37

197 23 2
                                    


"Vino" ucap El saat paginya Ia keluar kamar dan melihat Vino.

"Kamu udah bangun? Aku udah beli sarapan. Ayo sarapan" ajak Vino.

"Vin, aku mau nyari tempat tinggal ya" ucap El.

"Kita omongin itu nanti, kamu sarapan dulu" Vino.

"Iya" jawab El duduk lalu Ia makan sarapan yang Vino beli.

"Hari ini kamu istirahat aja di sini dulu, dokter bilang kamu harus banyak istirahat dulu El" ucap Vino di sela-sela sarapan mereka.

"Iya Vino" jawab El.

"Bunda kamu juga mau dateng ke sini, kamu bisa ngobrol sama Bunda kamu El" ucap Vino.

"Iya, bunda udah hubungin Aku" El.

"Bicarakan soal hubunganmu dengan Aksa dan Key. Lebih tegas lah untuk kali ini El" ucap Vino namun tidak mendapat jawaban dari El.

.

.

Vino pergi bekerja dan meninggalkan El di apartemen nya. Saat El sedang istirahat di kamar Vino ternyata bel pintu apartemen Vino berbunyi membuat El keluar untuk membuka pintu.

Dan saat di buka ternyata Bunda dan Key.

"El" ucap Bunda memeluk sang putri.

"Maafin El bunda" ucap El dalam pelukan bundanya.

"Iya sayang, bagaimana keadaan kamu?" Tanya Bunda.

"Baik bund. Ayo masuk Bunda, Key" ajak El untuk masuk.

"Vino mana?" Tanya Bunda.

"Vino pergi bekerja" jawab El.

"Bund, makanannya gak di turunin tadi" ucap Key.

"Oh iya, ya ampun bunda lupa" ucap Bunda.

"Bunda ambil dulu ya" Bunda bergegas keluar dari apartemen meninggalkan kedua putrinya.

"Key" El memulai lebih dulu.




Bunda kembali ke unit apartemen Vino dan berpapasan dengan Key yang keluar dari unit apartemen Vino.

"Loh Key kenapa keluar?" Tanya Bunda.

"Key lupa bund ada urusan, Key pergi duluan ya" ucap Key pergi meninggalkan bunda yang berjalan masuk ke apartemen Vino.

Sebelum Ia masuk lift, Key melihat ke arah bundanya yang sudah masuk.

Sebelum Ia masuk lift, Key melihat ke arah bundanya yang sudah masuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebelum akhirnya Ia melangkah masuk ke dalam lift.



Bunda sudah duduk bersama El di dalam.

"Kapan kamu pulang El?" Tanya Bunda memegang tangan sang putri.

"Ayah gak mungkin ngijinin El pulang Bunda"

Regret In Mistakes Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang