Plakkkkk!
Suara tamparan keras nyaring terdengar di unit Apartement Nayeon. Pagi sekali Do-Ha mendatangi Nayeon, dia ingin tahu apa alasan Nayeon menyebarkan gambar Lisa. Sore nanti Do-Ha memiliki jadwal flight domestik dengan Wendy.
"aku memang menyukai hubungan ini denganmu, tapi kenapa kau mengusik hidup Lisa? dia anakku satu-satunya, selama ini hubungan kami baik..kenapa kau membuatnya malu? kenapa NAYEON JAWAB?!" bentak Do-Ha
"kau akan memiliki anak lainnya bersamaku, ada apa denganmu hah? kenapa kau kasar sekali padaku? gambar Lisa dan Rose itu bagus untuk pengalihan isu perselingkuhan kita..kau bahkan masih bisa tenang dan malah marah padaku...gosip aku hamil akan menyebar karena Rose tahu. kau tidak khawatir jika Lisa akan tahu? bodoh" ujar Nayeon.
"apa maksudmu dengan Lisa akan tahu?"
Nayeon terkekeh hambar, "Rose, wanita yang ada di gambar bersama Lisa...dia tahu aku hamil, entahlah dia tahu darimana. intinya Rose tahu aku hamil"
Do-Ha terdiam, bahkan lututnya lemas dia seketika tidak bisa berkata apapun. Terduduk lemas di sofa, "astaga, aku tidak ingin kehilangan Lisa dan istriku..tidak, Lisa tidak boleh tahu aku selingkuh, bahkan menghamili selingkuhanku..tidak, jangan, ah bodoh Do-Ha bodoh...Pharita dan Lisa tidak boleh pergi dari hidupku" gumam Do-Ha dengan frustrasi.
Nayeon yang melihat itu hanya tersenyum jahat, "aku akan mendapatkan mu Do-Ha, hanya untukku" batin Nayeon.
Kediaman Jenlisa
Pukul sudah menunjukkan waktunya makan siang, tapi Jennie masih belum keluar dari kamar. Lisa terus membujuk namun semua nihil, Jennie bahkan tidak memberi respon sama sekali.
Akhirnya Lisa dan Seulgi memberikan waktu lebih untuk Jennie menenangkan dirinya. Lisa sudah menceritakan semuanya pada Seulgi, mereka berbincang di taman belakang rumahnya. "wanita ular itu, dia mencoba memanfaatkan Wendy dan Daddymu. aku jadi bingung, anak siapa yang dia kandung sebenarnya...apa ada pria lain yang juga tidur dengannya?" ujar Seulgi
"entahlah, aku sudah meminta bantuan pada Wendy dan Rose untuk masalah ini. aku ingin bukti terlebih dahulu, agar alasanku kuat dalam menuduhnya nanti" balas Lisa
"nanti sore Wendy satu flight dengan Daddymu" ucap Seulgi setelah melihat jadwal.
Lisa mendapat free day 2 hari, dan akan flight kembali lusa nanti. "Wendy sudah tahu tugasnya...hem sebentar, kau mencium wangi masakan?" tanya Lisa
Seulgi mencoba mencari sumber wangi itu, saat melihat ke dalam Seulgi terkekeh. "istrimu bertanggung jawab pada perutmu, saat dia merasakan kecewa padamu...tetap saja dia melayanimu, dia sedang memasak"
Mata Lisa berbinar, dia merasa bersalah pada istrinya. Belum mendapatkan maaf dari Jennie, sama saja seperti kuliah namun tidak wisuda.
Saat Lisa akan bangkit, Seulgi menahan. "tunggulah hingga dia selesai, biarkan dia memasak dengan moodnya..jika kau kesana, itu hanya merubah moodnya"
Lisa menurut, dia kembali berbincang dengan Seulgi namun bukan tentang selingkuh. Lisa juga sudah meminta pada Seulgi untuk tidak bercerita pada Irene, hingga Lisa berhasil membongkar kebusukan Do-Ha.
Tak lama kemudian Jennie menghampiri keduanya, "makanlah, aku sudah memasak" ucapnya dan pergi begitu saja.
Seulgi meledek Lisa, "tidak ada jatah selama seminggu dan tidur di sofa...uh kasihan sekali sahabatku ini"
Seulgi masuk kedalam, dan segera mengambil makan yang disediakan Jennie. "kau tidak mau makan Lala? tak apa, aku suka masakan istrimu..aku habiskan ne?" goda Seulgi
"arggghhh Ya Tuhan, beruang sialan"
Lisa bergabung dengan Seulgi untuk makan siang, sebelumnya Lisa menyisihkan sebagian makanan ke piring lain, dia menyiapkan untuk Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Wedding Story
RomanceIn marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without. Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
