Obsesi beracun

1.7K 173 92
                                        

Kejadian dikoridor utama tadi, dengan cepat menyebar luas keseluruh penjuru fakultas.

Savanna, gadis populer dari Jurusan Ekonomi baru saja dianiaya oleh Elvano Dahmer. Wajahnya sampai rusak karena mulut yang sobek lebar.

Hal tersebut membuat para mahasiswa merasa dipermainkan. Rumor akan Rosie yang begitu jahat sampai membuat Elvan dipandang sebagai seorang pembunuh menjadi sedikit diragukan setelah melihat tindakan Elvan tadi pagi.

Pemuda itu tampak tidak dipaksa atau diancam Rosie untuk bertindak seperti itu. Dia melakukan kekerasan tersebut atas kemauannya sendiri.

Para mahasiswa juga tidak sebodoh itu untuk menutup mata akan tabiat Elvan yang memang sudah buruk sejak lama.

Hanya saja, semua itu masih belum pasti selama Elvan dan Jeffrey tidak memberikan klarifikasi atas berita tersebut.

"Aku akan menemuimu lagi saat jam kedua ya sayang." ucap Elvan dengan senyum manis seraya mengusap sayang rambut kekasihnya. Rosie mematung karena begitu banyak pasang mata yang sedang menatap kepada mereka, termasuk Lisa dkk.

Elvan seperti sengaja memamerkan kemesraan mereka. Dia bahkan tidak peduli dengan kondisi Rosie karena tindakannya ini.

"Elvan—" Rosie agak keberatan akan tangan Elvan yang terus menyentuh kepalanya dengan bekas darah yang belum hilang. "Tanganmu."

"Oh, maaf sayang, aku terlalu suka menyentuh wajah cantikmu sampai lupa kalau ada kotoran najis ditanganku." Elvan membuka enteng tas milik Rosie lalu menyemprotkan parfum gadis itu pada tangannya.

"Elvan, kamu bisa menggunakan hand sanitizer—"

"Memang—tapi aku sengaja memakai parfummu agar baumu terus menempel kepadaku," Suara Elvan terdengar begitu keras dan bangga saat berucap, "lagipula tetap hilangkan? Dengan begini aku bisa terus mencium baumu juga, kamu kan tahu aku ini gampang sekali rindu padamu—sedetik saja rasanya aku sudah mau gila karena tidak menatapmu." sambungnya dengan tatapan penuh obsesi, disisi lain, ada sorot ejekan yang sedang Elvan berikan kepadanya. Dia sepertinya memang ingin gadis itu kena masalah.

"Masuk saja sayang, belajar yang rajin ya, kalau ada yang mengganggumu cepat adukan padaku," Elvan tiba-tiba menyoroti semua mahasiswa disekitar mereka, "dan aku pastikan nasib mereka akan lebih parah dari Savanna." tambahnya sengaja melengkingkan suara saat mengucapkan hal tersebut.

Para mahasiswa seketika menelan ludah.

Mereka masih cukup waras untuk tidak terlibat dengan orang semacam Elvan.

Dia sangat berbahaya.

Rosie menatap kepergian kekasihnya yang melenggang santai dengan siulan merdu. Namun hal tersebut malah terdengar seperti terompet kematian yang mengancam banyak nyawa.

Beberapa mahasiswa sampai membelah untuk memberikan jalan kepada Elvan. Pakaian merahnya juga sangat mencolok.

Benar-benar tidak punya hati disaat suasana duka begini. Memang iblis.

Elvan pergi, dan Rosie kembali menjadi pusat perhatian. Kejadian tadi tetap saja tidak menguntungkan Rosie. Gadis itu masih dipandang benci serta buruk. Dia mencoba mengabaikannya lalu masuk kedalam kelas yang situasinya lebih tegang dan menyesakkan.

Tampak Jihan sudah mengambil tempat duduknya yang berada disamping Lisa. Satu bangku kosong dipaling belakang dan pojok tampak begitu mencolok. Rosie langsung sadar jika itu adalah tempatnya. Gadis tersebut kembali melangkah, dia terlalu malu dan tertekan sampai tidak sadar saat Irene akan menjegal kakinya hingga membuatnya terjungkal sampai jatuh.

Gelak tawa puas menggema dikelas tersebut.

Rosie mengangkat kepalanya dengan tatapan tajam kepada Irene.

The Maddest Obsession [COMPLETE / INA VER]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang