30 | on your wedding day

424 39 10
                                        

TaeyongPagi sayangPasti belum bangunAku habis subuhan terus mau lanjutlari pagi di sekitaran rumah05

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taeyong
Pagi sayang
Pasti belum bangun
Aku habis subuhan terus mau lanjut
lari pagi di sekitaran rumah
05.02

Taeyong
Sayang, mau bubur ayam?
Aku anterin ke rumah ya
06.37

Taeyong menatap layar ponselnya yang menampilkan ruang obrolannya dengan Jisoo, tanda ceklis pada bubble chat Taeyong masih abu-abu, Jisoo belum membaca pesan yang dia kirimkan setengah jam lalu.

Taeyong memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, dia kemudian mengetuk pintu didepannya beberapa kali. Tak menunggu lama karena pintu tersebut segera terbuka, Taeyong memberikan senyuman ramah pada wanita paruh baya didepannya.

"Pagi, Tante."

"Pagi," balas wanita paruh baya yang merupakan orang tua Jisoo, Kristi. Ia melihat penampilan Taeyong pagi ini. "Jisoo masih tidur. Kenapa?"

"Aku beliin bubur tadi, Tante. Buat sarapan Jisoo, aku beliin buat Tante sama Om juga."

"Oh, makasih ya." Kristi menerima kantung plastik dari Taeyong, kemudian kembali menutup pintu. Berjalan masuk, matanya melihat putrinya yang menuruni tangga sambil menguap. "Udah bangun, sayang? Sini, sarapan dulu sama bubur."

"Dari siapa?"

Kristi menatap kantung plastik ditangan dan putrinya bergantian. "Taeyong."

Jisoo seketika melotot, "Ih, Mama kenapa gak bilang? Orangnya dimana?" Jisoo buru-buru menuruni tangga sembari melepas cepolan rambutnya yang sudah berantakan, dia merapikan rambutnya asal-asalan sembari menghampiri Kristi.

"Udah pulang mungkin."

"Kenapa gak disuruh masuk dulu, sih? Mama gak sopan ih!" Jisoo segera berlari keluar rumah, membuka pintu dan menemukan Taeyong yang masih berdiri didepan pagar rumahnya sembari menunduk menatapi ponselnya. "Taeyong!" Panggilnya kencang, membuat laki-laki yang dipanggilnya itu menoleh, tersenyum lebar pada Jisoo.

Hati Jisoo menghangat saat melihat senyuman manis Taeyong, dia ikut tersenyum. Kakinya melangkah, berlari kecil menghampiri Taeyong.

"Gak usah lari-lari, sayang."

Jisoo tersenyum, kakinya berjinjit, kemudian mengecup pipi Taeyong singkat. "Pagi," sapanya dengan wajah cerah.

Sapaan kecil yang membuat pagi Taeyong terasa kian cerah. Bibirnya menyunggingkan senyuman, tangannya terulur untuk mengusap puncak kepala Jisoo. "Pagi juga. Baru bangun?"

Jisoo mengangguk, "Kata Mama kamu bawain bubur, makasih ya."

"Hm." Taeyong menurunkan pandangan, melihat kaki Jisoo, gadis itu tak memakai alas kaki apapun. Dia menggenggam jemari Jisoo, membawanya ke tempat yang lebih teduh, mereka berdiri dibawah pohon rindang tak jauh dari sana.

[I] Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang