Chapter 43 (END)

963 81 19
                                        

Happy Reading 😁

Abaikan typo!!

12 tahun kemudian, di sebuah rumah yang cukup besar terdapat sepasang anak kecil sedang melakukan kejar-kejaran, mereka membuat rumah yang tadinya rapih menjadi berantakan.

"SASHAAA BALIKIN LEGO AKU!!" Teriak salah satunya

"Gak mau wlee"ucap anak yang bernama Sasha sambil menjulurkan lidahnya

"Wah kamu bikin kesabaranku habis"ucap anak bernama Fasha kembaran Sasha

Fasha mengambil salah satu bantal di sofa lalu melemparkannya tepat mengenai kepala Sasha.

"Headshot!!"ucap Fasha

Sasha yang tidak terima pun membalas melemparkan bantal itu dan mengenai kepala Fasha juga.

"Heh! Jangan remehin aku, aku juga bisa kaya kamu"ucap Sasha menyombongkan diri

Baku lempar pun terjadi dirumah itu, mulai dari bantal dan barang-barang di sekeliling mereka. Hingga suara deheman menghentikan aksi mereka.

"Eekhkhmmm!!!"

Seketika bulu kuduk mereka berdua langsung berdiri saat mendengar suara itu. Saat mereka menoleh kesumber suara mereka melihat orang tua mereka, flora dan ferrel yang ada disana dengan ferrel yang sedang memegang kedua katana karena tadi ia sempat membersihkannya.

"Mas minjem satu"ucap flora dengan tangan seperti meminta

"Nih"ucap ferrel memberikan satu katana berwarna putih

"Bisa tolong dijelasin apa yang terjadi?"tanya flora dengan senyum yang membuat kedua anak itu merinding

"M-maafin kita mah, i-ini semua salah Sasha, tadi Sasha ganggu Fasha pas dia lagi rakit Lego mah"ucap Sasha dengan ketakutan

"Bener itu Fasha?"tanya flora

"B-bener mah"jawab Fasha

"Terus kenapa rumah bisa kaya kapal pecah gini?"kini ferrel yang bertanya

"I-itu salah Fasha pah, tadi Fasha lempar Sasha pake bantal, terus Sasha gak terima jadinya bales Fasha dan kita jadinya saling maen lempar-lemparan"jawab Fasha

"Oke mamah hargain kejujuran kalian, tapi kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan?"ucap flora

"Tahu mah"ucap mereka

"Silahkan"ucap flora

"Fasha maafin aku ya"ucap Sasha

"Iya, maafin aku juga ya"ucap Fasha

Lalu mereka berpelukan layaknya Teletabis.

THE UNYIELDING  [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang