Seperti terjangan ombak yang berkala. Hanya satu pertanyaan, kapan ombak itu berhenti?
🕸️🕸️
Beberapa puluhan tahun yang lalu. Odelian, hanyalah sebuah keluarga kecil yang dipandang buruk oleh semua orang. Pekerjaan kotor yang dilakukan, membuat citra keluarga itu semakin memburuk.
Derick Odelian, sang ketua Yakuza di Jepang. Seorang lelaki yang tak memiliki tujuan apapun, selain membunuh atau dibunuh. Kehidupannya di Jepang sangatlah buas dan liar. Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Kelicikan, kekuatan, dan kebusukannya selama menjadi ketua selalu mengikutinya bak bayangan yang tak bisa lepas seumur hidup.
Sampai hari itu tiba, dimana sebuah altar pernikahan menjadi saksi untuknya bersumpah dan berjanji pada pasangannya. Pernikahan yang tidak pernah diinginkan sama sekali, malah menjadi belenggu takdir untuknya. Megan Tynora, gadis asal Rusia yang dijodohkan olehnya. Gadis yang berasal dari keluarga sederhana, disandingkan dengan dirinya yang selalu memandang buruk semua orang. Apa ini takdir?
Tidak ada cinta diantara mereka berdua. Hanya menjalankan kehidupan masing-masing di rumah yang sama. Ia yang selalu pergi ke Jepang untuk mengurusi kehidupan Yakuza miliknya, sementara sang istri mengurus perusahaannya sendiri. Tidak ada yang berubah sekalipun janji suci pernikahan mengikat mereka. Hingga sang buah hati lahir ditengah perang dingin itu.
"Kenapa putraku seperti ini?" tanya Derick, pada sang Dokter.
"Maafkan kami, Pak. Putra anda sangat lemah, kondisi tubuhnya berbeda dengan anak-anak lainnya. Mohon untuk menjaganya dengan hati-hati," jelas sang Dokter, membuat Derick seketika terdiam membisu.
Klauvien Odelian, putra tunggalnya yang memiliki keadaan tubuh lemah. Atas fakta mengerikan itu, menyebabkan Derick sangat membenci putranya. Tidak ada perhatian, maupun kasih sayang yang ia tunjukkan. Bertahun-tahun berlalu, hingga Vien memberi kabar atas keinginannya untuk menikahi seorang gadis terpandang.
"Berani sekali kau mau menikahi dia dari keluarga kaya raya!" bentak Derick pada Vien.
Vien hanya bisa menunduk tak melawan, sampai tamparan keras ia peroleh dari sang ayah. "Seberapa besar nyalimu, huh?" remeh Derick bertanya.
Karena tidak ada jawaban yang diterima, lantas Derick mencengkram kerah baju Vien agar menatap ke arahnya. "Kau sudah mempermalukan ku dengan tubuh lemahmu itu! Lalu sekarang? Kau mau membuatku diinjak-injak lagi?" tanyanya dengan nada rendah.
"Aku mencintainya, Ayah ...," lirih Vien, berujar. Hingga sang ayah mendorongnya kasar ke belakang.
"Status kita dengan mereka berbeda, Tuan muda Odelian." Usai berkata seperti itu, Derick langsung pergi meninggalkan Vien termenung sendiri disana.
Baru saja kejadian itu berlalu tiga hari, sebuah kabar besar dari sang kekasih anaknya hamil. Pernikahan tanpa adanya restu, harus digelar oleh keadaan. Rumah dingin itu, belum menemukan titik terang.
Hingga saat itu tiba, suara tangisan bayi laki-laki yang baru lahir didunia yang gelap. Namun, bayi kecil nan tampan itu, terpaksa menerima ketidaksukaan dari sang kepala keluarga. Lahir dengan keadaan fisik lemah, dan butuh perhatian lebih. Mata yang indah, tapi tak bisa melihat. Bayi itu lahir dalam keadaan diluar keinginan Derick. Tidak bisa dipungkiri, amarah membuncah dihatinya.
"Aku bisa gila, Megan ... AKU BISA GILA!!!" teriak Derick yang mulai menggila. Ia terduduk lemah, bersandar pilu pada sang istri.
Hari demi hari terlewat sempurna. Bayi yang telah diberi nama Geondra Odelian, telah mendapatkan donor mata saat usianya dua tahun. Meski memiliki penglihatan, fisik yang lemah seperti ayahnya, tak membuat Derick tertarik padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mawar Api
Mystery / ThrillerMawar merah ini, terlalu cantik untuk sekedar dipetik maupun dikotori. [Follow terlebih dahulu sebelum membaca!] Semua hal bisa dia miliki. Dia wanita 24 tahun. Dia hidup tanpa adanya kekurangan. Namun, semua menjadi abu yang berterbangan. Semua yan...
