Prolog

61 6 12
                                    


"Guys ini bunda kemana???" 

"Ampun bunda dicari anaknyaa." Choqy menyenggol kaki Cesca dengan kakinya sendiri.

"Idih, ituloh Arand-Zella anaknya bunda." Cesca melempar ejekan Choqy kepada Arand dan Zella.

Arand hanya diam sementara Zella menunjuk Livi. "Ituloh disana, si paling anak bunda."

"Eh." Livi mengernyit. "Kok gua sih."

"Kenyataan tolong diakui ya, Livi." Kata Luke.

"Lo tuh yang lebih-lebih anak bunda dibanding gua."

"Woi." Saga menyela. "Daripada lo semua gengsi rebutan pengen jadi anak bunda, mending gue aja kali."

"Titan kayak lo masa iya jadi anaknya bunda." Ejek Aldric.

"Lo ga pernah belajar bahayanya bullying ya, dric?" Tanya Saga pasrah.

"Mana ada Aldric belajar." Kata Sunghoon. "Pas ada Pak Rohmadi aja dia malah salfok penasaran kepala Pak Rohmadi itu botak ato ga."

"Paraahh.." Chae tergelak.

"Emang Oza, botak?" Celetuk Dean.

"Sembarangan lo." Oza melempar bola kertas ke kepala Dean.

"Capek punya temen pembully." Rien menaruh kepala di meja, pura-pura pasrah.

"Buat yang inget-inget aja ya, siapa yang setuju Rien bos pembullynya?" Tanya Cathrine.

Seketika seluruh manusia di kelas mengangkat tangan.

"Yang ngangkat tangan setuju Cathrine itu rasis." Balas Rien.

Semua tangan masih terangkat kecuali tangan Cathrine.

"Wah, fitnah ituu!!" Sanggah Cathrine.

"Gua saksinya." Asta angkat bicara.

"Gua juga." Tambah Neisha.

"Tambah gua." Zayyan ikut mengangkat tangan.

"Apalo, yan!" Ujar Cesca. "Pasti lo angkat tangan gegara Neisha kan???"

"Dih, si paling loh!" Dukung Cara. "Klo mau pacaran jangan disini lo!!!"

"Setuju!" Kata Alice. "Nanti di-konseling bunda tau rasa lo!"

"Wah, menakutkan!" Oza menutup mulutnya, pura-pura takut. "Di-konseling bunda loh!"

BRAK!, suara meja mengagetkan kelas.

"Bunda, woi!" Ethal segera melepas airpods dari telinganya, meyembunyikannya.

Seluruh kelas melakukan hal yang sama, segera menyembunyikan airpods dari jangkauan bunda atau siapapun termasuk manusia paranormal.

Cklek, bunda-eh, wali kelas kelas XI-S pun memasuki kelas, dan hari pun berjalan seperti biasanya (sama kacaunya maksudnya.)

~

Class on chaosTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang