In marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without.
Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
Seulgi PoV Saat ini aku sedang perjalanan untuk pulang setelah flight domestik bersama Wendy dan Do-Ha Samchon. Hari ini benar-benar membuat aku terkejut dan tak menyangka dengan Do-Ha Samchon.
Sudah satu tahun aku menyimpan semuanya sendiri, entah mengapa aku tidak punya keberanian untuk bercerita pada siapapun. Aku merasa tidak enak dengan keluarga Lisa terutama pada sahabatku, aku takut merusak hubungan keluarga mereka. Tapi Do-Ha Samchon keterlaluan, aku kira dia sudah berhenti, tapi ternyata masih bersama Nayeon yang ternyata selingkuhan Wendy juga.
Wendy ada bersamaku saat ini, kami mendapatkan mobil yang sama untuk mengantar pulang. Sepanjang perjalanan aku tidak berbicara apapun padanya, aku marah tapi ini urusannya dengan Joy. Huh serba salah bukan menjadi aku?
"eummm Gi, apa kita akan seperti ini terus? aku tahu aku salah, tapi Joy pun sudah memaafkan aku, mengapa kau dan Lisa sulit menerima aku kembali? kita bersahabat Gi, seharusnya kau mendukung dan tidak meninggalkan aku" ungkapnya
Setelah hampir setengah perjalanan pulang dia baru berbicara. "huh kami tidak berteman dengan seorang penghianat. Joy memaafkanmu karena dia bodoh, mau menerima orang yang tidak ada niat untuk berubah" Aku duduk menyamping untuk melihat Wendy. "ingat Wen, selingkuh itu hanya membuatmu rugi dalam hal apapun. kau akan kehilangan orang yang benar-benar tulus untukmu, jujur saja aku dan Lisa sudah hilang respect padamu" lanjutku
"aku sulit untuk menahan godaan Gi, wanita itu selalu menggodaku. dia siap mengangkang kapanpun aku mau, aku sendiri bingung kenapa bisa seperti ini...bantu aku untuk berubah Gi bukan malah menjauh dan membiarkan aku menjadi semakin brengsek" lirihnya
"percuma aku membantu jika kau sendiri yang tidak mau berubah. apa Joy tidak berarti apapun untukmu? jika iya maka lepaskan dia, aku kasihan padanya"
Wendy tidak menjawab kembali ucapanku. Ahjussi juga sudah membukakan pintu untukku. "pikirkan dampak buruk yang akan kau dapat, sebelum kau menikmati lubang sialan milik pelacur itu" sarkas ku
brakkkkk
Pintu tertutup mobil tertutup, setelah mengucapkan terimakasih pada Ahjussi. Aku masuk ke dalam Apartement dan berjalan menuju unitku dan Irene. Kami dulu membeli unit ini dengan uang berdua dan kami nikmati berdua selama ini.
Candaan Irene yang memintaku untuk menikahinya sudah menjadi makanan bagiku. Bukan aku tidak mau menikahinya, aku sadar jika aku sama brengseknya dengan Wendy, hanya ingin enaknya saja dalam artian pemenuhan gairah sex. Tapi aku berani bersumpah, hanya Irene yang bercinta denganku.
Jika kalian ingin tahu apa alasannya? yang pertama aku takut komitmen, aku trauma melihat hubungan pernikahan orang-orang sekitarku. Aku melihat bagaimana Do-Ha Samchon berselingkuh, bagaimana Wendy yang sudah bertunangan pun berselingkuh.
Yang kedua, aku takut hubunganku bersama Irene berubah jika status kami berubah. Katakan aku brengsek dan pengecut, tapi akupun menahan ketakutan itu sendirian selama ini. Tapi mungkin malam ini aku akan bercerita pada Irene.
Aku masuk ke unit kami, ini masih pukul 7 malam. Lisa mengirim pesan di grup yang isinya hanya kami berempat, jika dia sedang dinner bersama Jennie di Mingles. Itu sedikit membuat Irene sebal karena dia pun ingin, huh dasar wanita selalu ingin saja.
"bunny, aku pulang" dengan suara yang cukup kuat. Oh ternyata dia sedang memasak, bidadariku sangat cantik saat menggunakan apron.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.