makan yang ada di samping ibunya.
"Apa yang mereka bicarakan?"
"Entahlah. Ibu tidak tahu." Ucap nyonya Alena santai sambil menuangkan air putih ke gelas kosong putrinya.
Tidak berselang lama mereka turun dari lantai dua, dan yang membuat Irene sedikit terkejut karena ada Uncle Sam di antara mereka.
Sepanjang makan malam mereka hanya membahas masa kecil Raina dan Irene, semua tingkah nakal dan lucu dua anak tersebut, terkecuali masa-masa kelam Irene dan Raina saat di pukuli ayahnya karena saat itu Nyonya Alena belum bisa memantau Irene dan Raina 24 jam.
----------------------------&&---------------------
"Bagaimana kalau kita menginap disini saja malam ini?" Ucap Adhiyaksa saat mereka berempat sedang berkumpul di balkon.
"Boleh juga." Ucap Irene santai, "tapi kenapa ada uncle Sam hari ini?" Lanjutnya penasaran.
"Kami membahas masalah ayah mertua." Ucap Suho menjawab pertanyaan istrinya.
"Kenapa membahas lelaki itu?" Tanya Raina penasaran dengan wajah sinis tidak suka.
"Kalau sampai kami melakukan hal yang sama, kami akan berakhir sama seperti ayah mertua, itu yang dikatakan Ketua." Ucap Adhiyaksa menjelaskan dengan ekspresi seolah-olah ngeri mengingat pertemuan mereka berempat di ruang kerja tadi.
"Kak, apakah Uncle Sam memang dekat dengan ibu?" Tanya Irene mengarahkan tatapannya kepada Raina yang sedang duduk di sisi kanannya.
"Setauku iya. Ibu, uncle Sam dan mendiang mama teman dari SMP. Kenapa?"
Irene hanya tersenyum dengan ekspresi seolah-olah mendapat ide di kepalanya.
"Berhenti bermain-main, katakan apa yang ada di kepalamu!" Ucap Raina kemudian karena dia sangat tahu pasti isi kepala Irene sudah sangat abstrak sekarang.
"Bagaimana kalau kita jodohkan mereka?"
Pertanyaan Irene membuat Adhiyaksa dan Suho yang sedang menikmati wine mendadak tersedak.
"Sayang, apa ini? Kenapa tiba-tiba abstrak sekali pembahasannya?" Protes Suho sambil membersihkan mulutnya dengan tangannya.
"Jangan heran, Irene yang sesungguhnya memang seperti ini." Jawab Raina dengan kekehan pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Scandal [SELESAI]
FanfictionNiena Irene Pratishta Wicaksono, seorang dokter dan direktur muda di Grandmark Hospital terlibat skandal yang mengharuskannya menikah dengan seorang aktor sekaligus penyanyi ternama, Akhilendra Suho Kaivan Daneswara. Bagaimana kisah perjalanan rumah...
![The Scandal [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/339054711-64-k31498.jpg)