Tandai kalau typo!?
Selamat membaca 📖
.
.
.
••••
Dia Fazlan Alscase Gyanendra, seorang pemuda berparas tampan yang memiliki tatapan setajam burung elang—seorang tuan muda yang bermata biru laut, yang dapat menghipnotis bagi siapapun yang berani melihatnya.
Fazlan, seorang mahasiswa semester terakhir di universitas ternama dan tidak lama lagi akan lulus.
Selain berkuliah, Fazlan juga pekerja paruh waktu di perusahaan besar di kota, tidak banyak pula orang yang tidak mengetahui identitasnya berani menghina pekerjaannya.
Bekerja sebagai OB yang dipandang rendah oleh sebagian orang-orang. Diperlakukan rendahan seperti itu sebab reputasi keluarga Fazlan yang bisa terbilang paling berpengaruh, terlebih lagi memiliki dua saudara yang berprofesi sebagai dokter dan juga CEO.
Fazlan pun tidak memusingkan permasalahan mereka, juga tidak peduli dengan status keluarganya yang tinggi. Selagi Fazlan bekerja di perusahaan saudara tertuanya, itu tidak akan menjadi masalah.
Saat ini, Fazlan sedang menunggu angkutan umum. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam, dan makan malam di mansion Gyanendra pasti sudah selesai.
"Wow, bukankah dia Tuan Muda Gyanendra yang ke-tiga? "
Tiba-tiba, beberapa orang bertubuh besar datang menghampiri nya. Fazlan memilih diam, tatapannya malas ke mereka yang nampak jelek.
Merasa diabaikan, mereka menggeram marah melihat Fazlan yang nampak santai melihat kedatangan mereka.
"Dasar bocah! " salah satu dari mereka menggeram marah dan saat dirinya ingin melayangkan tangannya ke arah Fazlan, pemuda itu sudah lebih dulu menahannya.
"Ka-kau .... " pria itu gugup, apalagi saat dirinya melihat tatapan tajam dan dingin Fazlan.
"Jangan menganggu saya, " dingin Fazlan dan memelintir tangan pria itu sehingga terdengar retakan yang jelas.
Kreakkk
Arghhhh
"Pergi, sebelum menambah korban. "
Beberapa preman itu membantu salah satu teman mereka dan berlalu dari hadapan Fazlan.
Fazlan menghela nafasnya, tenaganya terkuras banyak. Dengan tubuh lelah, Fazlan duduk sembari memejamkan matanya.
Hari mulai gelap, dia yakin jika angkutan umum tidak akan melewati tempat nya sekarang karena jalannya juga cukup gelap dan sedikit horor.
Tanpa Fazlan tau, jika sejak tadi ada yang memperhatikannya dari kejauhan. Ditangan orang itu ada senapan yang mengarah ke Fazlan.
Entah sadar atau tidak, Fazlan memilih memejamkan matanya. Dan orang itu mulai menarik pelatuknya dan-
Dor
Tembakannya melesat cepat karena Fazlan yang menghindar, orang itu menggeleng tidak percaya melihat Fazlan. "Sehebat apa putra ketiga Fariz? " gumamnya dan keluar dari persembunyiannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐅 𝐀 𝐙 𝐋 𝐀 𝐍 : 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐎𝐟𝐟𝐢𝐜𝐞 𝐁𝐨𝐲 [Revision]
Teen Fiction[ERA BROMANCE AND BROTHERSHIP! NOT BL/HOMO!!] Bagaimana jadinya jika pemuda Office Boy ber-transmigrasi kedalam novel dan menempati raga seorang remaja SMA yang berperan sebagai antagonis? ••• 📍Cerita hasil otak yang gabut mikir. 📍No plagiat! 📍...
![𝐅 𝐀 𝐙 𝐋 𝐀 𝐍 : 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐎𝐟𝐟𝐢𝐜𝐞 𝐁𝐨𝐲 [Revision]](https://img.wattpad.com/cover/373851541-64-k493255.jpg)