Chapter 137 (Heal 🔞)

1.4K 57 24
                                        

*Hola guys 🥺♥️♥️
Akhirnya Author bisa tulis kembali draft yang sempat hilang itu.

Sebelum kalian baca chapter ini, boleh Author minta dukungan lebih, Author lagi overwhelmed akhir-akhir ini.

Cukup komentar apa aja yang kamu pikirin pas baca setiap bagian di chapter ini ya, itu aja udah bikin Author ngerasa seneng dan bahagia banget.

*Ngelihat emosi kalian pas baca setiap chapter tuh bikin Author bahagia btw 🫣🤭

Sooooo
Selamat membaca!!
Gak perlu warning lah ya, udah jelas banget lah isinya apa 😗

.
.
*****

"Bawa bantal, Sayang," ucap Farez sambil memasukkan koper ke dalam bagasi mobil.

Barra mengernyit, "Huh, buat apa?"

"Biar kamu bisa istirahat sama senderan di mobil ntar kalau capek."

Barra terlihat berpikir sebentar, sebelum akhirnya mengiyakan dan bergegas masuk kembali ke dalam rumah, "Jangan lari Barra!"

Farez menggelengkan kepalanya pelan, mungkin ini akan terdengar konyol bagi sebagian orang, tapi Barra benar-benar dibuat tidak nyaman dengan ruang tamu rumah mereka. Jika terpaksa melewatinya, Barra pasti memilih untuk berjalan cepat atau bahkan berlari seperti tadi. Membuat dirinya semakin yakin dengan keputusannya untuk mengajak Barra pergi selama beberapa hari, ia harus bisa mengubah semuanya, mengembalikan keadaan menjadi seperti semula.

Apalagi semalam ia sempat dihubungi oleh Sang Papa, yang akhirnya menjelaskan mengenai obrolannya dengan Ayah mertuanya.

Farez menyadari, secara tidak langsung Bram telah memberikan ultimatum, jika ini adalah kesempatan terakhirnya. Jadi Farez tidak ingin menyia-nyiakan itu, ia tidak ingin kehilangan Barra.

Barra adalah hidupnya.

Farez menutup garasi setelah memasukkan mobil suaminya itu, lalu menunggu di dalam mobil miliknya yang sudah terparkir di luar pagar. Ia lalu sibuk dengan ponselnya.

Barra terlihat membawa bantal dan selimut tipis, lalu memasukkannya ke dalam mobil. Ia kembali mengunci pintu rumah mereka dan gerbang, lalu segera ikut masuk mobil.

"Hmmm, bawa selimut juga?" Tanya Farez.

Barra tersenyum kecil, "Sekalian..."

"Udah nggak ada yang ketinggalan?"

"Nggak, Yang. Lagi telfon siapa?" Tanya Barra pelan lalu menyamankan duduknya.

"Nggak sayang, lagi chat aja.."

Barra hanya mengangguk dan membulatkan bibirnya.

"Oke, kita berangkat ya..." Tanya Farez.

"Ini beneran kita liburan seminggu, kerjaan gimana?" Tanya Barra sedikit kepikiran.

Farez tertawa kecil sambil menginjak pedal gas mobilnya pelan, "Aku udah minta izin ke Ayah, terus masalah studio udah aman ada Ervin."

"Kita mau ke mana sih, Yang?"

Farez tersenyum, "Nanti juga tau, nggak surprise dong nanti kalau dikasih tau sekarang."

Beberapa menit berkendara, Farez berhenti di sebuah supermarket. Barra mengernyit, "Mau ngapain?"

"Aku ambil uang bentar ya, kamu mau ikut?"

Barra menggeleng, "Aku di sini aja, Yang..."

"Oke bentar ya..." Ucap Farez sambil mengusak rambut Barra pelan dan segera keluar dari mobil.

mystoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang