18. Defeatly Lost

1.4K 111 50
                                        

Disclaimer!

• Narasi harap dibaca juga, agar paham alur dan karakter tiap tokoh.
• Komentar sesuai alur cerita, jangan bawa cerita lain.

Cerita ini diketik 6874 kata.

Happy Reading!

***

Menerima tawaran Alvaro untuk kembali ke rumah ini, sama sekali tidak ada dalam bayangan Dara sebelumnya. Bahkan, pria itu mengajaknya untuk rujuk kembali bukan karena kecelakaan di hari itu, melainkan karena mereka berdua memang masih memiliki perasaan yang sama.

Memori masa lalunya bersama Alvaro langsung terputar jelas di kepalanya. Suara ketukan jemarinya pada meja bar membuat sosok sang calon suami datang dan duduk tepat di samping dirinya.

"Hei? Kenapa ada disini? Kamu lupa, kalau kamu sedang hamil?" tanya Alvaro.

Dara menggeleng samar, "A-aku masih gak percaya sama semuanya."

Usapan lembut Alvaro pada bagian belakang kepala hingga turun ke punggung Dara terasa begitu nyaman dan hangat membuat Dara kini beralih menatap Alvaro masih dengan posisi menopang kepalanya.

"Jadi, harus berpisah dulu ya baru kamu menyadari semuanya?"

Alvaro terkekeh, "Ya tidak sepenuhnya seperti itu, perceraian kita bahkan tidak pernah ada dalam rencana saya pada saat itu."

"Tapi kamu pernah berpikir atau engga, kalau kamu sama sekali gak pernah punya waktu banyak buat aku sama Leon sedari dulu?"

"Saya mengakui dan menyadari semua perbuatan saya di masa lalu adalah hal yang sulit sekali dimaafkan. Saya banyak belajar dari kasus perceraian kita, maka dari itu, saya mau menebus kesalahan saya dengan kembali ke kamu, Leon, dan juga adik."

Dara menatap kedua mata Alvaro lekat. Sorot mata kesedihan juga kekecewaan yang mendalam begitu terlihat. Pria bengis itu juga bisa bersikap lemah di hadapannya. Alvaro benar-benar menunjukkan bahwa dirinya kini membutuhkan Dara juga anak-anaknya.

"Perceraian itu hanya boleh terjadi satu kali, jadi tolong tetap di sisi saya. Saya juga mau turut andil melihat tumbuh kembang anak-anak kita, saya mau jadi ayah yang baik juga suami yang siaga buat kamu dan mereka." Lanjut Alvaro.

"Tuhan baik banget sama aku, ya? Disaat aku sudah pasrah sama semuanya, Tuhan kembalikan kamu ke aku, juga ditambah dengan kehadiran adik."

Kedua mata Dara berkaca-kaca, membuat Alvaro segera menariknya ke dalam pelukan. Rasanya begitu tenang, sebab Dara sudah kembali padanya, namun rasa gelisah tetap menghantui Alvaro.

"Sayang, masih banyak yang harus aku urus. Jadi tolong tetap berada dalam pengawasanku."

Dara merenggangkan pelukannya, bukan terkejut karena perubahan cara bicara Alvaro yang formal, namun karena masih banyak hal harus Alvaro urus, katanya.

"Seberapa banyak hal masih perlu kamu urus?"

Alvaro mengeluarkan ponselnya dari dalam kantung celana, lalu menunjukkan seluruh rencananya pada Dara, menbuat wanita itu terdiam dan mencerna semua yang sedang ia lihat lewat layar ponsel tersebut.

Aldara 3 [PINDAH KE FIZZO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang