PART. 12

7.8K 221 8
                                        

~UJUNG DARI SEBUAH PERMASALAHAN


i present a romantic story, full off twists and turns.

i present a romantic story, full off twists and turns

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

author~~~

queenmatchalatte_

cerita ini mengandung konten 21+

‼️⚠️‼️ MOHON BIJAKSANA DALAM MEMILIH BACAAN SESUAI UMUR KALIAN‼️⚠️‼️

SEKIAN TERIMA KASIH🙏🏻




HAPPY READING ALL🫶🏻

PLEASE TINGGALIN JEJAK 🙏🏻

JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN YAAWW🥰




🌟🌟🌟

Sudah seminggu sejak kejadian itu, Mayna dan Geo benar-benar tidak saling bicara. Mereka hidup dalam satu atap, namun seolah berada di dua dunia yang berbeda. Ego masing-masing membuat jarak di antara mereka semakin sulit dijangkau. Geo sibuk dengan pikirannya sendiri, mencoba menimbang keputusan yang harus ia ambil, sementara Mayna berusaha menetralkan hatinya yang masih sakit oleh kata-kata pria itu.

Malam ini, Mayna memilih duduk di balkon kamarnya. Hujan turun deras, memercik di pagar besi hingga menimbulkan suara ritmis yang sayup-sayup terdengar. Ia memeluk tubuhnya sendiri, sesekali mengusap lengan untuk mengusir rasa dingin yang menusuk kulit.

Tatapannya kosong, namun jauh menembus jalanan di bawah sana. Pandangannya tiba-tiba terhenti pada sosok yang begitu ia kenali. Geo. Pria itu berdiri di ujung jalan, basah kuyup diterpa hujan, namun tetap tampak begitu tenang. Dan bukan sendirian—ia bersama seorang wanita. Wanita yang sama, yang sempat Mayna lihat di unit atas apartemen beberapa waktu lalu.

Mayna tersenyum miris, suaranya tercekat saat berbisik pada dirinya sendiri. "Dramatis, anjir ..."

Bukannya berpaling, Mayna justru semakin terpaku menatap mereka. Matanya mengikuti setiap gerak-gerik dua orang itu. Tawa Geo pecah lepas, riang, sesuatu yang belum pernah sekalipun ia tunjukkan di hadapan Mayna. Senyum itu begitu tulus, membuat wajah pria itu tampak berbeda—hidup, penuh kebahagiaan.

Hati Mayna teriris. Rasanya seperti ditusuk ribuan jarum sekaligus. Baru kali ini ia menyadari betapa jauh dirinya dari dunia Geo yang sebenarnya. Ia hanyalah pengisi ruang kosong dalam hidup pria itu, seseorang yang hadir karena keadaan, bukan karena cinta.

Sambil mengusap perlahan perutnya yang kian membesar, Mayna menunduk. Jemarinya bergerak pelan, seolah berusaha menenangkan denyut cemas yang tak henti berputar di dadanya. Getir menyelinap di sudut bibirnya, pahit dan menusuk.

AU GEO MAYNA (sedang proses revisi alur)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang