PROLOG

8 1 0
                                    

ᕙ⁠(⁠⇀⁠‸⁠↼⁠‶⁠)⁠ᕗ

Hallo semuanya🐒

Salam kenal dulu dong, WOI YANG GAK KENALAN BAYAR GOCENG!

Sebelumnya kenalin nama aku tuhh.. ih kepo!
Nama aku tuh queen yaa, iya queen.. queen di hati kamu aww👀
Canda canda broo🧟
Nama aku Siti😌
You can call me Sarwendah oke?

ᕦ⁠⊙⁠෴⁠⊙⁠

Happy berhaluu readers😎

"Sorry gak mungkin gue suka sama Lo!"

"Lo tuh beda jauh sama Radinda! Asal Lo tau ya! Amit amit gue tuh suka sama Lo, liat muka Lo aja gue udah enek!."

Makian demi makian dilontarkan oleh laki-laki yang memiliki tinggi badan sekitar 175, dengan pahatan wajah yang hampir sempurna, mata hitam legam yang dimiliki olehnya, hidung mancung bagai perosotan TK, bibir yang tak terlalu tebal dan bahu tegap yang menjadi pelengkap keindahan tubuhnya.

Sedangkan di satu sisi ramai oleh para teriakan siswa maupun siswi yang berada di atas koridor maupun di samping lapangan yang mengitari dua sosok berbeda gender yang salah satunya tengah mengeluarkan ucapan makian untuk lawan dihadapannya.

"Denger ya! Kalo mau disukain tuh minimal Lo cantik! Ini udah burik malah sok sok an mau sama Zander yang fisiknya hampir sempurna, mimpi Lo cupu!"ucapan pedas itu berasal dari laki-laki yang tengah mengemut sebatang permen milkita rasa stroberi. Friyan Triyanto, nama laki-laki itu.

"Tau tuh, udah muka burik! Badan tepos! Bego lagi! Hadeuh.. ada ya manusia kek Lo!"Sarga kali ini mengeluarkan ucapan pedasnya.

Entahlah Fasya berpikir bahwa ke tiga teman laki-laki di hadapannya itu memiliki mulut yang lemes dan juga kata katanya yang begitu menyakitkan.

Fasya ingin bertanya kepada kalian. Apakah ia salah mencintai seseorang dengan fisik yang nyaris sempurna seperti Zander Manatomi?

Bukankah perasaan mencintai terhadap lawan jenis itu adalah hal yang biasa? Mengapa ketika ia mencintai seseorang ia selalu dipandang rendah dan disalahkan?

Apa memang benar bahwa fisik itu begitu penting? Lantas apa gunanya hati jika kita mencintai hanya Karna sekedar fisik yang indah untuk menyenangkan mata namun hati tak mencintai?

"Sya.." lirih seorang perempuan yang mengenakan ransel berwarna merah dengan bando pita yang menghiasi kepalanya, Radinda Violetta itulah nama sang gadis.

"Radinda, ayok pergi!"ucap Zander

"Tapi Fasya?"tanya Radinda dengan tatapan memelas yang ia layangkan untuk Zander

"Dia udah besar, gak usah kamu peduliin dia!"ketus Zander

"TAPI DIA SAHABAT AKU ZANDER!"bentak Radinda tanpa sadar

"Din..? Pergi..."kini Fasya bersuara setelah beberapa menit ia terdiam memperhatikan segala macam manusia yang menatapnya dengan berbagai tatapan.

"Aku gapapa, kamu pulang duluan aja sama Zander,"lanjutnya seraya  tersenyum kearah Radinda

"Tapi kamu gimana sya? Aku gak mau ninggalin kamu,"ucap Radinda dengan pandangan sayu

Fasya yang melihat itu hanya tersenyum dan menepuk pelan pundak milik Radinda. "It's okey, aku gapapa, pergi gih."

"Udah ayok pergi, lagian dia juga bilang gapapa kan," ajak Zander kembali

"Huffttt,  okey aku pulang duluan, nanti kalo ada apa apa hubungin aku ya?" Pinta Radinda kepada Fasya sebelum berbalik meninggalkan lapangan yang masih ramai dengan para siswa.

Sedangkan dalam pandangan Fasya ia tampak menahan segala kesedihannya yang berusaha ia sembunyikan dari orang orang. Melihat kearah depan tepat pada sebuah tangan yang saling menggenggam erat satu sama lain, dalam hati ia terkekeh. "Miris sekali nasib kamu sya.." batin Fasya.






Hohoooo
ᕙ⁠[⁠・⁠۝・⁠]⁠ᕗ

Gimana nih sama prolognya? Seru? Ya/yes!? Yang mana?

Mau lanjut? Spam komen dan jangan lupa vote ya teman teman, muachh💋






LUKA.1Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang