14 : [INSOMNIA] [END]

240 19 0
                                        

At the end of the day you were helpless. Can you keep me close? Can you love me most?
— someone to stay, vancouver sleep clinic.

Tidur yang sangat menyenangkan selama tiga bulan terakhir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tidur yang sangat menyenangkan selama tiga bulan terakhir. Haizel merenggangkan badan selama beberapa detik sebelum memulai kegiatan membuka tirai. Dirinya berbalik dan mulai berjalan menuju pintu kamar. Rasa badannya segar meski kantuk menyisakan kesadaran yang tak penuh.

"Kak, lapar."

Haizel memikirkan hangat susu dan roti panggangnya saat menuruni tangga, menarik salah satu kursi, duduk dengan tenang menatap meja. Mengedipkan matanya yang terasa kabur berulang kali. Dirinya sebelumnya melihat bayangan tepat dihadapannya. Haizel bertindak kebingungan saat Terra duduk dan melihatnya begitu saja. Biasanya pemuda itu akan mengomel dengan segala macam topik. Yah, mungkin Terra lelah.

"Ini, sarapan pagi mu," ucap Terra menggeser piring dan gelas dari sebelah kanan nya.

Haizel yang menunduk, tersentak. Kanan? Sebelah kanan? Pemuda itu mengangkat kepalanya kearah kanan. Terra terlihat siap sedia didapur dengan celemek kesayangannya. Mata Haizel sedikit bergetar, mulai berpikir bahwa ini halusinasi atau dia baru saja diberi kekuatan mistis secara sembarangan sejak semalam.

"Lalu, sia—AAAA!"

Haizel mengangkat dirinya secara sembarang dan kembali menyenggol gelas berisi susu hingga jatuh ke lantai. Rasa panas menyengat menyentuh tangannya, kakinya melangkah mundur jadi terjatuh akibat susu yang meluber keseluruh lantai.

"Haizel!" suara teriakan menemui telinganya.

Haizel hanya terdiam, badannya kaku dengan mata yang membesar terkejut. Pemuda itu bingung melihat raut khawatir Terra, harusnya dirinya mengomel. Lalu beralih pada arah kiri yang mencoba membersihkan tangannya menggunakan pakaian miliknya.

"Matteo?"

"Iya, aku disini."

Haizel terdiam melihat senyuman tersebut, Matteo disini saat ini. Dirinya tertawa kecil karena terlihat sangat konyol. Rasa sakit menjalar diantara pinggang beserta panas yang menyerang kulit tangannya. Pagi yang sial, pikir Haizel. Suara isakan mulai terdengar. Pemuda itu sadar dengan jelas bahwa dia mulai merengek seperti anak-anak yang takut ditinggalkan saat ini.

"Aku akan mengambil obat," ucap Terra terburu-buru.

"Permisi bawa Haizel ke kamar, kak," balas Matteo dengan sopan.

Matteo langsung memeluk Haizel sepersekian detik setelah mengucapkan hal tersebut, membisikkan hal kecil yang ternyata malah membuat pemuda itu semakin tersedu-sedu. Sebelum akhirnya meminta maaf dengan cepat dan mengangkat pemuda itu menuju kamar.

"Maaf, jangan menangis lagi," terang Matteo sembari membersihkan air mata pemuda itu.

Bibirnya kembali melengkung, lalu menangis dan membuka tangannya. Matteo memeluk pemuda itu dengan cepat. Terra yang masuk, meletakkan kotak obat dan menghela napas.

INSOMNIA : No One Truly Knows Me YetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang