7

1K 62 7
                                        






adel berhasil mendapatkan maaf dari shani, tapi dengan syarat yaitu membelikan es krim. terlalu mudah untuk adel laksanakan syarat dari shani

"jangan kan satu, dua es krim. kalo kamu mau pabriknya kita beli" ucapnya menyombongkan diri, lalu mendapatkan geplakan di tangan adel

"ga boleh sombong, harta kamu hanya titipan sewaktu waktu bisa di ambil oleh allah" ucap shani menasehati calon suaminya

"iya iya maaf, yuk kita beli" ucap adel berdiri

"eh pada mau kemana, udah ga berantem lagi kan. kalo ada masalah selesaikan dengan kepala dingin yaa, jangan pake emosi" ucap ve menasihati anak dan calon mantunya

"iya umi" ucap adel dan shani

"kita ke indoagus dulu ya mi, anak umi lagi ngidam es krim" ucap adel meminta izin, lalu di cubit pinggangnya oleh shani

"aduhh sakit shan" ucap adel memegang pinggang yang di cubit shani

"ga boleh kaya gitu shani" ucap ve lembut, shani hanya mengangguk

"kita pamit ya umi" ucap adel lalu mencium punggung tangan veranda

sesampainya di indoagus shani langsung turun dari mobil lalu mengambil keranjang belanja, beli es krim dua biji kenapa harus bawa keranjang pikir adel

shani berbelok saat sudah tepat berada di lemari es ia ke arah rak chiki shani mengambil tiga bungkus chiki dan kembali ke lemari es

"udah itu aja shan, coklat ga mau?" tanya adel, adel tidak tau apa yang di suka shani apa yang tidak di sukanya, karna mereka baru bertemu beberapa hari yang lalu

"aku kurang suka coklat" ucap shani, sungguh langka wanita yang tidak suka coklat

"wah perbedaan spesies ya kamu dari yang lain" ucap adel bercanda

"spesies emang aku hewan apa!" ucap shani kesal

"hehehe maaf maaf, yuk kita bayar udah ga usah marah aku minta maaf ya" ucap adel, adel ke lemari es lalu mengambil kopi hitam yang di kemas dengan kaleng









mendapatkan maaf dari shani sudah, melakukan syarat dari shani juga sudah. waktu terus berjalan tak terasa sudah mau masuk pukul magrib adel pun berpamitan untuk pulang dari rumah shani

entah kenapa ia merasa nyaman di rumah shani, apa bukan karna rumahnya tapi isi dari rumah tersebut yaitu shaninya sendiri

adel akhirnya sampai di halaman rumah, sudah terlihat jelas mobil jinan dan motor aran di garasi rumah

"assalamualaikum adel pulang" ucap adel yang baru saja masuk ke dalam rumah

"waalaikumsalam, sini kamu del" ucap jinan dengan nada bicara yang tidak kondusif, adel berjalan menuju jinan, sebelum sampai ia melihat ke arah abang ya meminta pertanyaan 'ada apa ini, kenapa' itu yang di ucapkan oleh tatapan mata ke aran

"ADUHHH SAKIT MAAHHH, sakit kuping adel ma aduuhh. kenapa si ma sampe kuping aku di tarik, tarik aja tuh kuping aran" ucap adel

"kamu mau jelasin sendiri apa mama yang jelasin?" ucap jinan dengan nada dingin

"oke oke aku aja yang jelasin, pas aku lagi di rumah sendiri tiba tiba........" ucap adel menjelaskan apa yang terjadi

"bagus lah kalo dia tidak akan datang lagi ke hidup kamu. dan ada satu lagi kesalahan kamu!" ucap jinan

"apa lagi ma perasaan, itu doang deh" ucap adel berfikir apa salahnya lagi

"mama bilang apa sama kamu, jangan kemana-mana tapi kamu malah pergi. hukuman kamu mama tambah, PC kamu mama sita selama 1 bulan" ucap jinan tidak kaleng kaleng lagi kasih hukuman

"astaga ma, tega ama... ADUHH IYA IYA GAPAPA AMPUN MA" ucap adel kembali di tarik kupingnya

"jangan ngelawan, mama ga suka di lawan sama kalian" ucap jinan membuat adel aran dan putra menunduk takut

"iya ma paham" ucap mereka bertiga bareng

"udah sana kamu masuk kamar, bersih bersih abis tu turun makan malam" ucap jinan mengelus rambut adel

walaupun jinan kesal dengan anaknya itu, ia tetap sayang

suara dentingan sendok terdengar di ruang makan, tidak ada obrolan di sana karna jinan dan putra melarang anaknya berbicara saat makan. selesai makan adel pun bertanya sedikit takut

"ma, mama tau dari mana kalo ashel tadi dateng ke sini?" ucap adel bertanya

"dari bibi dan calon mertua kamu" ucap jinan yang lagi membawa sisa piring di bantu oleh adel dan bibi

"iss bibi ga sik aduan" ucap adel

"ga cocok lu kaya gitu, jelek" ucap aran buru buru lari ke lantai 2 karena tidak mau di terkam oleh adel

"ARAN GUA PU..., hehehe ga ma ga jadi" ucap adel melihat tatapan tajam jinan

"liat aja ran, gua bikin mulut lu jadi bengkak sebelah dah" ucap adel dalam hati

TBC

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

perjodohan (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang