OWS-77

3K 335 11
                                        

"kemana Daddymu Lian, menyebalkan sekali. sudah aku bilang tidak perlu bekerja. begini kan? pulang telat saja terus sudah beberapa hari" gerutu Jennie

Jennie sedang menyuapi makan malam untuk Lian, sedangkan Hana di suapi oleh Ahjumma Ahn. Mereka sedang menikmati makan malam bersama, namun kepala keluarga belum menampakkan dirinya.

Hal ini sudah terjadi semenjak Lisa mulai bekerja, alasannya sama "aku perlu belajar tentang pekerjaanku honey". Karena memang kenyataannya seperti itu. Lisa yang notabenenya baru, dia perlu belajar mengenai jobdesknya bersama seorang yang sebelumnya berada di posisi Lisa saat ini.

Jabatan yang Lisa miliki juga bukan main-main maka wajar jika banyak hal yang harus dia pelajari. Namun istri cantiknya ini sulit mengerti mengenai keadaannya. Jennie selalu marah jika Lisa pulang terlambat, bahkan jika Lisa telat mengangkat panggilannya, Jennie akan meminta Seulgi untuk menyusul ke ruangan Lisa dan melaporkan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu.

"Nyonya, mungkin Tuan terjebak macet..sabar saja, Nyonya harus tenang, ingat dengan adik bayi" ucap Ahjumma Ahn. Jennie menghela nafasnya, "aku kesal Ahjumma, Daddy anak-anak ini terus saja pulang malam" sewot Jennie

ting nong ting nong

"sudah malam siapa juga yang bertamu? hah! Ahjumma Lee" panggil Jennie dengan sedikit kencang karena Ahjumma Lee di dapur.

"nde Nyonya, Ahjumma buka terlebih dahulu" balas Ahjumma Lee. Jennie hanya mengangguk, dia sudah malas jika harus meladeni tamu. Menurutnya tidak sopan bertamu malam-malam.

Tak lama kemudian, Ahjumma Lee kembali. "Nyonya, yang datang adalah Nenek dan Kakek dari Nona Muda. mereka ingin bertemu denganmu" ucap Ahjumma Lee

Alis Jennie berkerut, "untuk apa mereka datang lagi? emmm Ahjumma tolong suapi Lian juga, dan Ahjumma Lee tolong buatkan minum untuk tamu" perintah Jennie. Dia segera bangkit dari duduknya, perutnya sudah besar, sedikit kesulitan berjalan namun itu bukan masalah besar untuk Jennie.

Jennie melihat tamunya yang sudah duduk di kursi ruang tamu. "ah Dokter Kim, kau sedang hamil lagi? hah aku senang melihatnya jadi kau tidak akan memiliki alasan lain jika kami menginginkan cucu kami kembali" ucap Kakek Hana alias Ayah dari Mingyu. Bahkan Jennie belum duduk di kursi, dia masih berjalan menuju tamunya. Namun mendengar ucapan Kakek Hana yang to the point, membuat Jennie tak habis fikir dan semakin malas untuk meladeni tamunya.

"ada apa kalian datang kembali? bukankah kalian tidak menginginkan Hana? dan tidak akan kembali lagi, bahkan aku masih sangat ingat jika kau memberikan sejumlah uang padaku untuk Hana" jelas Jennie

"itu dulu, namun sekarang kami sudah pada tahap siap untuk merawat Jeannie dan bukan Hana" balas Nenek Hana.

Jennie terkekeh, dia kesal karena Lisa belum juga pulang. Ditambah Kakek dan Nenek dari Hana datang secara tiba-tiba. "astaga ada apa dengan hari ini..huh, Tuan dan Nyonya yang terhormat..anak kecil ini bernama Hana dan dia sudah sah menjadi anak kami sejak kalian tidak menginginkannya. jika kalian bersikukuh maka silahkan bawa kasus ini ke jalur hukum, kami tidak takut karena kami sudah mengurus surat hak dan kewajiban orangtua angkat" jelas Jennie dengan lembut.

Jennie kini duduk dihadapan keduanya, Ahjumma Lee juga datang dan menyiapkan minum untuk tamu. "terimakasih Ahjumma" kata Jennie.

"tapi bagaimana pun kalian mempersiapkan secara hukum untuk Jeannie, kami adalah yang paling berhak untuk hak asuhnya. kami keluarga kandungnya, jadi berikan Jeannie pada kami. dan kami akan pergi Dokter Kim" balas Kakek Hana.

Our Wedding Story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang