" huftt aku ingin mengantarkan makanan pada taehyung dulu " ucap jungkook berlalu pergi
dikamar
dikamar taehyung mulai terbangun dari tidurnya ia tertidur kembali setelah jungkook menceritakan semuanya
taehyung terdiam selama ini orang terdekat nya yang ternyata adalah musuh terbesarnya
" tae" panggil jungkook
taehyung tak mendengar suara jungkook ia masih melamun
" tae ada apa kau sakit? " tanya jungkook menepuk pundak taehyung
" ah tidak " kaget taehyung
jungkook yang mengerti berjongkok dihadapan taehyung
" ada apa? kau masih memikirkan yang tadi? " lembut jungkook
taehyung tak dapat menahan air mata nya ia sedari kecil tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya ia dan jimin dulunya anak dari panti asuhan dan ditempat ia bekerja atasan yang ia anggap seorang ayah ternyata tega melakukan hal bejat pada mereka
" hiks....kenapa, kenapa eby selalu seperti ini hiks apa eby tidak pantas mendapat kebahagiaan sedikit saja hiks" isaknya dengan tubuh yang bergetar
" sttt luapkan semuanya aku ada disini meskipun ya aku bisa lebih kejam dari atasan mu tapi aku masih memiliki hati nurani orang sebaik dirimu dan jimin tidak pantas mendapat perlakuan seperti itu" jelas jungkook memeluk taehyung
" makan dulu hmm nanti mungkin jimin akan kesini " ujar jungkook yang diangguki taehyung
ruangan pribadi jungkook
" hahh hyung ternyata masa lalu mereka begitu menyedihkan " ucap jungkook
" hmm dia benar-benar tidak memikirkan perasaan kedua kakak beradik tak sedarah itu mereka hanya anak panti yang memiliki cita-cita mulia" lanjut yoongi
" mau bagaimana pun kita harus cepat menemukan nya dan menjaga taehyung dan jimin " jelas jungkook diangguki Yoongi
kamar taehyung
" Hyung hiks kenapa, kenapa kita seperti ini Hyung " isak taehyung memeluk jimin
hati jimin berdenyut sakit ia juga tak menyangka orang yang ia anggap orang tuanya sendiri ternyata tega menjual tubuh mereka tanpa seizin mereka
" shtttt tae hyung ada disini " jimin berusaha menenangkan taehyung yang terus menangis semakin keras
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" ekhem " deheman jungkook membuat taehyung dan jimin melepaskan pelukan mereka
" ahh tidak apa lanjutkan saja aku hanya ingin mengambil berkasku yang tertinggal " ucap jungkook ke ruang kerja nya
belum sempat jungkook keluar kamar taehyung menahan tangannya
" Kook " panggil taehyung
" ya kau ingin sesuatu? "
" bagaimana aku bisa seperti dirimu? " Deg hening ruangan itu seketika hening jungkook yang diberikan pertanyaan itu terdiam
"maksudmu? " tanya jungkook meyakinkan
" bagaimana aku bisa seperti mu misalnya membunuh seseorang " jelas taehyung
jimin yang mendengar nya terkejut
" tae apa maksud mu" tanyanya
" aku mohon Hyung kita harus mendapat keadilan meski kita yang bertugas dalam hal itu"
jimin terdiam bukan ia tak mau mencari keadilan hanya saja ia terlalu takut untuk melawan
" kau percaya pada diriku kn Hyung " mata taehyung berbinar
jimin hanya bisa meneteskan air mata ia takut jika taehyung terluka
jungkook yang melihat pemandangan itu terdiam dan sedang memproses perkataan taehyung apa ia ingin balas dendam?