•---------- previous chapter -----------•
*brak*
Suara pintu di dobrak berhasil mengalihkan perhatian isagi dan (M/N). Di pintu terlihat seorang anak laki-laki bersurai hitam dan kuning yang menatap ke arah isagi dengan tatapan kesal.
"ISAGI YOICHI!! Lo gw cari ke seluruh penjuru dunia gak ketemu ternyata berduaan sama (M/N)!!"
--------------------------------
Anak laki-laki itu berkata dengan suara keras untuk meluapkan amarahnya kepada isagi.
"Heh Bachira memeg (meguru), mang napa kalo gw berduaan sama (M/N)? Iri ya? Wleee!!"
Isagi memeluk (M/N) erat saat melihat Bachira yang bersiap untuk merebut (M/N) darinya.
"Gantian!! Sekarang gw yang berduaan sama (M/N)!!!" -Bachira
"Gak! Gak mau!" -Isagi
(M/N) yang merasa di perebutkan pun mulai angkat suara.
"Heh, ini masih pagi! Kenapa kalian berantem di kamarku?! Kenapa gak di lapangan aja sono sekalian bawa palu ama arit! ... "
Isagi dan Bachira hanya diam saat (M/N) memarahi mereka di sertai dengan ceramah yang menghabiskan waktu sekitar 5 menit.
(M/N) menghela nafas pelan lalu kembali duduk di pinggir kasurnya sambil memperhatikan kedua anak laki-laki yang terduduk di lantai. Selang beberapa detik diisi dengan kesunyian, akhirnya (M/N) angkat bicara.
"Lain kali jangan ulangi lagi, atau aku akan menyuruh ibuku untuk mengusir kalian berdua."
Kedua anak laki-laki tersebut hanya menganggukkan kepala mereka untuk mengiyakan perkataan (M/N).
"Oh ya, ngomong-ngomong kamu yang rambut hitam kuning. Siapa namamu?"
Bachira seketika berteriak kaget saat (M/N) menanyakan namanya. Dengan cepat (M/N) dan isagi menutup telinga mereka ketika bachira berteriak.
"(M/N) kok kamu lupa sama aku sih... Aku kan calon suamimu di masa depan 'Bachira Meguru'~"
Isagi yang mendengar kata 'calon suami' merasa geram dan hendak memukul bachira. Namun segera (M/N) hentikan dengan memegang kedua pergelangan tangan isagi agar tidak memukul bachira.
"Anu... Aku masih suka cewek ya.. Aku gak belok" -(M/N)
"Gpp, nanti kamu juga belok kok" -Bachira
"Ni anak pengen ku SmackDown asyu, nyebelin banget" -isi hati (M/N)
Pagi yang damai milik (M/N) di rusak oleh kedatangan bachira yang tiba-tiba dan membuat mood dek (M/N) down seketika.
"Oh ya (M/N) kok kamu bisa lupain chira sih? Chira salah apa sampai² (M/N) lupain chira yang gemoy nan manis ini...?"
Bachira memberikan (M/N) tatapan sok imut dengan puppy eyes.
"Heh memeg, lu gk tau apa kalo (M/N) itu amnesia?" -Isagi
"Hah?! (M/N) ku tersayang!!! Kok kamu bisa amnesia sihhh???" -Bachira
Bachira bertanya sambil memeluk (M/N) dan membasahi bajunya dengan air mata ke alay an.
"Ya... namanya juga musibah, gak ada yang tau... "
Isagi menepuk pundak (M/N) dengan lembut dan menatap (M/N) dengan senyum hangat di wajahnya.
"Jangan khawatir, kami pasti bisa membuatmu ingat kembali."
Ucap Isagi dengan penuh keyakinan diikuti anggukan oleh Bachira yang sudah menjauh sedikit dari (M/N). Sedangkan (M/N) hanya memberikan Isagi senyuman disertai dengan anggukan kecil.
