Jennie sedang mendapatkan tindakan di dalam ruangan. Diluar ruangan sudah berkumpul Appa dan Eomma Kim, beserta Jisoo dan Irene. Mereka sedang menunggu, kabar apa yang akan didapatkan dari Dokter Yonna mengenai Jennie dan baby.
Semua merasa sedih, menangis menjadi hal yang dilakukan oleh mereka. Semua orang tahu bagaimana perjuangan keduanya untuk mendapatkan keturunan. Akan sangat menyedihkan jika terjadi sesuatu, namun semua menunggu dan berharap semua akan baik-baik saja.
Irene dan Jisoo mengabari pasangan mereka, keduanya meminta untuk Rose dan Seulgi tidak membuat Lisa panik. Tapi mereka tidak tahu apa yang terjadi di Jepang. Lisa yang menaruh penasaran pada kedua temannya ini pun bisa menebak jika terjadi sesuatu pada Jennie dan anak mereka.
Lisa mencari penerbangan tercepat malam itu, dia akan kembali ke Korea Selatan sendirian, Seulgi ingin menemani pun tidak bisa karena mereka sedang bertugas. Berbeda dengan Lisa yang sudah tidak memperdulikan apapun lagi, yang ada di pikirannya hanya istri dan anaknya.
Untung saja ada penerbangan tercepat, walaupun harus menunggu 3 jam. Lisa baru akan flight pukul 11 malam, dan akan sampai Incheon pukul setengah dua dini hari. Sebenarnya Lisa tidak mendapatkan izin dari maskapai untuk pulang, maskapai meminta Lisa untuk tidak panik dan bersabar menunggu kabar dari Korea terlebih dahulu, namun rasa cemas yang terlalu besar membuat Lisa tidak pedulikan apa nantinya tanggapan maskapai.
Sambil menunggu flight nya, Lisa tak henti terus berdoa. Menangis histeris pun sudah saat di kamar hotel tadi saat Seulgi mengatakan jika Jennie terjatuh dan pendarahan. Saat ini Lisa diantar oleh Seulgi dan Rose ke bandara, menunggu hingga waktu check in tiba. Hanya membawa tas selendang miliknya, Lisa tidak membawa barang yang lain.
"hey, aku yakin Jennie akan baik-baik saja dengan bayi kalian..sudah jangan menangis" hibur Seulgi. Lisa menggeleng, bahkan wajahnya sudah memerah karena menangis. "aku gagal menjaga mereka..tidak jangan bayi kami Ya Tuhan, bagaimana jika mereka tidak selamat..Ugi bagaimana hiks" lirih Lisa
"Lisayaa, kau percaya Jennie adalah wanita paling kuat kan? kau sendiri yang selalu bilang seperti itu..maka yakin lah jika mereka pasti baik-baik saja..aku yakin itu" tambah Rose.
Keduanya kini mengapit Lisa di bangku tunggu, mereka paham dengan keadaan Lisa saat ini. Kalut dan hilang arah, menunggu lima tahun lamanya untuk mendapatkan baby. Tapi sekarang semua tergantung pada takdir.
Asan Medical Center
Dokter Yonna baru saja keluar dari ruangan, "Sajangnim mohon izin untuk mengabarkan kondisi Mommy dan Baby" kata Dokter Yonna. "silahkan Dokter" balas Appa Kim.
"emm untuk pendarahan sudah bisa kami hentikan..tapi baby tidak bisa menunggu lama dalam rahim, baby harus segera di lahirkan. agar Mommy dan Baby tidak mengalami hal yang tidak diinginkan" jelas Dokter Yonna.
"maka lakukan saja yang terbaik Dokter Yonna, selamatkan anak dan cucuku" lirih Eomma Kim
"saya akan melakukan yang terbaik, namun saat saya ingin melakukan proses selanjutnya. Dokter Kim Manoban menolak, dia berkata lirih ingin melahirkan ditemani suaminya" balas Dokter Yonna
"tapi Lisa sedang berada di Jepang sekarang, aku takut jika kondisi Jennie memburuk..huh anak itu" kata Appa Kim. "boleh ditanyakan saja dulu, dimana Tuan Manoban berada, jika memungkinkan...maka tidak masalah untuk menunggu, tapi jika terlalu lama, saya takut ada resiko yang lain" jelas Dokter Yonna.
Jisoo pun segera menelpon Lisa, namun Lisa tidak menjawab. Beralih ke ponsel Rose, "yoboseo, dimana Lisa sekarang?" tanya Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Wedding Story
RomanceIn marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without. Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
