Tanggal 25 September 1609, sebuah benda misterius melayang dan membelah langit Gagreung. Benda asing itu melesat seperti kilatan cahaya dan menimbulkan angin topan untuk sesaat. Selang lebih dari 400 tahun kemudian, di abad ke 21. Benda itu kembali. Datang di antara hujan meteor dan menampakkan wujudnya pada beberapa orang.Ketika saat itu menjadi sebuah akhir bagi sebuah jiwa, itu menjadi awal yang baru juga bagi jiwa yang lain. Sama seperti beratus tahun yang lalu, kisah yang lain baru saja dimulai.
:::
Kota kacau balau, tak hanya listrik yang mendadak padam. Seluruh kendaraan di pusat kota ikut meluncur tak terkendali. Do Min Joon dan Yoon Jae ikut kaget begitu lruangan mereka mendadak gelap gulita. Suara teriakan terdengar dengan jelas dari berbagai arah. Dengan agak meraba-raba, Min Joon melangkah keluar ke beranda.
Seluruh kota kehilangan cahayanya sementara di bawah, bunyi benturan dan teriakan menyahut tanpa henti. Min Joon melotot cemas. Ia ingat bahwa Song Yi sedang dalam perjalanan menuju toko buku Bokja.
"Hyung! Ada apa?" Yoon Jae terseok di belakangnya karena menabrak kursi.
"Song Yi!" pekik Min Joon, ia meremas bahu Yoon Jae penuh kepanikan.
Firasatnya terasa buruk dan tepat di saat itu sebuah teriakan yang ia kenal betul milik siapa menggema. Telinga Min Joon berdenging.
"Do Manager...." Suara Cheon Song Yi menghentak kesadarannya.Min Joon mencoba berteleportasi namun ada yang aneh. Kekuatannya melemah begitu saja. Ia jatuh terhuyung, beruntung Yoon Jae sempat menangkapnya.
"Hyung? Kau kenapa?" Yoon Jae resah.
"Keluarlah! Cari... kakakmu! Aaahh...." Min Joon kelelahan sendiri setelah gagal menggunakan kekuatannya.
Yoon Jae masih diam, ia kebingungan ada apa sebenarnya."CEPAT KELUAR! KAKAKMU DALAM BAHAYA!" Min Joon berteriak.
Seketika itu juga, Yoon Jae berbalik. Dengan tergopoh, ia mencari handphonenya yang terletak di atas meja. Ia bermaksud menggunakannya sebagai senter, namun bahkan handphonenya pun tak bisa menyala. Merasa diburu waktu, Yoon Jae merangkak menuju laci untuk mencari lilin.
Tangannya berkeringat dan gemetaran saat mematik api ke atas lilin.Sedikit cahaya akhirnya memancar menerangi ruangan itu. Yoon Jae menoleh ke beranda, namun Min Joon telah tak ada di sana.
~oOo~
Min Joon terlempar ke tengah jalan, ia terengah-engah setelah memaksa untuk menggunakan kekuatannya. Keadaan tak terlalu gelap karena pancaran cahaya rembulan yang bulat terang.
Sebuah mobil meluncur ke arahnya tanpa terduga. Min Joon tak sempat menghindar. Ia jatuh tersuruk dan bergulingan di atas aspal, tak sadarkan diri.
~oOo~
Yoon Jae berlari menuruni tangga darurat dengan napas ngos-ngosan. Tepat di lantai ke 20, listrik kembali menyala. Ia berhenti sejenak, mengamati keadaan di sekitar. Dimatikannya lilinnya dan dinyalakannya handphonenya yang tadi tak mau menyala.Handphone itu hidup kembali.
Yoon Jae kini dapat bernapas lega. Ia duduk di anak tangga dan segera menekan nomor handphone kakaknya. Tak ada jawaban. Dengan segera, pemuda yang kini telah lulus SMA itu berlari naik kembali. Ia harus kembali ke apartment untuk mengambil kunci mobil.
~oOo~
Song Yi mencoba menggapai-gapai permukaan air sungai yang dinginnya menusuk tulang. Angin membuat gelombang yang cukup besar dan mengombang-ambingkan tubuh langsingnya tak tentu arah. Song Yi kehabisan napas, ia kelelahan.Saat itulah, ia melihat cahaya berpendar tak jauh dari tempatnya. Sesuatu berkilauan di balik bebatuan di dasar sungai.

KAMU SEDANG MEMBACA
You Who Came From Another Stars
FanfictionThis story based on my faithful love and dedication for A Korean Drama named "YOU WHO CAME FROM THE STAR" I love this drama so much and I want to share my imagination about the ending of this drama. Thank you for reading and keep sharing our imagina...