"Iyain aja deh, walau nanti aku tetep gak inget apa².."
Hari menjelang siang, (M/N) sedang berdebat dengan ibunya karena (M/N) ingin bermain di luar.
"(M/N), kamu itu masih harus istirahat di rumah!" -ibu (M/N)
"Tapi (M/N) udah baikan mah, (M/N) juga bosen kalo harus di rumah mulu..." -(M/N)
Perdebatan itu berlangsung sekitar setengah jam atau 30 menit. Yang menang? Oh tentu saja ibu (M/N) karena Isagi dan Bachira yang menonton perdebatan tersebut, setuju dengan perkataan ibu (M/N).
"Cih, kayaknya harus make jurus andalan para bocil deh"
(M/N) perlahan mulai merengek agar ia di bolehkan bermain di luar. Ibu (M/N) yang terkejut sekaligus khawatir karena (M/N) mulai merengek pun hanya bisa memperbolehkan (M/N) untuk bermain di luar, namun dengan satu syarat, 'harus pulang sebelum makan malam'.
(M/N) yang kegirangan langsung mengajak Isagi dan Bachira untuk bermain di luar.
Di taman tak jauh dari rumah (M/N), mereka bertemu dengan 4 orang anak yang sedang bermain di sana. Beberapa dari mereka memanggil Isagi, Bachira serta (M/N) untuk ikut serta dalam permainan mereka.
Tentunya Isagi dan Bachira langsung berlari ke arah mereka, sedangkan dek (M/N) di sini hanya ikut-ikutan saja.
"(M/N) kau terlihat bingung, ada apa? Apa kau sakit?"
Seorang anak laki-laki berparas cantik seperti dek (M/N) bertanya dengan sedikit nada kekhawatiran yang terdengar di suaranya.
"Kabar baru ges!! (M/N) amnesia!!
Bachira berteriak cukup keras dan membuat keempat anak tersebut terkejut bukan main setelah mendengar keadaan (M/N).
"(M/N) itu bohong kan? Kamu masih inget aku kan?"
Seorang anak bersurai unggu bertanya dengan nada khawatir.
"(M/N) masih inget sei kan? (M/N) gak mungkin lupa ama sei kan??"
Salah satu anak yang lain, bersurai putih bertanya dengan nada sedih serta tubuh yang sedikit gemetar.
"(M/N) gak kenapa bisa amnesia?!"
Tanya seorang anak dengan surai orange dengan model rambut yang mirip dengan karakter anime sebelah bertanya dengan nada terkejut.
Sedangkan anak laki-laki berparas cantik tadi hanya diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun.
"Ya... Aku memang tidak mengingat apa-apa... Uhmm... Kalian ini... Siapa ya?"
(M/N) bertanya dengan sedikit memiringkan kepalanya.
"Kami ini temanmu, (M/N)."
Akhirnya si anak laki-laki berparas cantik itu angkat bicara, membuat perhatian (M/N) langsung tertuju padanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.•--------- To be continued ---------•
Hayoo, yang nungguin lanjutannya siapa aja??? Jadi gini, auth mo nanya nih.. Kalian kok bisa sampe ke book ini krn apa?
Jujurly nih ya, ak bikin ini book iseng² aja gt eh tau² nya ada yang nyasar. Beteweh mmf klo gaje/banyak typo.
Thx yang udh mau baca, 🌹 take this flor bwat yang udh nyasar ke sini. See you in the next chapter~ babay~

KAMU SEDANG MEMBACA
Reincarnated? || Blue lock x (uke) Male Reader |slow update|
Romance⚠warn⚠ >bxb >sedikit nsfw >ooc >uke reader >dsb. •--------------• °•• Seorang pemuda SMA bernama Kaneshiro (M/N) mengalami kejadian naas yang menyebabkannya kehilangan nyawanya. Namun sebuah keajaiban terjadi, pemuda tersebut bereinkarnasi di kehidu...