6

975 105 5
                                        

"ma maaf ka kalo ganggu kalian, permisi" ucap shani lalu pergi dari tempat itu.

entah kenapa dadanya sedikit sakit melihat orang yang kurang dari dua minggu lagi akan menjadi suaminya, kini tengah berpelukan dengan wanita lain. tidak tepatnya ashel yang memeluk adel

"shan,... tunggu shani kamu salah paham" ucap adel buru buru melepas pelukan itu, lalu berlari menuju shani

adel berusaha mengejar shani tapi sayangnya, shani lebih cepat masuk kedalam mobil lalu pergi begitu saja tanpa mau mendengar penjelasan dari adel

"ARRGGHH, bakal panjang ini urusannya" ucap adel tidak mau berfikir panjang ia buru buru kedalam rumah lalu masuk ke kamar untuk mengganti baju dan memakai jaket

"del kamu mau kemana, aku ikut" ucap ashel manahan tangan adel

"mending lu pulang, gara gara lu semuanya jadi ribet!" ucap adel lalu pergi ke rumah shani menggunakan mobilnya

"bisa panjang nih masalah, mama bisa kecewa sama gua, mama pasti nangis liat gua bikin dia kecewa" ucap adel memikirkan jinan karna ia sangat yakin bahwa jinan akan menangis karna ulahnya ini

sekitar 20 menit perjalanan menuju rumah shani, kini adel sudah berada di depan pintu rumah shani. dengan keberanian ia mengetuk pintu rumah itu

tok

tok

tok

"assalamualaikum abi umi" ucap adel memberi salam

"waalaikumsalam iya tunggu sebentar" ucap wanita dari dalam, adel sangat yakin kalo itu adalah umi atau veranda

ceklek

"eh kamu del, nyari shani ya?" ucap ve

"iya umi, sebelum itu aku mau cerita dulu ke umi agar umi tau dari mulut aku sendiri, sekaligus aku mau minta maaf karna aku udah bikin anak umi menangis" ucap adel terjeda ia sedikit gugup

"ehh ada apa emangnya, masuk masuk kita ngobrolnya sambil duduk aja biar enak" ucap ve mempersilahkan adel masuk ke dalam

kini adel dan veranda sudah berada di ruang keluarga, adel masih aja menunduk ia bingung mau mulai dari mana

"kamu mau ngomong apa del, shani kenapa soalnya tadi umi ga liat dia cuma denger dia salam aja" ucap ve bingung apa yang terjadi antara anak dan calon mantunya

"huhh, gini umi....." adel menjelas semua yang terjadi di rumah, untungnya veranda mendengarkan dengan baik tanpa menyelak omongan dari adel

"jadi cuma salah paham aja ya. umi ga mau membenarkan tindakan kamu del, atau shani karna kalian sama sama salah. kamu memeluk wanita yang bukan mahramnya dan shani yang tidak tau kebenaran sudah menyimpulkan semuanya" ucap ve yang mencoba berada di tengah-tengah antara adel dan anaknya

"ya sudah kalian bicarain baik baik dulu sana" ucap ve

"ke ke kamar umi" ucap adel gugup

"sebentar umi panggilkan shani dulu" ucap ve berdiri lalu pergi menuju lantai dua





setelah menunggu 10 menit kini veranda dan shani sedang berjalan menuruni anak tangga menuju adel yang masih setia di tempat duduk dengan pandangan menunduk

"ini nak shaninya, kalian bicarain baik baik ya. jangan pakai emosi" ucap veranda lalu pergi menuju halaman belakang

shani yang masih enggan melihat adel ia duduk lumayan jauh dari adel, kini keduanya sama sama diam tanpa ada yang mau mencoba membuka omongan

"kalo cuma diam mending pulang" ucap shani ketus

"shan, aku minta maaf semua yang kamu liat ga seperti apa yang terjadi. dia datang cuma mau menjelaskan kejadian setahun yang lalu dan abis itu ia ga akan menggangu kehidupan aku dan kamu setelah menikah, plis shan kamu harus percaya sama aku" ucap adel kini melihat shani yang sedari tadi menghindari eye kontak dengannya

"minta maaf dengan cara peluk peluk?" ucap shani ketus dan kini melihat adel dengan tatap mengerikan, adel rasa itu lebih menakutkan di banding marahnya jinan kepadanya

"i itu itu permintaan te terakhirnya sebelum dia pergi" ucap adel menjelaskan apa yang terjadi kepada shani

"hmm" dehem shani

"jadi aku di maafin ga shan" ucap adel menunduk takut melihat wajah marah shani

"tapi kayanya betah banget tuh di peluk" ucap shani lagi lagi ketus

"astaga shan, aku ga balas pelukannya loh" ucap adel kini sedikit gemas karna dia yakin bahwa shani sedang cemburu

"alah kalo aku ga dateng juga dah bales pelukannya kan" ucap shani

"mungkin sih" ucap adel jail

"yaudah sana lanjut PELUKAN aku mau masuk lagi" ucap shani menekankan kata 'pelukan' lalu berdiri dari duduknya

"ehh ngga ngga aku bercanda shan. asli aku emang ga ada niatan untuk balas pelukannya" ucap adel menahan tangan shani yang ini pergi

"pliss maafin aku shan, aku janji ga akan nerima pelukan wanita lain" ucap adel memohon pada shani, ia takut dengan wanita di depannya sekaligus mamanya ia paham masalah ini akan sampai ke jinan

shani sedari tadi hanya diam, enggan membalas omongannya adel. di satu sisi ia kesal tapi ia juga senang karna adel tidak memilih wanita itu

TBC

perjodohan (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang