Keesokan Harinya,
Banyak orang berdatangan ke rumah Jenlisa, teman Jennie semasa kuliah dan rekan kerja di Rumah Sakit pun bergantian berdatangan untuk melihat Tuan Muda Manoban ini. Sama dengan teman Jennie, rekan kerja Lisa pun datang ke rumah.
Pramugari yang terkenal cantik-cantik, tinggi, pun hadir disana. Walaupun Lisa pendiam dan irit bicara jika bekerja, tapi mereka tetap saja rekan kerja yang saling menghargai. Karena kehadiran Pramugari dengan paras menawan, kedua Dokter anak ini pun selalu mencuri perhatian mereka terhadap suami masing-masing.
"Jen, saat anakku lahir nanti..aku tidak akan mengadakan open house seperti ini. lihatlah mereka begitu cantik dan tinggi, jika kita berada disana mungkin tinggi kita hanya sebatas bahunya" bisik Irene
"Eon, diamlah aku perlu fokus pada pergerakan Lisa..banyak yang bilang suamiku itu kulkas berjalan, tapi lihatlah betapa friendly nya dia hari ini, menyebalkan awas saja" balas Jennie
"Seulgi juga tumben sekali bergabung dengan mereka..ish beruang sipit itu mencari masalah"
Kedua Dokter cantik ini terus berbincang dengan berbisik. Berbeda dengan Lisa dan Seulgi yang sedang berbincang dengan para Pilot lainnya disana, posisi rekan Pilot dan Pramugari berdekatan tapi di mata Jennie dan Irene, suami mereka mencari perhatian terhadap para wanita tinggi itu.
"perasaanku kenapa tidak enak ya?" tanya Seulgi pada Lisa. "memangnya kenapa? apa kau terkena serangan jantung?" tanya Lisa
"ish kurang ajar..Lisa ini lebih dari serangan jantung. kau lihat ke arah istri kita di belakang" bisik Seulgi.
Lisa melihat ke belakang, disana mata Jennie sudah menyalang bagai mata elang yang siap memangsa, bukan lagi mata kucing yang lembut. "shit, kita melakukan kesalahan apa Ugi? dari tadi kita hanya berbincang dengan mereka"
"Pramugari ada di dekat kita, mungkin mereka berpikiran jika kita berbincang dengan Pramugari" jawab Seulgi. Lisa menganggung, dia pun bergeser dan memilih untuk pergi dari sana. Lebih baik dianggap sombong orang lain dibanding mencari masalah dengan bos dirumah.
Open house ini sengaja mereka adakan untuk orang terdekat merasakan kebahagiaan yang sama dengan Jenlisa. Selebihnya mereka tidak akan menerima tamu lagi, karena akan fokus pada istirahat dan mensterilkan rumah. Jennie tidak banyak bergerak, mengingat jika dia mendapatkan beberapa jahitan yang bahkan belum mengering.
"Jen, selamat untuk kelahiran Lian dia sangat tampan" ucap Joy yang memeluk Jennie. "Joy terima kasih sudah hadir disini..aku senang, kita harus sering berkumpul dan bergosip lagi" balas Jennie.
"tentu kita harus bergosip lagi, mian jika aku rehat terlalu lama..tapi kini aku kembali dengan keadaan baik-baik saja..aku sudah ikhlas dengan kepergian Wendy, dan sekarang..ini Joy dengan versi terbaik yang bisa aku ciptakan" ungkap Joy.
"Joy, aku merindukanmu..aku butuh bantuan untuk membully Jennie selama ini huh" kata Irene dengan memeluk Joy juga. "kenapa suka sekali dengan mengolok Jennie, padahal cita-citamu menjodohkan anakmu dengan anaknya" balas Joy.
Irene melepas pelukannya dia cemberut, "anakku dan anak Jennie tidak berjodoh..mungkin menunggu anak kedua nanti, atau dengan Hana juga tidak masalah terpenting dengan keluarga Jennie, agar masa depan anakku cerah" jelas Irene. Membuat Jennie melohok, "jadi kau hanya ingin hidup enak begitu? ish" sebal Jennie membuat Joy terkekeh.
Berbagai ukuran kado sudah berjajar dan menumpuk di sudut ruangan. Itu untuk Lian semua, tamu satu persatu pergi, entah itu untuk bekerja kembali atau pulang. Di rumah Jenlisa, tamu yang tersisa hanya Irene, Seulgi dan orangtua mereka.
Ting!Ting!Ting!
Jisoo membuat suara dari gelas dengan sendok membuat perhatian semua orang teralihkan dari Lian. "emmm huh, keluarga kita sedang berbahagia karena kehadiran anggota baru, Lian sudah bersama kita sebagai keluar Kim Manoban..emm aku ingin membuat kebahagiaan ini semakin terasa dan berlangsung lebih lama. saya Kim Jisoo, mengatakan jika aku dan Roseanne Park kekasihku untuk melangkah ke hubungan yang lebih sebagai pasangan menikah. aku ingin melamar kekasihku" ungkap Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Wedding Story
RomanceIn marriage, it's not about finding someone you can live with. It's about finding someone you can't live without. Lika-Liku perjalanan pernikahan Lalisa Manoban seorang Kapten Pilot Korean Air dan Jennie Kim seorang Dokter Anak di Asan Medical Cente...
