🔞🔞
Masih butuh warning? 🫣
******
Ting Tong
Farez yang masih terlelap sedikit terkejut, ia membuka matanya pelan. "Ya ampun udah sore," lirihnya. Ia menatap Barra yang juga masih terlelap di sebelahnya.
Farez segera bangkit lalu mengenakan kaos miliknya, ia kembali menyelimuti tubuh naked Barra hingga sebatas leher dan segera turun ke bawah.
Saat membuka pintu, Farez bisa melihat seorang kurir barang yang membawa sebuah kotak.
"Iya?"
"Paket atas nama Barra..."
"Oh iya saya suaminya," ucap Farez lalu menerima kotak tersebut.
Setelah selesai, Farez kembali masuk dan menutup pintu. Ia meletakkan kotak tersebut di atas meja ruang televisi, sedikit tersentak melihat Barra yang berdiri di belokan tangga hanya dengan bathrobe-nya saja.
"Sayang, udah lama di situ hmm? Ini paket kamu dateng," ucap Farez.
"Ehmmm biarin dulu, cuma makanan beku Rez..." Jawabnya dengan langkah gontai menuruni tangga. Farez yang semula menghadap ke arah televisi, terkejut ketika Barra tiba-tiba mengalungkan tangan di lehernya.
"Apa sayang?"
Barra mendorong tubuh Farez hingga terduduk di sofa, lalu dengan tanpa bersalah duduk di pangkuan suaminya itu.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Farez pelan, tangannya melingkar di pinggang Barra.
Barra menangkup pipi Farez lalu mengecup bibirnya pelan, "Kamu nggak pengen lagi?" Lirihnya menggoda.
"Nggak capek kamu? Tadi udah main lama loh kita?" Ucap Farez dengan senyum miringnya, tapi tangannya dengan santai meremat pinggul dan pantat sintal kesayangannya itu.
"Banyak omong kamu," desis Barra lalu meraup bibir Farez cepat.
Farez sebenarnya ingin menolak, ia tidak peduli jika itu dirinya, namun ia khawatir Barra kelelahan, karena sungguh mereka bermain hampir lebih dari tiga jam sebelumnya karena semua ide gila yang diberikan suaminya itu. Belum lagi egonya yang semakin terpancing untuk menuruti dan memberikan lebih.
Farez menggeram ketika Barra dengan sengaja menggerakkan pinggulnya sensual.
"Ssshhh, Babe...." Desisnya, bisa ia rasakan kejantanan Barra yang sudah menegak.
Barra meremat leher belakang Farez pelan, bibir bengkaknya tersenyum kecil, mencoba mengatur nafas, "Let's make a quickie..."
"Berani?" Tanya Farez dengan senyum liciknya.
Barra ikut tersenyum miring, "Let's see...." Tangannya mulai mengelus kejantanan Farez yang telah menegang, tanpa ragu mengeluarkan benda berurat itu dari dalam celana.
Farez hanya membantu dengan menyingkap bagian bawah bathrobe tipis yang digunakan oleh Barra, membiarkan suaminya itu bertindak semaunya.
Farez menggeram dan mendongakkan kepala ketika Barra dengan lihainya mulai menurunkan pinggulnya, kejantanannya seakan diremat kuat. Sejenak ia terkejut bukan main, "Babe!!!"
Barra memejamkan mata sambil mengernyit, "Eungghh!!" Pekiknya tertahan.
"Astaga! Barra..." Farez mencengkeram pinggang Barra sedikit kencang, berulang kali mendongak dan mencoba mengatur nafas, "Gila kamu sayang!"
Barra membuka mata sayunya, memeluk leher Farez erat, "Eungghhh, aku pengenhhh cobain..."
Nafas Farez ikut menderu
KAMU SEDANG MEMBACA
mystory
RomansaMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...
