Jevan duduk di sofa dengan Jihan disamping nya yang sedang mengelus lembut punggung Jevan. Agar ia merasa lebih tenang.
Jethro dan Vito masih berada di dalam ruang ketua untuk membicarakan hal yang terjadi.
Rafa berada diluar ruangan BEM, untuk mencegah siapa saja yang akan masuk ke dalam.
"Sekarang Trisha dimana?" tanya Jihan, saat dilihatnya amarah Jevan sudah mereda.
"Di rumahnya."
"Orang tuanya udah tau?"
Jevan mengangguk. Pria itu menghadap pada Jihan dan merengkuh tubuhnya, mencari ketenangan.
"Jethro pasti tanggung jawab, selama yang kita tau, dia anak baik,"
Ucapan Jihan membuat Jevan melepaskan pelukannya. Ia menghembuskan nafas berat, lalu bersandar pada sofa dengan kepala menengadah ke langit-langit.
"Masalahnya," Jevan merasa pusing sehingga ia memijat pelipisnya, "Trisha nggak mau Jethro tanggung jawab."
Jihan mengernyit, "Kenapa?"
Sebelum sempat mendapatkan jawaban, Vito dan Jethro keluar dari ruang ketua dan duduk di depan Jevan dan Jihan.
"Jadi, sekarang gimana?" tanya Vito.
Jevan mengatupkan rahangnya dengan tangan terkepal mendengar pertanyaan Vito, seharusnya Jevan yang menanyakan itu.
Vito yang melihat amarah Jevan, segera meralat ucapannya. "Sorry, sorry, maksud gue, hmm" bahkan Vito pun tidak menemukan kata yang tepat.
Menurut cerita dari Jethro tadi, Trisha tidak ingin Jethro bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi. Dan juga, sejujurnya Jethro tidak bisa bertanggung jawab. Ia sudah di jodohkan oleh orang tuanya dan akan bertunangan bulan depan.
Jevan, selaku kakak sepupu yang menjaga Trisha disini, sangat tidak bisa mengerti keputusan yang di ambil Trisha. Dia sungguh marah kepada Trisha, juga kepada Jethro yang terlihat tidak berusaha untuk bertanggung jawab. Juga ia marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Trisha dengan baik.
Tidak ada yang berbicara selama beberapa menit. Semua termakan oleh pikiran masing-masing.
"Gue mau nya kalian nikah." kata Jevan akhirnya. "Kalian ngelakuin ini berdua, jadi nggak seharusnya Trisha sendirian ngelahirin anak itu."
"Gue juga mikir gitu, tapi," kalimat tapi dari Vito membuat Jevan melirik tajam padanya. "Serius, kalau lo kenal orang tua kita kayak gimana, nggak cuma nyawa Jethro aja yang abis. Tapi Trisha juga bisa kenapa-napa."
Jevan berdiri dan menyambar kerah baju Jethro, membuat Jethro terseret paksa sampai lututnya tertabrak meja.
Vito dan Jihan juga ikut berdiri untuk mencegah Jevan melakukan hal yang lebih dari ini.
"Jev," Jihan menahan kepal tangan Jevan yang sudah di udara, siap menghantam Jethro. "Aku tau kamu marah, tapi kekerasan nggak akan nyelesaiin semuanya."
Ucapan Jihan membuat Jevan melempar Jethro dengan keras, terhempas kembali ke sofa.
"Gue ngga mau tau! Kalian harus nikah!" bentak Jevan, sebelum pria itu keluar dari ruang BEM, meninggalkan Vito, Jethro, bahkan Jihan disana.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
BECAK
ChickLitPerkumpulan anak BEM Kocak. Slice of life yang pemeran utamanya Jihan.
