65. Fan Meeting

202 27 4
                                        

Setelah berulang kali memikirkan hal apa yang akan mereka lakukan untuk acara Fakultas awal tahun. Akhirnya Jihan dan yang lainnya memutuskan untuk membuka stand Fan Meeting. Ralat. Maksudnya ini adalah keputusan Ruby dan Miqdad yang mau tak mau diiyakan oleh Jihan dan yang lain.

Ide ini muncul begitu saja di otak Ruby saat ia scrolling Instagram nya dan yang fyp adalah fan meeting sebuah grup kpop.

Ruby bersikeras untuk mengadakan fan meeting dengan alasan sebagai perpisahan spesial mereka sebelum lulus nanti.

Dan saat usulan itu Ruby daftarkan ke Rafa, Rafa malah menyetujui nya dan mengusulkan kan mereka untuk juga tampil di panggung, menampilkan sesuatu yang menghibur. Sebagai syarat karena Rafa telah menyetujui mereka yang berbeda fakultas untuk ikut acara ini.

Awalnya, tentu usulan itu mendapat banyak tolakan. Menyetujui acara fan meet aja sudah gila, apalagi harus tampil di panggung.

Tapi Ruby, ditambah Miqdad, dan sudah mendapat 'oke' dari Naya, Brea, Rafa dan anak BEM lain, tidak bisa membuat Jihan, Jevan, Tyaga dan Devon menolak.

"Senyum ya, senyum. Fan service wajib oke." begitu perintah dari Ruby sebelum mereka duduk rapi berjejer di meja untuk menyambut 'fan'.

"Emang ada apa yang mau kita kasih fan service?" keluh Devon.

Eits, jangan salah. Mereka adalah face of campus. Antrian fans mereka sangat panjang. Sampai-sampai Rafa mengerahkan beberapa anak untuk meng-guide stand seniornya itu agar semua berjalan lancar dan teratur.

Banyak dari adik-adik tingkat yang meminta tanda tangan mereka, bahkan high five dan juga foto. Mereka benar-benar seperti artis korea yang Ruby lihat di Instagram nya saat itu.

"Ah, tangan gue capek." keluh Tyaga saat akhirnya mereka beristirahat sebentar untuk menyiapkan diri tampil di atas panggung.

"Gue nggak nyangka kalau gue seterkenal ini." ucap Miqdad bangga.

"Kita, Miq, Kita semu yang terkenal, nggak cuma lo doang." timpal Brea.

"Nyenyenye." balas Miqdad.

"Siap ya, 3 menit lagi." Herdan memberi aba-aba untuk seniornya.

Dan saat waktunya tiba, mereka segera naik keatas panggung, disambut oleh sorak sorai penonton.

Ruby, Miqdad, Brea dan Naya melambaikan tangan ala idol, sedangkan Jihan, Jevan, Tyaga dan Devon hanya tersenyum kecil.

"Halo semua." sapa Ruby, membuat semua penonton bersorak, terutama para adik tingkat laki-laki. Membuat sang pacar memutar bola matanya. "Terima kasih ya atas keseruannya, maaf yang tadi harus antri panjang dan kelelahan. Semoga penampilan kita sekarang bisa mengobati rasa lelah kalian ya." serunya dengan centil sambil memberikan wink, menambah kehebohan penonton.

Tidak ada yang menambahkan komentar dari Ruby, semua langsung berdiri di posisi masing-masing. Ruby sebagai vokalis bersama Naya dan Miqdad. Brea sebagai keyboardist. Tyaga sebagai bassist. Jevan dan Devon sebagai guitarist. Dan Jihan sebagai drummer. Melihat mereka berada di atas panggung seperti itu, membuat mereka terlihat lebih bersinar dari biasanya.

"Lagu ini buat sahabat-sahabat gue dan juga sahabat kalian semua. Sahabat sejati." ucapan Miqdad mengawali lagu itu dimainkan.

[Miqdad]

Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi

[Naya]
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku

[Ruby]
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah

[Devon]
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

[Jevan]

Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar

[Tyaga]
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho

[Miqdad]

Ku slalu membanggakanmu
Kaupun slalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi

[All]
Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya
Merdeka kita kita merdeka

Pegang pundakku jangan pernah Lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu ho ho ho ho ha ho

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini ho ho ho ho

Setelah lagu tersebut dibawakan, mereka juga membawakan lagu-lagu bertema persahabatan yang lain. Membuat acara semakin menghibur.

Sebelum membawakan lagu yang terakhir, mereka memutuskan untuk berkumpul membentuk lingkaran sambil tangan mereka saling merangkul pundak.

Tidak ada kata yang terucap, hanya senyum merekah, dan perasaan saling mengerti.

Perjalanan pertemuan awal mereka, sampai hari ini, seperti berputar seperti sebuah film di pikiran masing-masing.

Mereka tahu, ini bukan lah akhir nya. Ini hanya sebuah awal baru.

Mereka berharap, bahwa apapun yang terjadi nanti, mereka bisa selalu bersama.

***

BECAKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang