Shaka menuruni tangga rumah nya, hendak menuju ke meja makan untuk sarapan, dari atas tangga shaka melihat ibu nya yang sedang menyantap sarapan nya.
"Pagi shaka,sini sarapan dulu"
Shaka hanya menatap ibu nya sekilas.
"Kalau orang tua ngomong itu di jawab,dasar ga ada sopan santun nya"ujar sang ibu
"Pagi"
"Tumben bgt di rumah,ternyata masih inget kalau punya anak ya?"ujar shaka sambil tersenyum ketus
Ibu berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah shaka.
"Maksud kamu apa shaka?!"
"Masih ga ngerti juga ternyata?"
"Kamu udah mulai kurang ajar ya sama orang tua,kamu kira semua fasilitas ini dari mana? Dari kerja keras ibu shaka,kamu harus nya ngaca"ujar sang ibu
"Fasilitas ibu bilang? Ibu bahkan jarang ngasih aku uang,ibu ngehamburin uang itu buat orang yang belum tentu cinta sama ibu"
Deg!
Ibu terdiam setelah mendengar penuturan dari sang anak,apakah anak nya sudah tau tentang diri nya?
"aku tau bu, ibu selalu ngehamburin uang buat laki-laki brengsek itu"ujar shaka
PLAKKK!!
Ibu menampar pipi mulus shaka, shaka terlihat biasa saja, sudah terbiasa.
"Kurang ajar kamu shaka, dia laki-laki yang bisa bikin ibu bahagia!!"
"Laki-laki itu cuma beda 2 tahun kan sama aku? Ibu gila!"
"Dari mana kamu tahu shaka?"tanya sang ibu
"Apa sih yang engga aku tahu tentang ibu? Yang ada ibu yang engga pernah tahu apapun tentang aku!!!"
"Kamu ga pernah bikin ibu bahagia shaka, gausah berlagak seolah-olah kamu bisa bikin ibu bahagia!!!!"
"Cihh, ibu tahu apa tentang bahagia?"tanya shaka
"Shaka,kamu!!!!"ujar ibu sambil menunjuk-nunjuk shaka menggunakan jari telunjuknya
"Ibu nyesel pernah ngelahirin kamu shaka."ujar ibu
"AKU JUGA GAPERNAH MAU DI LAHIRIN SAMA IBU!!"
"Kamu sekarang gini ya,pasti gara-gara temen-temen kamu yang ga bener itu!! Jangan pernah main sama mereka lagi!!!"ujar ibu
"IBU GA BERHAK NGATUR TENTANG PETERMANAN AKU!!!"
Setelah berkata seperti itu,shaka berjalan keluar rumah, sebelum itu dia mengambil kunci motor nya, lalu pergi dari perkarangan rumah nya.
Shaka pov
Aku berdebat dengan orang tuaku sendiri, orang yang mengandung dan melahirkan ku. hidup ku berubah drastis semenjak kematian ayah, aku berharap ayah kembali dan menyadarkan ibu, kalau keluarga itu lebih penting dari apapaun.
Disini di tempat ketika hati ku kacau, tempat aku melampiaskan amarah dan kekesalan ku.
Aku mulai meraih bungkus rokok dari saku celana ku, dan mengambil satu rokok itu, aku tipe orang yang jarang merokok, tapi jika aku sedang banyak masalah aku tidak akan berhenti merokok.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku mulai menyalakan rokok ku,dan menghisap nya, satu hisapan,dua,tiga,dan seterusnya, saat rokok itu habis aku mulai berdiri dan berteriak.