Sunoo yang orang lain tahu,hanya seorang siswa SMA biasa yang pendiam. Namun siapa sangka seorang pemuda yang hobi berdiam diri di kamar ini,diam diam menciptakan game yang Ia beri nama CONNECTed. Sebuah game simulasi bertahan hidup, salah satu jeni...
Sunoo meletakkan topi yang tadi ia kenakan di pangkuannya. Ia menggigit bibirnya resah, karna ia kembali berhadapan dengan mereka. Gara-gara topinya yang terbang sampai belakang, ia mendapat antrian terakhir imigrasi dan kini malah berakhir berkumpul dengan mereka karna tugas mereka berakhir lebih cepat dari dugaannya.
Cafe yang berkali kali menjadi saksi berkumpulnya mereka, kini kembali menemani kebisuan mendadak yang terjadi akibat lidah yang terasa kelu. Kedua pihak—pihak yang meninggalkan dan pihak yang ditinggalkan—sama sama diam tampak ragu memulai percakapan.
Suara cangkir yang beradu dengan alasnya, mengejutkan mereka. Sunoo yang baru saja menyesap kopinya tersenyum miris.
" maafkan aku... karna pergi tanpa memberi kabar "
Sunoo mengaduk kopinya, membiarkan suara gesekan sendok dan cangkir menemani suaranya yang mengalun seorang diri.
" kalian sama sekali tak bisa dihubungi, bahkan kalian memblokir semua akses untuk aku menghubungi kalian... jadi ku pikir, kalian sangat kecewa mengetahui hal itu, jadi memilih tak lagi berhubungan dengan ku "
Mereka menggeleng ribut, siapa yang tidak mau lagi berhubungan dengan sunoo?
" maafkan kami sunoo, tapi bukan itu maksud kami memblokirmu... "
Jay menggenggam tangan sunoo yang tergeletak diatas meja, merasakan hangatnya tangan halus itu.
"... kami perlu memfokuskan diri untuk ujian terakhir kami, agar kami bisa lulus dan cepat cepat memberikan kejelasan pada hubunganmu bersama kami "
" kami tidak pernah berfikir jika itu akan memperumit masalah, maafkan kami "
Senyuman sunoo melebar, " jadi ini semua hanya kesalah pahaman, dan sekarang semuanya sudah jelas "
Mereka mengangguk, " benar, dan kami juga ingin memperjelas hubungan kita... " ucap Sunghoon, dengan tangan yang merogoh sesuatu di saku seragamnya.
Tangan Sunghoon menggenggam sebuah kotak beludru, yang membuat sunoo tertegun. Apa mereka seserius ini?
" kami tidak mau menunda lagi, kami ingin cepat cepat mengikat mu menjadi milik kami sunoo "
Sunoo merasakan matanya memanas saat heeseung memasangkan cincin pada jari manisnya. Cantik sekali.
" hanya kami... "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayah dan ibunya, memilih meninggalkan semua yang ada di kota tempat mereka menempuh hari demi hari untuk membangun hidup, hanya untuk menebus rasa bersalah mereka terhadap sangat putra. Sunoo yang seharusnya bisa menikmati masa remajanya dengan kisah cinta manis harus terbebani dengan luka yang ditorehkan oleh orang tuanya sendiri.
Di Singapore, mereka memulai kehidupan baru. Bahkan kisah manis sunoo, kembali dimulai saat ia telah menyadari rasa cintanya yang sudah terlanjur besar pada mereka. Enam pria gagah dengan paras tampan, yang kini berprofesi sebagai anggota militer angkatan darat.
Sunoo menatap bangga pada mereka yang begitu mempesona dengan seragam militernya. Tidak ada lagi remaja labil yang hanya tau tentang ciuman sesaat, kini mereka hanya berkeinginan untuk bahagia bersama sunoo.
" sunoo sayang... ayo pakai helm mu, kita akan ketinggalan sunset nanti "
Teguran lembut dari Jake, mengembangkan senyuman sunoo. Ia menurut dan lekas memakai helm sepedanya. Ia dan ke-enam kekasihnya, akan bersepeda di sepanjang jalan pinggiran sungai, untuk memandangi langit sore. Sinar matahari yang terasa hangat sangat cocok untuk bercanda ria bersama pasangan terkasih nya.
Kayuhan sepeda mulai terdengar, desiran angin lembut yang menerpa wajah cantik sunoo membuat sang empu memejamkan matanya, menikmati hangatnya hati. Ia mengeratkan pelukannya pada jungwon. Diam diam ia menertawakan mereka yang tadi berebut untuk membonceng nya. Dan akhirnya mereka sepakat untung bergantian setiap 500m nya—konyol sekali.
" kamu senang sayang? " jungwon berteriak, berusaha membuat sunoo mendengar suaranya.
Sunoo kembali tertawa, " ya... sangat senang! "
End.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Halo....
Sebelumnya maaf kalo endingnya terkesan dipaksakan, karna jujur aku udah pengen bgt book satu ini ending.
Lalu, aku mau ngucapin makasih yang sebesar-besarnya buat semuanya yang udah support book ini dari awal publish sampai sekarang. Makasih yang sudah menyempatkan membaca, bahkan meninggalkan koment serta vote 😊.
Jika ada kesalahan kata, tanda baca, atau alur yang kurang srek dihati kalian aku sangat meminta maaf untuk itu 🙏
Dan sampai jumpa lagi di book-book ku yang lain, karna setelah ini aku akan menamatkan yang lain juga 😁
Terimakasih atas perhatian, sekian dan sampai jumpa 👋