Hari demi hari berlalu seiring pemulihan Jungkook setelah kejadian terakhir yang menimpanya, sudah 4 hari Jungkook bekerja dari apartementnya.
ㅤㅤ
Kali ini tidak seperti saat ia beristirahat karena kecelakaan mobil, Sekretaris Lee lebih mencecarnya untuk segera kembali ke kantor.
Walau wanita bermarga Lee itu tahu, ia tidak punya wewenang lebih untuk bersikeras meminta kepada atasannya, tapi hari ini ia menyampaikan pesan lebih penting yang membuat Jungkook menyugesti dirinya sendiri untuk berpikir sehat.
ㅤㅤ
Tidak lain lagi, karena jajaran direktur corporation mengadakan pertemuan. Jungkook tidak bisa menghindari pertemuan besar seperti itu, bisa-bisa ia mempermalukan nama ayahnya.
ㅤㅤ
Jungkook melangkah maju ke arah pintu ruang meeting utama. Di saat ia membuka pintu, semua orang di dalamnya berdiri, memberi hormat. Dengan sedikit gugup Jungkook membungkukkan tubuhnya.
Ludahnya ditelan paksa dengan susah payah, tekanan atmosfer ruangan ini tidak jauh berbeda dari yang Jungkook bayangkan.
Mencekam.
Jajaran direktur yang pernah menjadi kolega ayahnya dulu kini menghadapnya. Bukan seperti Jungkook belum pernah bertemu mereka selama satu tahun kebelakang, namun berkumpulnya mereka semua di satu ruangan membuat Jungkook merasa tidak nyaman.
ㅤㅤ
Terlebih saat satu sosok yang menganggu atensi Jungkook pun membungkuk menyapanya seperti yang lain. Jeon Wooshik- pamannya juga disana.
ㅤㅤ
Jungkook duduk di kursi yang berada di tengah, yang disisakan untuknya. Kursi dengan beban tertinggi di ruangan ini.
ㅤㅤ
Aura yang terbaca ini, Jungkook tahu.
ㅤㅤ
Akan ada gebrakan yang akan datang.
Salah satu orang disana sempat menyinggung tentang masalah internal finansial perusahaan. Jungkook mengernyitkan dahinya, merasa aneh.
ㅤㅤ
Bagaimana bisa informasinya sudah sampai pada mereka?
ㅤㅤ
Selain permasalahan yang baru ini, tidak ada lagi yang bisa disinggung. Selama satu tahun lebih Jungkook menduduki posisinya sekarang, ia sudah meminimalisir kesalahannya dengan baik. Hampir tidak ada celah untuk menyerang posisinya.
Pertemuan kembali di lanjutkan tanpa ada kendala sesuai dengan susunan sang moderator sampai akhirnya selesai.
ㅤㅤ
"Nona putri! Anda bekerja dengan sangat baik! Tuan Jeon pasti bangga melihat putrinya berdiri saat ini, haha!"
ㅤㅤ
Seseorang menghampiri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat, Jungkook mengenalinya.
Ia tersenyum, "Terima kasih, Tuan Jung. Anda juga sudah bekerja keras."
Selagi menyalami pria paruh baya dengan rambutnya yang hampir dipenuhi uban itu, mata Jungkook kedapatan melirik sesuatu.
ㅤㅤ
Tidak salah lagi.
ㅤㅤ
Pamannya terus menatapnya dari tadi dengan ekspresi yang tidak dimengerti oleh Jungkook.
ㅤㅤ
"Nona putri," Tuan Jung berbisik memberi isyarat kepada Jungkook untuk sedikit mendekat.
ㅤㅤ
"Hati-hati dengan pamanmu- Wooshik. Pria itu, aku tahu dia masih belum puas."
ㅤㅤ
Jungkook kembali menarik tubuhnya, ia hanya diam dan mengangguk mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beauty CEO ーTaekook
FanfictionKisah hidup seorang CEO muda Jeon Jungkook dan suami (tidak) sahnya. ❛ Genderswitch Taekook Fanfictions © Lazulyflo. (2019).
