...
"Minimal makasih, lah. Sudah aku belikan handphone keluaran terbaru." Keduanya sudah sampai di rumah Hyunjin.
Felix belum kembali ke rumahnya sejak kemarin. Ibunya datang bersama seorang pria dan sampai saat ini masih ada di dalam rumah. Tidak mau dimarahi, Felix akhirnya memilih tetap di rumah Hyunjin. Seragam ini pun sebenarnya milik Hyunjin. Tentu saja Hyunjin dengan senang hati menerima Felix di rumahnya, dengan begitu mereka bisa terus bersama setiap hari.
"Terima kasih, sayang." Felix menarik kerah pakaian Hyunjin. Mencium bibir Hyunjin.
Hyunjin terdiam, ternyata Felix punya sisi yang seperti ini. Sementara Hyunjin masih terdiam. Felix sedang duduk di sofa dan mencoba menyalakan handphone barunya yang berkali-kali lipat lebih bagus dan lebih mahal dari kepunyaannya dulu.
Hyunjin duduk di sebelah Felix setelah melepas seragamnya, menyisakan kaos singlet ketat hitam. Memeluk Felix dari samping. Tangannya melingkar di pinggang ramping Felix. Dia menciumi bahu Felix. Tangannya masuk ke dalam seragam yang masih dikenakannya.
Felix meletakkan handphone barunya di nakas, membenarkan posisi agar berhadapan dengan yang lebih tua. Melingkarkan kedua tangannya di leher sang dominant. Menyatukan bibirnya dengan bibir tebal milik Hyunjin.
Hyunjin menyukai ini, dia mendorong tengkuk yang lebih muda. Menelusuri seluruh bibir ranum Felix. Tangannya masih mengelus punggung sempit Felix. Ketika napasnya habis dia melepaskan bibirnya.
"Hei, boleh aku minta hakku sekarang?"
Felix agak terkejut, tapi dia mengangguk.
Mendapat persetujuan Felix, Hyunjin menyatukan bibirnya lagi dengan milik si submasive. Menggendong Felix bridal style, bibir keduanya masih menyatu. Baru dilepaskan setelah meletakkan tubuh Felix diatas ranjangnya yang cukup luas. Hyunjin bangkit untuk mengunci pintu kamar. Hanya lampu tidur yang menyala remang-remang di dalam.
Hyunjin melepaskan pakaian sekolah Felix, sedikit terkejut mendapati tubuh Felix ternyata sangat proposional. Dia memosisikan tubuhnya diatas Felix yang berbaring. Manik hutam Felix lagi-lagi menyeretnya ke dalam dunia lain. Hyunjin mencium bibir yang lebih muda lagi. Lalu turun ke leher, terus mencumbu leher submative nya. Sehingga tercipta beberapa bekas keunguan di lehernya. Dia juga membuat tanda kepemilikan di sana. Yang jelas itu tidak akan hilang dalam beberapa hari
Tangan Felix melingkar di leher Hyunjin. Felix menikmati setia sentuhan bibir Hyunjin. Ketika Hyunjin menggigitnya dia melenguh pelan. Sakit, tapi dia menyukainya. Tangannya mengelus surai gelap Hyunjin.
Hyunjin melepaskan bibirnya. Menatap wajah manis Felix. Yang menurutnya bahkan lebih manis daripada wajah Jeongin. Rambutnya pirangnya berantakan, ditambah dengan wajah itu. Hyunjin mabuk akan pesona Felix. Membuatnya merangsang. Sesuatu di bawah sana pasti sudah tegang sekarang.
Tangan Hyunjin melesat masuk ke dalam celana yang dipakai Felix. Melepaskan seluruh celananya. Menggigit tulang selangkang yang lebih muda. Dia menggenggam milik Felix, mengocoknya pelan-pelan. Menatap wajah erotis menakjubkan si pirang itu.
Felix menahan mulutnya dengan tangan agar tidak mengeluarkan suara lengguhan itu.
Ahh... nghh...
Tidak bisa, lengguhan itu tetap keluar dari mulut Felix. Hyunjin menggigit bibir bawahnya, Felix terlalu indah.
Nghh.. ha...hyunjinnn.. ahh
Hyunjin mempercepat tempo kocokan tangannya. Sementara tangan Felix meremat sperei, dia menikmati setiap kocokan yang diberikan Hyunjin. Dia merasa ingin mengeluarkannya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Long Time no See // HYUNLIX [BL]
FanfictionSeorang Hwang yang jatuh cinta pada seorang Lee di tengah badai salju. Seorang Lee yang akhirnya merasakan kembali rasanya dicintai. BxB, Dom:Hyunjin, Sub:Felix
![Long Time no See // HYUNLIX [BL]](https://img.wattpad.com/cover/369537935-64-k436375.jpg)