This is Original Story by NOVURIEEN Happy reading~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Viggo Aksaradhika memasuki perpustakaan kampus dengan langkah ragu. Bukan karena malu menggunakan stelan jas, bukan karena malu dengan usianya, bukan karena malu dengan anak-anak muda yang ada di dalam. Viggo justru takut, ia takut kenangan itu muncul lagi. Tidak, kenangan itu tak pernah menghilang, hanya saja Ia khawatir akan merindukan orang dalam kenangannya itu.
"Bang ... " suara Wirya, adik kandung nya itu membuat Viggo menoleh.
"Kalau lu diem aja disitu, nanti di amuk" lanjut Wirya
Ternyata tanpa sadar Viggo tak bergerak dari tempatnya berdiri sekarang. Ini bahkan hanya memasuki ruangan yang dulu ia habiskan bersama dengan orang itu, bagaimana jika ia bertemu langsung dengannya lagi?
"Di rak sana kayaknya deh" ucap Viggo seraya berjalan ke salah satu rak
Sampai di rak yang di tuju, Viggo mencari judul buku yang akan digunakan Wirya untuk tugasnya. Mereka sudah mencari di toko buku, namun sudah tak ada yang menjual, mungkin karena edisi lama.
Tangan Viggo terulur menggapai salah satu buku. Buku berwarna krem dan sudah lusuh. Matanya menatap buku itu.
"Kok judulnya beda?" Tanya Wirya
Tangan Viggo membuka buku tersebut, matanya melebar saat ia menemukan secarik kertas yang dilipat.
"Ada surat cinta nya ya?" Tanya Wirya lagi
Viggo mengambil kertas itu, lalu menaruh buku lusuh itu ke tempat nya semula.
Tangan Viggo membuka kertas tersebut. Sebuah tulisan tangan yang Viggo ingat membuat hatinya sedikit nyeri.
Ayo tetap bersama hingga J jadi penulis terkenal. V&J
"Bang ... itu punya lu?" Tanya Wirya untuk ketiga kalinya
"Iya" jawab Viggo sambil melipat kembali tulisan itu dan mengantonginya
Viggo menegakan kepala, ia mencari buku yang di butuhkan Wirya. Tangannya kembali terulur mengambil buku lalu memberikannya pada Wirya. "Nih ... "
"Cepet aja"
"Ngapain lama-lama"
"Gua udah cari muter-muter padahal dari kemaren"
"Cari pake mata bukan pake mulut" Viggo menyentil kening Wirya pelan
Wirya mendengus kesal
***novurieen***
Jetta menghela nafas panjang setelah ia akhirnya mendapatkan tempat untuk memarkirkan mobilnya. Mengambil paper bag berisi tugas adiknya yang tertinggal, Jetta pun keluar dari mobil.
Kembali ia menghela nafas panjang, entah sudah berapa lama ia tidak menginjakan kaki di kampus itu.
Kaki Jetta melangkah menuju perpustakaan kampus, tempat Nadien, adik Jetta menunggu.