[hanya fiksi, jangan di ambil hati dan menghujat ataupun meninggalkan komentar menyebalkan(。•̀ᴗ-)✧]
Laura Amalia, gadis 17 tahun yang tidak menyangka bahwa dia akan bertransmigrasi ke tubuh bocah 12 tahun.
Semuanya berubah. Dari abai, menjadi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi bestoy ( '◡‿ゝ◡')
.
.
.
Pagi ini Chia bangun lebih awal karena mencium bau tak sedap di dalam kamar nya. Bau kamarnya benar-benar busuk dan menyengat, apalagi dia merasakan sesuatu ditangannya.
Membuka matanya perlahan dan menguap lebar. Saat tangan mungilnya mulai terangkat, "huek!!" Tiba-tiba saja Chia ingin muntah.
"HWEEE!!! Tai!!" Pekiknya heboh saat melihat adonan coklat berbau busuk di tangannya.
"Huek!! Hiks.. bau banget anjil!! Aaaaa!!" Tangannya ia kibas kibaskan, berharap adonan coklat itu segera pergi dari tangannya. Entahlah, rasanya badannya begitu lemas dengan tangan nya yang bergetar hebat, ini sungguh menjijikan.
"DADDY!! TOLONGIN CHIA, HWEE!!" teriak nya dengan turun dari kasur.
Mencari keberadaan kucing kecilnya yang entah berada di mana sekarang. "Kelual kamu Cio! Ngapain tai in tangan sama kasul Chia, huek!!" Chia ingin menutup hidungnya, namun tidak bisa karena adonan itu tepat pada tangannya. Sungguh, baunya benar-benar semerbak dan wangi.
Brak
Suara dobrakan pintu membuat Chia langsung berlari kearah sang Daddy dan menyodorkan tangan mungilnya. "Bantuin Chia Daddy, hiks hwee!!" Rengek Chia dengan matanya yang berkaca-kaca. "Bau! Chia mau muntah lasanya Daddy hiks.." adunya dengan kaki pendek nya yang ia hentak hentakkan.
Javier yang baru memasuki kamar Chia rasanya ingin langsung berlari keluar saat mencium bau busuk didalam. Tapi, melihat keadaan sang putri yang begitu menyedihkan membuat nya urung.
"Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Javier mencoba untuk baik-baik saja. Asal kalian tau, dia sedang menahan nafas sekarang.
"Cio tai in tangan sama kasul Chia Daddy.. Cio nakal kan!" Mengadukan betapa nakal nya sang kucing pada sang Daddy yang terlihat sedang membuang muka dengan wajah memerah.
Melihat itu, wajah Chia semakin memerah karena merasa tidak dipedulikan. "HWEEE!! DADDY TIDAK SUKA CHIA, HIKS.." tangisan Chia begitu kencang. Dengan sengaja, Chia mengelap tangannya pada baju sang Daddy yang sekarang sedang menatapnya khawatir.
"Chia!" Bentak Javier tanpa sadar. Dia sudah siap dengan setelan kantor nya, namun sekarang Chia dengan sengaja mengelap pada bajunya.
Chia menatap takut kearah sang Daddy dan berlari entah kemana, asalkan tidak melihat keberadaan sang Daddy. Dia kesal dan sekarang dia juga takut.
Javier menghela nafas panjang, mengikuti langkah pendek Chia yang sedang berlari entah kemana.
Menarik tangan mungil itu dan mulai mengangkat Chia kedalam gendongannya, mengabaikan bau busuk yang melekat pada Chia.