Kutitipkan aksara pada langit yang kupuja, sungguh indah dirimu.
Bila atma meraung dihuni sepi, kau hadir memakan aksara.
Titis sepi.
Titis sepi.
Titis sepi.
Entah sejak kapan...
Kau hadir, memeluk raga.

YOU ARE READING
Langit (Never Ending)
PoetryLangit. Dengan memandangnya aku merasa kagum, Dengan memandangnya aku merasa tenang, Langit oh langit.. Bagiku memandangmu mengubati jiwa yang terluka. -Andai kau tahu bahawa langit sangat memahami isi hati nurani yang melihat ❤🩹 -
.
Kutitipkan aksara pada langit yang kupuja, sungguh indah dirimu.
Bila atma meraung dihuni sepi, kau hadir memakan aksara.
Titis sepi.
Titis sepi.
Titis sepi.
Entah sejak kapan...
Kau hadir, memeluk raga.