bab 45

241 9 1
                                        


"Ma-maaf nona, tapi dari sekian banyak orang yang melamar hanya dia yang bersih dan bisa tepercaya dan saya juga tidak punya waktu untuk mencari yang baru, maaf kan saya" ucap Jung Seok membungkuk berulang kali

"Emm maaf bujang-nim, jika kau tidak menyukai ku aku akan pulang saja" ucap woonzi membungkuk hormat hendak pergi

"Hey siapa yang menyuruhmu pergi?" Kata-kata Hana membuat langkah woonzi terhenti

"Langsung bekerja, ruangan mu ada di seberang dan di sana sudah ada pekerjaan yang menunggu mu" lanjut Hana

"Sungguh bujang-nim" ucap woonzi terkejut

"Hmm pergilah"

"Terimakasih banyak bujang-nim" ucap woonzi lalu melangkah pergi keruangan nya

"Non-"

"Lupakan, pergi keruangan nya dan ajari semua hal yang harus di kerjakan nya"

"Baik nona" lalu setelah nya Jung Seok pun meninggalkan ruangan Hana

Setelah kepergian Jung Seok Hana hanya bisa menghela nafas panjang

"Hahhhh bagaimana aku bisa melupakan nya? Bahkan sekarang aku akan selalu berada di dekat orang yang persis seperti nya" gumam Hana menghela nafas lesu

*
*
*
*

"

Tuan muda min, maaf tapi kita harus segera membayar gaji karyawan jika  tidak mereka tidak akan mau kerja dan mereka bisa saja melakukan demo"

"Tolong katakan pada mereka untuk sedikit bersabar, saya usahakan lusa mereka semua sudah mendapatkan gaji nya dan mereka harus tetap bekerja demi keberlangsungan perusahaan"

"Tapi tuan mereka sudah telat gaji hampir dua bulan, saya harap anda segera melakukannya segera karna jika terlalu lama mereka akan minta resign"

"Aku janji akan segera menggaji mereka, kau hanya perlu meyakinkan mereka"

"Baik tuan muda min, kalau begitu saya permisi"

Setelah kepergian sekretaris nya yoongi pun hanya bisa menghela nafas

Sekarang semuanya terasa berantakan dan banyak hal yang harus yoongi urus sendiri

"Hahhh kepala ku ingin pecah memikirkan semua ini" gumam yoongi menghela nafas kasar

"Appa sakit perusahaan di ambang kebangkrutan dan tidak ada yang bisa di harapkan sekarang, bahkan Hana juga meninggalkan ku" gumam yoongi frustasi

"Hana tolong kembali" dengan gemetar yoongi menggenggam bingkai foto yang terpajang di meja kerjanya

Rasanya nafas nya kembali tercekat, jantung nya seperti di tusuk oleh ribuan jarum tajam

"Aku ingin menyerah saja, tapi aku tidak mau kau menganggap ku pri lemah"

Di tatap nya lekat foto itu dengan mata memerah, sekarang apa yang bisa di lakukan nya? Menyerah itu bukan jalan keluarnya, marah? Sangat tidak berguna? Lalu apa? Ya yoongi hanya bisa terus berusaha sampai dia mendapatkan kembali kehidupan yang sempurna

Dretttt

Suara dering ponsel membuat pikiran yoongi buyar, di lihat nya nama yang tertera di layar ponsel nya

"Ck menggangu saja" decak yoongi kesal

Merasa tak ingin di ganggu yoongi pun mengabaikan ponsel nya yang terus berdering, tapi setelah ponsel nya tidak menunjukkan tanda-tanda ada yang menelepon sekarang muncul notif yang kembali membuat yoongi jengah sendiri

 min yoongi Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang